| FAQ |
| Calendar |
|
|||||||
| Investasi dan Keuangan Segala tentang Investasi dan keuangan dikupas disini |
![]() |
|
|
Thread Tools |
|
#61
|
||||
|
||||
|
Quote:
|
|
#62
|
|||
|
|||
|
Margin + Leverage = Kemungkinan Kombinasi Dari Potensi Yang Mematikan
Jadi berhati-hatilah dalam memilih leverage !! Margin Call Umumnya trader akan mulai merasa was-was dan takut ketika broker memberitahu bahwa sisa saldo/balance Anda telah mengecil jatuh dibawah tingkat minimum persyaratan, sebagai akibat posisi terbuka telah bergerak melawan Anda. Apabila posisi yg melawan(kerugian) ini sampai pada ambang batas yg ditentukan, maka broker akan menutup order(bisa sebagian/seluruhnya). Margin call ini dapat dihindari dengan memantau secara intensif saldo akun Anda. Atau dengan menggunakan perintah/fasilitas stop-loss pada setiap order untuk membatasi resiko kerugian. |
|
#63
|
|||
|
|||
|
10 Prinsip Trading Berdasarkan Teknikal
Bagaimana pasar bergerak? Sejauh mana pasar akan naik atau turun? Dan kapan pasar akan bergerak pada arah lain? Deretan pertanyaan di atas merupakan dasar pertimbangan dari analisa teknikal. Dibalik chart dan grafik serta rumusan matematika yang digunakan untuk menganalisa arah pasar, merupakan beberapa konsep dasar yang diterapkan untuk mendukung variasi teori analisa teknikal saat ini. John Murphy, sebagai Chief Technical Analyst di StockCharts.com, telah malang melintang selama 30 tahun dibidang analisa teknikal, dengan mengembangkan 10 prinsip dasar aturan trading ; aturan tersebut dirancang untuk membantu menjelaskan keseluruhan gagasan trading berdasarkan analisa teknikal bagi pemula dan menjadi garis petunjuk metodologi trading bagi para praktisi berpengelaman. Kesepuluh aturan tersebut sekaligus menjadi perangkat kunci analisa teknikal dan bagaimana menerapkannya untuk mengidentifikasi peluang-peluang “buying” dan “selling”. Dan beberapa hari kedepan kami akan membahanya, terus simak dan ikuti treadnya. |
|
#64
|
|||
|
|||
|
1. Petakan Arah <Gerak Pasar>
Pelajari variasi chart dengan tekun dan konsisten. Mulai menganalisa satu chart dengan kerangka waktu monthly dan weekly dari rentang beberapa tahun. Satu peta <chart> yang lebih besar dari pasar yang tersaji akan lebih memberi gambaran jelas dalam bingkai perspektif jangka-panjang mengenai satu pasar. Sekali terbentuk <chart> jangka-panjang , lantas bandingkan dengan chart daily dan intra-day. Satu tinjauan pasar jangka-pendek saja, seringkali mengelabui. Bahkan jika kita hanya transaksi berdasarkan kerangka waktu sangat pendek, kita akan lebih baik jika bertransaksi dalam arah yang sama dengan trend yang berdurasi kerangka waktu menengah dan panjang. |
|
#65
|
|||
|
|||
|
2. Tentukan Tren dan Melaju Bersamanya
Tentukan tren dan melaju bersamanya. Arah pasar terbagi dalam banyak takaran—jangka panjang, menengah dan pendek. Pertama, tentukan ukuran pasar yang mana yang akan kita terlibat di dalamnya dan gunakan chart yang sesuai. Pastikan kita bertransaksi searah dengan tren tersebut. “Buy dips” jika tren naik.”Sell relly” jika tren anjlok. Jika Anda trading pada tren menengah, gunakan chart daily dan weekly. Jika kita trading harian, gunakan chart daily dan intra-day <5 menit hingga 4 jam>. Tetapi, dalam setiap kasus, biarkan chart yang lebih lebar menentukan tren, lantas gunakan chart yang lebih pendek untuk timing <masuk posisi>. |
|
#66
|
|||
|
|||
|
3. Tentukan Level High dan Low
Tentukan level-level support dan resistance. Posisi terbaik untuk membeli adalah mendekati level-level support. Support biasanya merupakan reaksi low sebelumnya. Posisi terbaik untuk menjual adalah mendekati level-level resistance.Resistance biasanya merupakan puncak sebelumnya. Setelah resistance puncak telah terlewati, biasanya akan menjadi support pada arah berbalik secara langsung. Dengan kata lain, “high” kemarin menjadi “new low”. Pada cara yang sama, ketika suatu level support telah pecah, biasanya akan menjadi indikasi selling reli selanjutnya—dan “low kemarin” menjadi “new high”. |
|
#67
|
|||
|
|||
|
4. Ketahui Sejauh Mana TrekBalik <Backtrack>
Ukurlah persentase retracement <ritres>. Koreksi pasar naik atau turun biasanya mengalami ritres pada porsi yang signifikan dari tren sebelumnya. Kita bisa menentukan koreksi-koreksi tersebut dalam tren yang sedang berlangsung dengan persentase yang sederhana. 50% ritres dari tren sebelumnya merupakan kejadian yang paling sering <lazim>. Ritres minimum biasanya sepertiga dari tren sebelumnya. Dan ritres maksimum biasanya duapertiga. Fibonacci retracement 38% dan 62% juga penting untuk diamati. Selama terjadi titik balik dari suatu tren naik, maka area buy sebelumnya di zona ritres 33% hingga 38%. |
|
#68
|
|||
|
|||
|
5. Gunakan Garis <Trend>
Gunakan <tarik> garis-garis trend. Garis trend adalah satu perangkat chart yang sangat sederhana dan efektif. Anda perlu garis lurus dan dua point dalam chart. Garis trend naik menarik garis pada sepanjang level-level low bersinambung. Garis trend turun menjelujuri dua puncak bersinambungan. Harga biasanya kerap berbalik kembali pada garis trend sebelum meneruskan lagi trend-nya. Pecahnya garis trend biasanya merupakan isyarat terjadi perubahan trend. Suatu garis trend yang valid semestinya disentuh setidaknya tiga kali. Dan satu garis dari trend yang lebih panjang menjadi berpengaruh, dan lebih sering diuji, maka akan menjadi lebih penting. |
|
#69
|
|||
|
|||
|
6. Ikuti Rerata Gerak Harga
Ikuti alur pergerakan rata-rata <moving average>. MA merupakan area objektif untuk sinyal beli dan jual. MA memberi informasi bagi kita mengenai tren yang sedang berlangsung dan masih dalam geraknya. Sehingga membantu sebagai konfirmasi bagi perubahan suatu tren. MA tidak memberi informasi mengenai kelanjutan gerak harga, bagaimanapun perubahan suatu tren biasanya segera teramati. Chart yang menggunakan kombinasi dua MA sangat popular sebagai cara untuk menentukan sinyal trading. Pada sebagian pasar berjangka, yang popular adalah menggunakan kombinasi MA 4 dan MA 9 lantas MA 9 dan MA 18, serta MA 5 dan MA 20. Sinyal diberikan ketika garis MA yang lebih pendek memotong MA yang lebih panjang. Perpotongan harga di atas dan di bawah MA 40 juga bagus sebagai sinyal trading. Sepanjang garis MA dalam chart mengikuti indicator tren, maka akan berlaku efektif dalam suatu pasar yang sedang membentuk tren. |
|
#70
|
|||
|
|||
|
7. Pelajari Sinyal Pembalikan
Jejak oscillators. Oscillator membantu mengidentifikasi pasar Overbought dan Oversold. Ketika MA memberi konfirmasi bahwa pasar sedang berubah tren, oscillators kerap membantu mengingatkan kita lebih lanjut, bahwa pasar telah reli atau turun terlalu jauh dan akan segera berbalik <arah>. Oscillator yang paling popular digunakan adalah RSI dan Stochastics. Keduanya, biasanya diaplikasikan pada skala 0 hingga 100. Pada RSI, jika bergerak di atas skala 70 berarti overbought dan di bawah 30 memberi sinyal oversold. Sedangkan takaran overbough dan oversold dari Stochastics pada skala 80 dan 20. Kebanyakan trader menggunakan 14 hari atau minggu dari stochastic dan 9 atau 14 untuk RSI. Oscillator divergence kerap mengingatkan pasar berbalik. Keduanya bagus untuk trading dalam pasar yang range <ranging>. Sinyal weekly bisa digunakan sebagai filter pada sinyal daily. Sinyal daily bisa digunakan sebagai filter untuk intra-day chart. |
![]() |
|
|
Terkait
|
||||
| Thread | Forum | |||
| RealTrade|Forex Trading-Best Forex Broker | Forex | |||
| JUAL Trading Forex modal Gratisan: Gratis 4,5 Juta sebulan untuk trading | Gratisan | |||
| JASA KURSUS FOREX: TRADING FOREX free 5$ buat trading | Service lainnya | |||
| JUAL buku tentang cara main forex trading online, saham, valas, lepas koleksi 20 ribu | Buku Pelajaran | |||
| JUAL Jual forex trading system murah mbfx forex sistem | Software Original & Open Source | |||