| FAQ |
| Calendar |
|
#71
|
||||
|
||||
|
Rabu, 18 Januari 2012
Hari Biasa Pekan II Pembukaan Pekan Doa Sedunia Kerinduan untuk memulihkan kesatuan semua orang Kristen adalah satu anugerah Kristus dan satu panggilan Roh Kudus (Katekismus Gereja Katolik, 820) Antifon Pembuka (Mzm 144:2) Tuhanlah tempat perlindungan dan kubu pertahananku, kota bentengku dan penyelamatku; Tuhanlah perisai, tempat aku berlindung; Dialah yang menundukkan para bangsa ke bawah kuasaku. Doa Pagi Tuhan, dengan kuasa-Mu kami mampu menghadapi berbagai kesulitan dan tantangan yang mengguncangkan iman kami sekalipun. Berjalan bersama-Mu akan membuat hidup kami aman dan tenang. Sebab itu, kami membuka hati bagi penyertaan-Mu sepanjang hari ini. Amin. Orang yang merasa diri paling besar, kuat, pandai, dan punya kuasa, sangat mudah meremehkan orang yang masih muda, sederhana dan kurang pengalaman. Padahal sikap mereka seringkali menunjukkan diri sebagai pribadi yang belum matang dan dewasa. Daud dipakai Tuhan untuk mengalahkan orang besar yang sombong. Kuasa Tuhan nampak dalam kesederhanaan Daud. Bacaan dari Kitab Pertama Samuel (17:32-33.37.40-51) "Daud mengalahkan Goliat dengan umban dan batu." Pada suatu hari Daud menghadap Saul dan berkata kepadanya, Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena Goliat! Hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu. Tetapi Saul berkata kepada Daud, Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu! Mustahil engkau dapat melawan Goliat! Sebab engkau masih muda, sedang Goliat sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit. Tetapi Daud berkata kepada Saul, Tuhan telah melepaskan daku dari cakar singa dan dari cakar beruang. Dia pun akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu! Kata Saul kepada Daud, Pergilah! Tuhan menyertai engkau. Maka Daud mengambil tongkatnya lalu pergi. Ia memilih dari dasar sungai lima batu yang licin dan menaruhnya dalam kantung gembala yang dibawanya, yakni wadah batu, sedang umban tali dipegangnya. Demikianlah Daud mendekati Goliat, orang Filistin itu. Goliat sendiri makin dekat menghampiri Daud, dan di depannya berjalan orang yang membawa perisainya. Ketika Goliat melayangkan pandangannya dan melihat Daud, dihinanya Daud karena ia masih muda, kemerah-merahan dan elok parasnya. Goliat, orang Filistin itu, berkata kepada Daud, Anjingkah aku, maka engkau mendatangi aku dengan tongkat? Lalu demi para dewa, orang Filistin itu mengutuki Daud. Lalu dia menantang Daud, Hadapilah aku, maka aku akan memberikan dagingmu kepada burung di udara dan kepada binatang-binatang di padang. Tetapi Daud berkata kepada Goliat, orang Filistin itu, Engkau mendatangi aku dengan pedang, tombak serta lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama Tuhan semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. Hari ini juga Tuhan akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku! Aku akan mengalahkan engkau dan memenggal putus kepalamu! Hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, dan supaya segenap jemaah ini tahu bahwa Tuhan menyelamatkan bukan dengan pedang atau lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran, dan Ia akan menyerahkan kamu ke dalam tangan kami. Ketika orang Filistin itu bergerak maju menyongsong Daud, segera larilah Daud ke barisan musuh menghadapi Goliat. Lalu Daud memasukkan tangannya ke dalam kantung batu, diambilnyalah sebuah batu, lalu diumbankannya. Maka kenalah dahi Goliat, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah. Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin itu dengan umban dan batu; ia mengalahkan Goliat dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan. Daud berlari mendapatkan orang Filistin itu, lalu berdiri di sebelahnya; diambilnyalah pedang Goliat, dihunusnya dari sarungnya, lalu ia menghabisi Goliat. Dipancungnyalah kepala Goliat dengan pedangnya sendiri. Demikianlah sabda Tuhan U. Syukur kepada Allah. Mazmur Tanggapan Ref. Terpujilah Tuhan, gunung batuku. Ayat. (Mzm 144:1b.2.9-10) 1. Terpujilah Tuhan, Gunung Batuku! Ia mengajar tanganku bertempur, Ia melatih jari-jariku berperang! 2. Ia menjadi tempat perlindungan dan kubu pertahananku, kota bentengku dan penyelamatku; Ia menjadi perisai, tempat aku berlindung; Dialah yang menundukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasaku! 3. Ya Allah, aku hendak menyanyikan lagu baru bagi-Mu; dengan gambus sepuluh tali aku hendak bermazmur. Sebab Engkaulah yang memberikan kemenangan kepada raja-raja, dan yang membebaskan Daud, hamba-Mu! Bait Pengantar Injil Ref. Alleluya Ayat. Yesus memberitakan Injil Kerajaan Allah, dan menyembuhkan semua orang sakit. Alleluya. Tuhan Yesus datang ke dunia membawa keselamatan Allah. Ia datang bukan untuk menghukum dan membinasakan melainkan untuk mengasihi dan menyelamatkan orang yang dikasihi-Nya. Hukum kasih Allah harus tetap ditegakkan di atas hukum Sabat. Hukum tidak boleh menghalangi pelaksanaan karya keselamatan Allah. Yesus menunjukkan kuasa-Nya atas hari Sabat. Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (3:1-6) "Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat menyelamatkan nyawa orang atau membunuhnya?" Demikianlah Injil Tuhan U. Terpujilah Kristus. Renungan Jika kita bingung dengan banyak aturan, untuk mengujinya hanya diperlukan tes sederhana: aturan itu mengajak berbuat baik atau jahat. Setiap aturan yang tidak mengarah pada sikap, tindakan dan perbuatan baik, pasti ada yang slip dalam proses penghayatannya. Namun, jauh dari soal itu, yang terpenting bukan aturannya, melainkan martabat manusianya. Pesan Injil: Jangan degil (picik) dengan aturan. Doa Malam Yesus, layaklah Engkau marah, karena kami sering mudah tergoda untuk berbuat jahat daripada berbuat baik, membunuh sesama dengan kata-kata yang tajam dan mematikan daripada menyelamatkan dengan kata-kata yang menghibur dan menguatkan. Jauhkanlah kami dari semua hal buruk yang tak Kausukai. Amin. RUAH
__________________
ﷲ ☯ ✡ ☨ ✞ ✝ ☮ ☥ ☦ ☧ ☩ ☪ ☫ ☬ ☭ ✌
|
|
#72
|
||||
|
||||
|
Kamis, 19 Januari 2012
Hari Biasa Pekan II "Bilamana roh-roh jahat itu melihat Yesus, mereka jatuh tersungkur di hadapan Yesus dan berteriak, "Engkaulah Anak Allah" (Markus 3:11) Antifon Pembuka (Mzm 56:10b.11.12a) Aku yakin, bahwa Allah memihak aku. Kepada Allah yang sabda-Nya kupuji, kepada Tuhan yang sabda-Nya kujunjung tinggi, kepada Dia aku percaya tidak takut. Doa Renungan Allah Bapa yang kekal dan kuasa, Engkaulah keselamatan bagi siapa saja yang berseru kepada-Mu. Katakanlah sabda-Mu, agar menjadi pegangan kami dalam bahaya dan bebaskanlah kami dari keragu-raguan. Ulurkanlah tangan-Mu untuk menolong kami dan teguhkanlah iman kami akan kehadiran-Mu di tengah kami dalam diri Yesus, Putra-Mu yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang segala masa. Amin. Bacaan dari Kitab Pertama Samuel (18:6-9; 19:1-7) "Saul berikhtiar membunuh Daud." Sesudah Daud mengalahkan Goliat, orang Filistin itu, pasukan-pasukan Israel pulang. Maka di segala kota Israel, keluarlah wanita-wanita menyongsong Raja Saul sambil menyanyi dan menari-nari dengan memukul rebana, dengan bersuka ria dan dengan membunyikan gerincing; dan perempuan yang menari-nari itu menyanyi berbalas-balasan, katanya: “Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa.” Maka bangkitlah amarah Saul dengan amat sangat! Perkataan itu menyebalkan hatinya, sebab pikirnya, “Kepada Daud mereka perhitungkan berlaksa-laksa, tetapi kepadaku diperhitungkan beribu-ribu; akhir-akhirnya jabatan raja itu pun akan jatuh kepadanya.” Sejak hari itu Saul selalu menaruh dendam kepada Daud. Maka Saul mengatakan kepada Yonatan, anaknya, dan kepada semua pegawai-pegawainya, bahwa Daud harus dibunuh. Tetapi Yonatan, anak Saul itu, sangat suka kepada Daud, sehingga Yonatan memberitahukan kepada Daud, “Ayahku Saul berikhtiar membunuhmu. Oleh sebab itu, berhati-hatilah besok pagi, duduklah di suatu tempat perlindungan dan bersembunyilah di sana . Aku akan keluar dan mendampingi ayahku di padang tempatmu itu. Aku akan berbicara dengan ayahku perihalmu dan aku akan melihat bagaimana keadaannya, lalu memberitahukannya kepadamu.” Lalu Yonatan mengatakan yang baik tentang Daud kepada Saul, ayahnya; katanya, “Janganlah Raja berbuat dosa terhadap Daud, hamba-Nya, sebab ia tidak berbuat dosa terhadapmu. Bukankah apa yang diperbuatnya sangat baik bagimu! Daud telah mempertaruhkan nyawanya dan telah mengalahkan orang Filistin itu, dan karena dia, Tuhan telah memberikan kemenangan besar kepada seluruh Israel . Tatkala melihatnya, engkau bersukacita karenanya. Mengapa engkau hendak berbuat dosa terhadap orang yang tidak bersalah dengan membunuh Daud tanpa alasan?” Saul mendengarkan perkataan Yonatan, lalu bersumpah, “Demi Tuhan yang hidup, ia tidak akan kubunuh.” Lalu Yonatan memanggil Daud dan memberitahukan kepadanya segala perkataan itu. Yonatan membawa Daud kepada Saul dan ia bekerja padanya seperti semula. Demikianlah sabda Tuhan. U. Syukur kepada Allah. Mazmur Tanggapan Ref. Kepada Allah, aku percaya tidak takut. Ayat (Mzm 6:2-3.9-10a.10b-11.12-13, R:5bc) 1. Kasihanilah aku, ya Allah, sebab orang menginjak-injak aku, sepanjang hari mereka memerangi dan menghimpit aku! Seteruku menginjak-injak aku sepanjang hari, bahkan banyak orang menyerbu aku dari tempat tinggi. 2. Tuhan, Engkau tahu akan sengsaraku, air mataku Kautaruh dalam kirbat-Mu. Bukankah semuanya telah Kaucatat? Musuhku akan mundur pada waktu aku berseru. 3. Aku yakin, bahwa Allah berpihak kepadaku. Kepada Allah, yag firman-Nya kupuji, kepada Tuhan, yang sabda-Nya kujunjung tinggi. 4. Kepada-Nya aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadapku? Nazarku kepada-Mu, ya Allah, akan kupenuhi dan kurban syukur akan kupersembahkan kepada-Mu. Bait Pengantar Injil, do = bes, PS 954 Ref. Alleluya Ayat. (2 Tim 1:10b) Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut dan menerangi hidup dengan Injil Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (3:7-12) "Roh-roh jahat berteriak, "Engkau Anak Allah." Tetapi dengan keras Yesus melarang memberitahukan siapa Dia." Sekali peristiwa, Yesus menyingkir ke Danau Galilea bersama murid-murid-Nya, dan banyak orang dari Galilea mengikuti Dia. Juga dari Yudea, dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus serta Sidon datanglah banyak orang kepada-Nya. Sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya. Karena orang banyak itu, Yesus menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya, jangan sampai Dia terhimpit oleh mereka. Sebab Yesus menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desak ingin dijamah oleh-Nya. Bilamana roh-roh jahat melihat Yesus, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak, “Engkaulah Anak Allah!” Tetapi dengan keras Yesus melarang mereka memberitahukan siapa Dia. Inilah Injil Tuhan kita! U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan! Renungan Pernah saat test, saya menyontek. Semula tidak ada pikiran untuk menyontek karena saya sudah belajar. Namun saat test berlangsung, ada satu soal yang saya agak kesulitan menjawab. Melihat teman-teman banyak yang menyontek, saya tergoda pula untuk menyontek. Dalam hati terdalam sebenarnya, saya sudah berniat tidak menyontek, saya ingin nilai yang murni, ingin jujur. Namun ada pikiran yang muncul, "tidak apa-apa menyontek, kan banyak teman lain yang melakukannya." Pikiran itu begitu mengganggu sampai akhirnya saya jatuh dalam godaan itu dan menyontek. Saya mengakui dalam hidup ini tidak pernah lepas dari godaan setan. Kekuatan setan itu terus mengganggu dan membujuk untuk melakukan hal yang tidak semestinya. Orang tahu bahwa korupsi itu jahat, tetapi juga melakukannya. Orang tahu bahwa terus membenci itu tidak baik, tetapi orang juga tidak mau mengampuni. Yesus hari ini mengajari kita untuk tegas terhadap godaan setan. Setan kalau dibiarkan akan terus menggoda dan tidak pernah berhenti sebelum kita jatuh. Namun kalau kita kuat, kuat dalam doa, dalam iman dan dalam pilihan sikap, setan akan berhenti dan mengakui kekuatan kita. Ia tidak lagi menguasai kita, tetapi kitalah yang mampu menguasai setan dan mengusirnya. CONTEMPLATIO: Ambillah waktu untuk hening, entah pagi atau malam hari, entah di kamar atau di tempat Anda nyaman. Dalam keheningan itu, sadari dan rasakan, pernahkah Anda mengalami godaan-godaan setan? Sebut dalam batin godaan-godaan itu. Adakah godaan yang paling besar dan mempengaruhi hidup Anda? Sikap apa yang biasanya Anda lakukan ketika godaan itu datang? Anda memang rapuh setiap kali godaan datang? Atau Anda cukup kuat dan tegas bila godaan itu datang? ORATIO: Tuhan, kuatkanlah kami dalam setiap godaan, agar kami tidak jatuh melainkan tetap bertahan seperti Yesus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin. MISSIO: Hari ini aku akan belajar tegas dan kuat terhadap setiap godaan yang datang. Renungan Harian Mutiara Iman 2012 -- FX Sugiyana, Pr
__________________
ﷲ ☯ ✡ ☨ ✞ ✝ ☮ ☥ ☦ ☧ ☩ ☪ ☫ ☬ ☭ ✌
|
|
#73
|
||||
|
||||
|
Jumat, 20 Januari 2012
Hari Biasa Pekan II “Roh Kudus mempergunakan Gereja-gereja dan persekutuan-persekutuan gerejawi sebagai sarana demi keselamatan” (Katekismus Gereja Katolik, 819) Antifon Pembuka (Mzm 57:2) Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku, sebab kepada-Mulah jiwaku berlindung; di bawah sayap-Mu aku akan bernaung sampai berlalulah malapetaka ini. Doa Pagi Allah Tuhan kami, betapa indahnya sikap yang ditunjukkan Daud kepada Saul. Ia tidak membalas kejahatan dengan kejahatan tetapi dengan kebaikan hati. Semoga kami pun dapat meneladan sikap ini, selalu berbuat baik bahkan terhadap musuh sekalipun. Amin. Rasa iri, dengki dan dendam pasti akan memperkeruh suasana hidup bersama. Sebaliknya, sikap rendah hati, pemurah, pemaaf dan menghormati orang lain akan menyadarkan sikap orang yang tidak benar. Sikap Daud yang pemaaf akhirnya menyadarkan sikap Saul yang akan membunuhnya. Tuhan sangat menyukai sikap Daud ini. Dialah figur seorang pemimpin yang sejati. Bacaan dari Kitab Pertama Samuel (24:3-21) "Aku tidak akan menjamah Saul sebab dialah orang yang diurapi Tuhan." Pada suatu hari Saul mengambil 3000 orang pilihan dari seluruh orang Israel, lalu pergi mencari Daud dan orang-orangnya di gunung batu Kambing Hutan. Maka sampailah Saul ke kandang-kandang domba di tepi jalan. Di sana ada gua, dan Saul masuk ke dalamnya untuk membuang hajat, tetapi Daud dan orang-orangnya duduk di bagian dalam gua itu. Lalu berkatalah orang-orang itu kepada Daud, “Telah tiba hari yang dikatakan Tuhan kepadamu: Sesungguhnya, Aku menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu. Maka perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik!” Maka Daud bangun, lalu memotong punca jubah Saul dengan diam-diam. Kemudian berdebar-debarlah hati Daud, karena telah memotong punca jubah Saul. Lalu ia berkata kepada orang-orangnya, “Dijauhkan Tuhanlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang yang diurapi Tuhan; dijauhkanlah aku dari menjamah dia, sebab dialah orang yang diurapi Tuhan.” Dengan perkataan itu Daud mencegah orang-orangnya; ia tidak mengizinkan mereka bangkit menyerang Saul. Sementara itu Saul bangun meninggalkan gua, hendak melanjutkan perjalanannya. Maka bangunlah Daud, ia keluar dari dalam gua itu dan berseru kepada Saul dari belakang, katanya, “Tuanku Raja!” Saul menoleh ke belakang. Maka Daud berlutut dengan mukanya ke tanah dan sujud menyembah. Lalu berkatalah ia kepada Saul, “Mengapa engkau percaya akan perkataan orang-orang yang mengatakan: Sesungguhnya Daud mengikhtiarkan celakamu? Ketahuilah, pada hari ini Tuanku sendiri melihat, bahwa hari ini Allah menyerahkan engkau ke dalam tanganku dalam gua itu. Ada orang yang menyuruh aku membunuh engkau, tetapi aku merasa sayang kepadamu karena pikirku: Aku tidak akan menjamah tuanku itu, sebab dialah orang yang diurapi Tuhan. Lihatlah ini, Bapaku! Lihatlah punca jubahmu ada dalam tanganku. Dari kenyataan bahwa aku memotong punca jubahmu dengan tidak membunuh engkau, dapatlah kauketahui dan kaulihat, bahwa tanganku bersih dari kejahatan dan pengkhianatan, dan bahwa aku tidak berbuat dosa terhadap engkau, walaupun engkau mengejar-ngejar aku untuk mencabut nyawaku. Tuhan kiranya menjadi hakim di antara aku dan engkau! Tuhan kiranya membalaskan aku kepadamu, tetapi tanganku tidak akan memukul engkau; seperti peribahasa orang tua-tua mengatakan: Dari orang fasiklah timbul kefasikan. Sungguh, tanganku tidak akan memukul engkau! Terhadap siapakah raja Israel keluar berperang? Siapakah yang kaukejar? Anjing mati! Seekor kutu saja! Sebab itu Tuhan kiranya menjadi hakim yang memutuskan perkara kita! Kiranya Dia memperhatikan dan memperjuangkan perkaraku! Kiranya Ia memberi keadilan kepadaku dengan melepaskan aku dari tanganmu.” Setelah Daud selesai menyampaikan perkataan itu, berkatalah saul, “Suaramukah itu, ya anakku Daud?” Sesudah itu dengan suara nyaring menangislah Saul. Katanya kepada Daud, “Engkau lebih besar daripada aku, sebab engkau telah melaukan yang baik kepadaku, padahal aku melakukan yang jahat kepadamu. Telah kautunjukkan pada hari ini, betapa engkau telah melakukan yang baik kepadaku: Walaupun Tuhan telah menyerahkan aku ke dalam tanganmu, engkau tidak membunuh aku. Apabila seseorang menangkap musuh, masakan dilepaskannya dia pergi dengan selamat? Tuhan kiranya membalaskan dengan kebaikan apa yang kaulakukan kepadaku pada hari ini. Dari ini semua, sesungguhnya aku tahu, bahwa engkau pasti menjadi raja dan jabatan raja Israel akan tetap kokoh dalam tanganmu.”Demikianlah sabda Tuhan U. Syukur kepada Allah. Mazmur Tanggapan Ref. Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku. Ayat. (Mzm 57:2.3-4.6.11) 1. Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku, sebab kepada-Mulah jiwaku berlindung; di bawah sayap-Mu aku akan bernaung sampai berlalulah malapetaka ini. 2. Aku berseru kepada Allah, Yang Mahatinggi, kepada Allah yang mengerjakan segalanya bagiku: Kiranya Ia mengirim utusan dari surga dan menyelamatkan daku, mencegah orang-orang yang menganiaya aku; semoga Allah mengirimkan kasih setia dan kebenaran-Nya. 3. Bangkitlah mengatasi langit, ya Allah! Biarlah kemuliaan-Mu meliputi seluruh bumi! Sebab, kasih setia-Mu menjulang setinggi langit, dan kebenaran-Mu setinggi awan-gemawan. Bait Pengantar Injil Ref. Alleluya Ayat. Dalam diri Kristus Allah mendamaikan dunia dengan Diri-Nya dan mempercayakan warta perdamaian kepada kita Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan semua manusia. Untuk menjalankan misi-Nya ini, Yesus melibatkan manusia. Dua belas rasul dipilih-Nya menjadi rekan kerja dalam mewujudkan karya keselamatan Allah. Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (3:13-19) "Yesus memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya untuk menyertai Dia." Pada suatu hari Yesus naik ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya. Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia, untuk diutus-Nya memberitakan Injil, dan untuk menerima dari Dia kuasa mengusir setan. Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus, Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, yang keduanya Ia beri nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh; selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot, dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia. Demikianlah Injil Tuhan U. Terpujilah Kristus. Renungan Daftar murid Yesus ada dua belas orang. Mereka tidak sekadar dipanggil, tetapi juga dipilih. Hanya satu yang tidak memenuhi syarat sebagai orang pilihan, yakni Yudas Iskariot. Kualitas murid Yesus tidak sekadar memenuhi panggilan tetapi juga pilihan. Sebab, “Banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih”. Pesan Injil hari ini: Jadilah orang pilihan, jangan puas dengan hanya memenuhi panggilan seperti Yudas Iskariot. Doa Malam Terima kasih Yesus, Engkau telah memanggil kami dengan nama kami masing-masing. Engkau menghendaki supaya kami mewartakan kabar gembira kepada sesama lewat hidup kami. Semoga hidup kami tidak mengecewakan hati-Mu. Amin. RUAH
__________________
ﷲ ☯ ✡ ☨ ✞ ✝ ☮ ☥ ☦ ☧ ☩ ☪ ☫ ☬ ☭ ✌
|
|
#74
|
||||
|
||||
|
Jumat, 20 Januari 2012
Hari Biasa Pekan II Roh Kudus mempergunakan Gereja-gereja dan persekutuan-persekutuan gerejawi sebagai sarana demi keselamatan (Katekismus Gereja Katolik, 819) Antifon Pembuka (Mzm 57:2) Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku, sebab kepada-Mulah jiwaku berlindung; di bawah sayap-Mu aku akan bernaung sampai berlalulah malapetaka ini. Doa Pagi Allah Tuhan kami, betapa indahnya sikap yang ditunjukkan Daud kepada Saul. Ia tidak membalas kejahatan dengan kejahatan tetapi dengan kebaikan hati. Semoga kami pun dapat meneladan sikap ini, selalu berbuat baik bahkan terhadap musuh sekalipun. Amin. Rasa iri, dengki dan dendam pasti akan memperkeruh suasana hidup bersama. Sebaliknya, sikap rendah hati, pemurah, pemaaf dan menghormati orang lain akan menyadarkan sikap orang yang tidak benar. Sikap Daud yang pemaaf akhirnya menyadarkan sikap Saul yang akan membunuhnya. Tuhan sangat menyukai sikap Daud ini. Dialah figur seorang pemimpin yang sejati. Bacaan dari Kitab Pertama Samuel (24:3-21) "Aku tidak akan menjamah Saul sebab dialah orang yang diurapi Tuhan." Pada suatu hari Saul mengambil 3000 orang pilihan dari seluruh orang Israel, lalu pergi mencari Daud dan orang-orangnya di gunung batu Kambing Hutan. Maka sampailah Saul ke kandang-kandang domba di tepi jalan. Di sana ada gua, dan Saul masuk ke dalamnya untuk membuang hajat, tetapi Daud dan orang-orangnya duduk di bagian dalam gua itu. Lalu berkatalah orang-orang itu kepada Daud, Telah tiba hari yang dikatakan Tuhan kepadamu: Sesungguhnya, Aku menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu. Maka perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik! Maka Daud bangun, lalu memotong punca jubah Saul dengan diam-diam. Kemudian berdebar-debarlah hati Daud, karena telah memotong punca jubah Saul. Lalu ia berkata kepada orang-orangnya, Dijauhkan Tuhanlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang yang diurapi Tuhan; dijauhkanlah aku dari menjamah dia, sebab dialah orang yang diurapi Tuhan. Dengan perkataan itu Daud mencegah orang-orangnya; ia tidak mengizinkan mereka bangkit menyerang Saul. Sementara itu Saul bangun meninggalkan gua, hendak melanjutkan perjalanannya. Maka bangunlah Daud, ia keluar dari dalam gua itu dan berseru kepada Saul dari belakang, katanya, Tuanku Raja! Saul menoleh ke belakang. Maka Daud berlutut dengan mukanya ke tanah dan sujud menyembah. Lalu berkatalah ia kepada Saul, Mengapa engkau percaya akan perkataan orang-orang yang mengatakan: Sesungguhnya Daud mengikhtiarkan celakamu? Ketahuilah, pada hari ini Tuanku sendiri melihat, bahwa hari ini Allah menyerahkan engkau ke dalam tanganku dalam gua itu. Ada orang yang menyuruh aku membunuh engkau, tetapi aku merasa sayang kepadamu karena pikirku: Aku tidak akan menjamah tuanku itu, sebab dialah orang yang diurapi Tuhan. Lihatlah ini, Bapaku! Lihatlah punca jubahmu ada dalam tanganku. Dari kenyataan bahwa aku memotong punca jubahmu dengan tidak membunuh engkau, dapatlah kauketahui dan kaulihat, bahwa tanganku bersih dari kejahatan dan pengkhianatan, dan bahwa aku tidak berbuat dosa terhadap engkau, walaupun engkau mengejar-ngejar aku untuk mencabut nyawaku. Tuhan kiranya menjadi hakim di antara aku dan engkau! Tuhan kiranya membalaskan aku kepadamu, tetapi tanganku tidak akan memukul engkau; seperti peribahasa orang tua-tua mengatakan: Dari orang fasiklah timbul kefasikan. Sungguh, tanganku tidak akan memukul engkau! Terhadap siapakah raja Israel keluar berperang? Siapakah yang kaukejar? Anjing mati! Seekor kutu saja! Sebab itu Tuhan kiranya menjadi hakim yang memutuskan perkara kita! Kiranya Dia memperhatikan dan memperjuangkan perkaraku! Kiranya Ia memberi keadilan kepadaku dengan melepaskan aku dari tanganmu. Setelah Daud selesai menyampaikan perkataan itu, berkatalah saul, Suaramukah itu, ya anakku Daud? Sesudah itu dengan suara nyaring menangislah Saul. Katanya kepada Daud, Engkau lebih besar daripada aku, sebab engkau telah melaukan yang baik kepadaku, padahal aku melakukan yang jahat kepadamu. Telah kautunjukkan pada hari ini, betapa engkau telah melakukan yang baik kepadaku: Walaupun Tuhan telah menyerahkan aku ke dalam tanganmu, engkau tidak membunuh aku. Apabila seseorang menangkap musuh, masakan dilepaskannya dia pergi dengan selamat? Tuhan kiranya membalaskan dengan kebaikan apa yang kaulakukan kepadaku pada hari ini. Dari ini semua, sesungguhnya aku tahu, bahwa engkau pasti menjadi raja dan jabatan raja Israel akan tetap kokoh dalam tanganmu.Demikianlah sabda Tuhan U. Syukur kepada Allah. Mazmur Tanggapan Ref. Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku. Ayat. (Mzm 57:2.3-4.6.11) 1. Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku, sebab kepada-Mulah jiwaku berlindung; di bawah sayap-Mu aku akan bernaung sampai berlalulah malapetaka ini. 2. Aku berseru kepada Allah, Yang Mahatinggi, kepada Allah yang mengerjakan segalanya bagiku: Kiranya Ia mengirim utusan dari surga dan menyelamatkan daku, mencegah orang-orang yang menganiaya aku; semoga Allah mengirimkan kasih setia dan kebenaran-Nya. 3. Bangkitlah mengatasi langit, ya Allah! Biarlah kemuliaan-Mu meliputi seluruh bumi! Sebab, kasih setia-Mu menjulang setinggi langit, dan kebenaran-Mu setinggi awan-gemawan. Bait Pengantar Injil Ref. Alleluya Ayat. Dalam diri Kristus Allah mendamaikan dunia dengan Diri-Nya dan mempercayakan warta perdamaian kepada kita Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan semua manusia. Untuk menjalankan misi-Nya ini, Yesus melibatkan manusia. Dua belas rasul dipilih-Nya menjadi rekan kerja dalam mewujudkan karya keselamatan Allah. Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (3:13-19) "Yesus memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya untuk menyertai Dia." Pada suatu hari Yesus naik ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya. Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia, untuk diutus-Nya memberitakan Injil, dan untuk menerima dari Dia kuasa mengusir setan. Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus, Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, yang keduanya Ia beri nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh; selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot, dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia. Demikianlah Injil Tuhan U. Terpujilah Kristus. Renungan Daftar murid Yesus ada dua belas orang. Mereka tidak sekadar dipanggil, tetapi juga dipilih. Hanya satu yang tidak memenuhi syarat sebagai orang pilihan, yakni Yudas Iskariot. Kualitas murid Yesus tidak sekadar memenuhi panggilan tetapi juga pilihan. Sebab, Banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih. Pesan Injil hari ini: Jadilah orang pilihan, jangan puas dengan hanya memenuhi panggilan seperti Yudas Iskariot. Doa Malam Terima kasih Yesus, Engkau telah memanggil kami dengan nama kami masing-masing. Engkau menghendaki supaya kami mewartakan kabar gembira kepada sesama lewat hidup kami. Semoga hidup kami tidak mengecewakan hati-Mu. Amin. RUAH
__________________
ﷲ ☯ ✡ ☨ ✞ ✝ ☮ ☥ ☦ ☧ ☩ ☪ ☫ ☬ ☭ ✌
|
|
#75
|
||||
|
||||
|
Sabtu, 21 Januari 2012
Peringatan Wajib St. Agnes, Perawan dan Martir Agnes tidak takut akan tangan algojo berdarah. Ia tidak bergerak oleh suara rantai berat yang gemerincing --- St. Ambrosius Antifon Pembuka Inilah perawan yang budiman, yang keluar menyongsong Kristus dengan piala bernyala. Doa Renungan Allah Bapa kami di surga, semoga kami dapat berpegang teguh pada harapan yang ditimbulkan oleh sabda-Mu. Semoga hidup kami ini ditandai iman mantap akan Dikau, yang menciptakan kami untuk hidup. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin. Bacaan dari Kitab Kedua Samuel (1:1-4.11-12.19.23-27) "Para pahlawan gugur di medan perang." Setelah Saul mati, dan ketika Daud kembali sesudah memukul kalah orang Amalek dan tinggal dua hari di Ziklag, maka datanglah pada hari ketiga seorang dari tentara, dari pihak Saul, dengan pakaian terkoyak-koyak dan tanah di atas kepala. Ketika ia sampai kepada Daud, sujudlah ia ke tanah dan menyembah. Bertanyalah Daud kepadanya: "Dari manakah engkau?" Jawabnya kepadanya: "Aku lolos dari tentara Israel." Bertanyalah pula Daud kepadanya: "Apakah yang terjadi? Coba ceriterakan kepadaku." Jawabnya: "Rakyat telah melarikan diri dari pertempuran; bukan saja banyak dari rakyat yang gugur dan mati, tetapi Saul dan Yonatan, anaknya, juga sudah mati." Lalu Daud memegang pakaiannya dan mengoyakkannya; dan semua orang yang bersama-sama dengan dia berbuat demikian juga. Dan mereka meratap, menangis dan berpuasa sampai matahari terbenam karena Saul, karena Yonatan, anaknya, karena umat TUHAN dan karena kaum Israel, sebab mereka telah gugur oleh pedang. Kepermaianmu, hai Israel, mati terbunuh di bukit-bukitmu! Betapa gugur para pahlawan! Saul dan Yonatan, orang-orang yang dicintai dan yang ramah, dalam hidup dan matinya tidak terpisah. Mereka lebih cepat dari burung rajawali, mereka lebih kuat dari singa. Hai anak-anak perempuan Israel, menangislah karena Saul, yang mendandani kamu dengan pakaian mewah dari kain kirmizi, yang menyematkan perhiasan emas pada pakaianmu. Betapa gugur para pahlawan di tengah-tengah pertempuran! Yonatan mati terbunuh di bukit-bukitmu. Merasa susah aku karena engkau, saudaraku Yonatan, engkau sangat ramah kepadaku; bagiku cintamu lebih ajaib dari pada cinta perempuan. Betapa gugur para pahlawan dan musnah senjata-senjata perang! Demikianlah sabda Tuhan U. Syukur kepada Allah. Mazmur Tanggapan Ref. Buatlah wajah-Mu bersinar, ya Tuhan, maka kami akan selamat. Ayat. (Mzm 47:2-3.6-7.8-9) 1. Hai gembala Israel, pasanglah telinga-Mu, dengarkan kami, Engkau yang menggiring Yusuf sebagai kawanan! Engkau yang duduk di atas para kerub, tampillah bersinar di depan Efraim, Benyamin dan Manasye! Bangkitkanlah keperkasaan-Mu, dan datanglah menyelamatkan kami. 2. Tuhan, Allah semesta alam, berapa lama lagi murka-Mu menyala sekalipun umat-Mu berdoa? Mereka Kauberi makan ratapan dan Kauberi minum air mata berlimpah; Engkau menjadikan kami pangkal sengketa para tetangga, dan para musuh mengolok-olok kami. 3. Sebab Allah adalah Raja seluruh bumi, bermazmurlah dengan lagu yang paling indah! Allah merajai segala bangsa, di atas takhta-Nya yang kudus Ia bersemayam. Bait Pengantar Injil Ref. Alleluya, alleluya Ayat. Bukalah hati kami, ya Allah, agar dapat memperhatikan sabda Putra-Mu. Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (3:20-21) "Orang-orang mengatakan Yesus tidak waras lagi." Sekali peristiwa Yesus bersama murid-murid-Nya masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makan pun mereka tidak dapat. Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka, "Ia tidak waras lagi." Demikianlah Injil Tuhan U. Terpujilah Kristus. Renungan Oleh St Ambrosius Hari ini adalah hari pesta seorang perawan. Marilah meneladan kemurniannya! Hari ini adalah pesta seorang martir. Marilah kita mempersembhkan korban kita! Inilah hari pesta St. Agnes. Dikatakan bahwa ia menjadi martir pada usia 12 tahun; dan semakin keji kebengisan, yang tak mengenal belas kasih -- kepada anak masih begitu muda --- ternyata semakin besar juga kuasa iman, yang menemukan saksi pada usia begitu muda. Apakah ada tempat bagi luka pada badannya yang begitu kecil? Tetapi, meskipun ia tidak punya tempat untuk menyambut pedang, ia punya kemampuan untuk mengatasi pedang. Gadis seusia itu bahkan sudah tidak tahan melihat pandangan orang tua marah dan merasa biasa lekas menangis seakan menderita luka karena tusukan jarum. Tetapi, Agnes tidak takut akan tangan algojo berdarah. Ia tidak bergerak oleh suara rantai berat yang gemerincing. Seluruh tubuhnya ia serahkan kepada serdadu buas. Sampai saat itu, ia belum mempunyai pengalaman akan kematian, tetapi ia sedia untuk menjalaninya. Kalau ia tidak rela diseret ke altar pengorbanan, ia sedia merentangkan tangannya kepada Kristus di tengah-tengah api menyala dan bahkan di medan api durhaka ia memberi tanda kemenangan Tuhan yang menaklukkan segala. Ia sedia meletakkan tangan dan menaruhkan leher ke dalam belenggu besi, meskipun tidak ada rantai cukup baik untuk menancapkan anggota tubuhnya yang begitu lembut. Sumber: Bacaan Ofisi Para Kudus I, Yogyakarta: Kanisius, 1982, hlm. 27-28 Renungan Hubungan antara Saul dan Daud tidak selalu diwarnai oleh ketulusan hati. Ada saat Saul membenci Daud karena umat Israel lebih mengelu-elukan Daud. Mereka bersorak: ”Saul mengalahkan beribu-ribu musuh tetapi Daud berlaksa-laksa.” Saul merasa diremehkan; dia sakit hati, sangat marah dan menaruh dendam, sampai berniat untuk membunuh Daud. Di pihak lain Daud punya sikap berbeda. Ia mempunyai hati yang tulus. Walaupun Daud mempunyai kesempatan untuk membunuh Saul, namun Daud tidak melakukannya karena ia mencintai Saul, yang juga adalah orang yang diurapi Allah (bdk. 1Sam. 24:7). Cinta dan ketulusan hati Daud sangat kentara ketika ia mendengar bahwa Saul dan sahabat karibnya Yonatan gugur di medan perang. Ia sungguh merasa sedih. Ratapan sedihnya diungkapkannya dengan kata-kata yang sangat menyentuh: ”Betapa gugur para pahlawan di tengah-tengah pertempuran! Yonatan mati terbunuh di bukit-bukitmu. Merasa susah aku karena engkau, saudaraku Yonatan, engkau sangat ramah kepadaku; bagiku cintamu lebih ajaib daripada cinta perempuan” (2Sam. 1:25–26). Tidak dapat dipungkiri bahwa rasa iri, marah dan dendam kadangkala meliputi kita, misalnya saat kita merasa diremehkan atau disaingi. Daud mengajarkan kepada kita untuk memiliki kualitas-kualitas hati seperti ketulusan, kesejatian, cinta dan belarasa, yang perlu untuk membangun relasi kita baik dengan sesama maupun dengan Tuhan, walaupun ada saat kita disakiti atau diperlakukan tidak baik. Tuhan Yesus Kristus, berilah aku hati yang tulus, penuh semangat persaudaraan, agar aku selalu berkenan kepada-Mu dan sesamaku. Amin Ziarah Batin 2012, Renungan dan Catatan Harian
__________________
ﷲ ☯ ✡ ☨ ✞ ✝ ☮ ☥ ☦ ☧ ☩ ☪ ☫ ☬ ☭ ✌
|
|
#76
|
||||
|
||||
|
St. Agnes ![]() Mempelai Anak Domba ![]() St. Agnes hidup pada masa Gereja Perdana, yaitu masa ketika orang-orang Kristen mengalami penindasan serta penganiayaan yang kejam dalam pemerintahan bangsa Romawi. Ia wafat sebagai martir sekitar tahun 304 - 305 dalam pemerintahan Kaisar Diocletian. Usia Agnes pada waktu itu baru 13 tahun. Meskipun tidak banyak catatan sejarah yang ada mengenai St. Agnes, ia amat populer. Hal ini terutama karena St. Ambrosius serta para kudus Gereja lainnya banyak menulis tentangnya. `Agnes' dalam bahasa Latin berarti `anak domba' atau `kurban', sementara dalam bahasa Yunani berarti `murni, suci'. Agnes seorang gadis remaja yang cantik jelita dan berasal dari keluarga kaya. Banyak pemuda bangsawan Romawi terpikat padanya; mereka saling bersaing agar dapat memperisteri Agnes. Tetapi Agnes menolak mereka semua dengan halus dan mengatakan bahwa ia telah mengikatkan diri pada seorang Kekasih yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Procop, putera Gubernur Romawi, termasuk salah seorang di antara para pemuda yang amat marah dan merasa terhina oleh penolakan Agnes. Mereka melaporkan Agnes kepada Gubernur dengan tuduhan pengikut Kristus. Pada mulanya Gubernur bersikap ramah serta lembut kepadanya. Ia menjanjikan harta serta kedudukan jika saja Agnes mau menyangkal imannya dan menikah dengan Procop. Agnes menolak, berkali-kali diulanginya pernyataannya bahwa ia tidak dapat memiliki mempelai lain selain dari Yesus Kristus. Karena pernyataannya itu, Agnes diseret ke depan mezbah berhala dan diperintahkan untuk menyembahnya. Bukannya menyembah berhala, Agnes malahan mengulurkan tangannya dan membuat Tanda Salib, tanda kemenangan Kristus. Gubernur kemudian memperlihatkan kepadanya api penyiksaan, kait besi, serta segala macam alat penyiksa lainnya, tetapi gadis muda itu tetap tabah dan tidak gentar sedikit pun. Karena Agnes tetap keras kepala, Gubernur mengancam akan mengirim Agnes ke rumah pelacuran. Tetapi Agnes menjawab, Yesus Kristus amat pencemburu, Ia tidak akan membiarkan kemurnian para mempelainya dicemarkan seperti itu. Ia akan melindungi dan menyelamatkan mereka. Katanya lagi, Kalian dapat menodai pedang kalian dengan darahku, tetapi kalian tidak akan pernah dapat menodai kesucian tubuhku yang telah kupersembahkan kepada Kristus. Gubernur amat marah mendengar perkataannya itu. Ia memerintahkan agar Agnes, saat itu juga, dikirim ke rumah pelacuran dengan perintah bahwa semua orang berhak menganiayanya sesuka hati mereka. Orang banyak datang untuk menyaksikan peristiwa itu. Tetapi, ketika melihat pancaran sinar wajah Agnes yang kudus dan agung serta sikapnya yang tenang, penuh kepercayaan kepada Kristus yang melindunginya, orang banyak itu takut dan tidak berani mendekat. Seorang pemuda tampil dan berusaha mengganggu Agnes. Pada saat itu juga, dengan kilat yang dari surga, pemuda itu tiba-tiba menjadi buta dan jatuh ke tanah dengan tubuh gemetar. Teman-temannya dengan ketakutan membopongnya serta membawanya kepada Agnes yang kemudian menyanyikan lagu puji-pujian kepada Kritus, sehingga pemuda itu dapat melihat serta sehat kembali. Gubernur amat murka dan menjatuhkan hukuman mati pada Agnes. Algojo mendapat perintah rahasia untuk dengan segala cara membujuk Agnes, tetapi Agnes menjawab bahwa ia tidak akan pernah menyakiti hati Mempelai Surgawi-nya. Orang banyak menangis menyaksikan seorang dara yang lembut dan jelita dengan belenggu dan rantai yang terlalu besar bagi ukuran tubuhnya yang kecil, digiring ke tempat hukuman mati. Ia terlalu muda untuk memahami arti kematian, namun demikian ia siap menghadapinya tanpa gentar sedikit pun. Sesungguhnya, Agnes diliputi sukacita yang besar karena ia akan segera diperkenankan menyongsong mempelainya. Sama sekali tidak dihiraukannya ratap tangis mereka yang memohonnya untuk menyelamatkan nyawanya. Aku tidak akan mengkhianati Mempelai-ku dengan menuruti keinginan kalian, katanya, Ia telah memilihku dan aku adalah milik-Nya. Kemudian Agnes berdoa, membungkukkan badannya untuk menyembah Tuhan, dan segera menerima hujaman pedang yang menghantarkan jiwanya yang suci kepada kekasihnya. Agnes telah mempertahankan kemurniannya dan memperoleh mahkota martir di surga. Jenasah Agnes disemayamkan di pemakamam keluarga di Via Nomentana dekat kota Roma. Kurang lebih lima puluh tahun kemudian, yaitu pada tahun 354, Kaisar Konstantin Agung mendirikan sebuah gereja besar di tempat itu. Tubuh Agnes disemayamkan di bawah altar Gereja. Pada abad ketujuh, gereja itu kemudian dipugar, diperbesar serta diperindah dan sekarang dikenal sebagai Basilik St. Agnes. Selama berabad-abad, setiap tahun sekali, yaitu pada pesta St. Agnes, dua anak domba tak bercela dipersembahkan dan diberkati di Basilik St Agnes. Kemudian kedua anak domba itu dipelihara oleh para biarawati Benediktin dari Santa Cecilia di Trastevere hingga hari Kamis Putih, yaitu pada saat mereka digunting bulunya. Dari bulu mereka dibuatlah 12 pallium yaitu semacam stola istimewa yang dikirimkan kepada Bapa Suci. Bapa Suci memberikan pallium tersebut kepada para Uskup Agung yang mengenakannya sebagai lambang anak domba yang digendong oleh Gembala Yang Baik. Pesta St. Agnes dirayakan oleh Gereja Katolik di seluruh dunia setiap tanggal 21 Januari. "Kristus mempercantik jiwaku dengan perhiasan rahmat dan kebajikan. Aku ini milik Dia, yang dilayani oleh para malaikat." ~ St. Agnes
|
|
#77
|
||||
|
||||
|
Minggu, 22 Januari 2012
Hari Minggu Biasa III/B "Gereja harus terus-menerus berdoa dan bekerja untuk mempertahankan, memperkuat dan menyempurnakan kesatuan yang Kristus kehendaki untuk Dia" -- Katekismus Gereja Katolik, 820 Antifon Pembuka (Mzm 95:1.6) Marilah kita bersorak-sorai untuk Tuhan, bersorak-sorak bagi gunung batu keselamatan kita. Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan Tuhan yang menjadikan kita. Doa Renungan Allah Bapa kami, dengan perantaraan Yesus Putera-Mu, Engkau telah memanggil semua orang agar bertobat dan percaya kepada Injil. Kami mohon, jauhkanlah kami dari dosa-dosa, berilah kami keberanian untuk menanggapi panggilan-Mu dan menempuh jalan yang ditujukan oleh Yesus Kristus Putra-Mu, Tuhan kami yang hidup dan berkuasa, bersama Bapa dan Roh Kudus Allah sepanjang segala masa. Amin. Bacaan dari Nubuat Yunus (3:1-5.10) "Orang Niniwe berbalik dari tingkah lakunya yang jahat." Untuk kedua kalinya Tuhan berfirman kepada Yunus, "Bangunlah, dan berangkatlah ke Niniwe, kota besar itu. Sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu." Maka bersiaplah Yunus, lalu pergi ke Niniwe, sesuai dengan firman Allah. Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya, tiga hari perjalanan luasnya. Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru, "Empat puluh hari lagi Niniwe akan ditunggangbalikkan." Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa; baik orang dewasa maupun anak-anak mengenakan kain kabung. Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka; dan Ia pun tidak jadi melakukannya. Demikianlah sabda Tuhan U. Syukur kepada Allah. Mazmur Tanggapan, mi = fis, 4/4, PS 845 Ref. Tuhan adalah kasih setia bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya. Ayat. (Mzm 25:4bc-5ab.6-7bc.8-9) 1. Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan, tunjukkanlah lorong-lorong-Mu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku. 2. Ingatlah segala rahmat dan kasih setia-Mu, ya Tuhan, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala. Ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu, oleh karena kebaikan-Mu, ya Tuhan. 3. Tuhan itu baik dan benar, sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat. Ia membimbing orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati. Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus (1Kor 7:29-31) "Dunia seperti yang kita kenal sekarang ini akan berlalu." Saudara-saudara, waktunya singkat! Sebab itu dalam waktu yang masih sisa ini mereka yang beristeri hendaknya berlaku seolah-olah tidak beristeri; orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli. Pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang ini akan berlalu. Demikianlah sabda Tuhan U. Syukur kepada Allah Bait Pengantar Injil, do = g , 4/4, PS 962 Refren. Alleluya, alleluya, alleluya, alleluya Ayat. (Mrk 1:15) Kerajaan Allah sudah dekat. Percayalah kepada Injil! Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (1:14-20) "Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!" Sesudah Yohanes Pembaptis ditangkap, datanglah Yesus ke Galilea, memberitakan Injil Allah. Yesus memberitakan, "Waktunya telah genap. Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!" Ketika Yesus sedang berjalan menyusur Danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka itu penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka, "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." Mereka pun segera meninggalkan jalanya, dan mengikuti Yesus. Setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus segera memanggil mereka, dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di atas perahu bersama orang-orang upahannya. Lalu mereka mengikuti Yesus. Demikianlah Injil Tuhan U. Terpujilah Kristus Antifon Komuni (Yoh 8:12) Tuhan bersabda, "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup." Renungan Rekan-rekan yang baik! Hari Minggu ini kita dengar bagaimana Yesus mulai tampil di muka umum. Dua hal dilakukannya, yang pertama ialah mengumumkan Injil (Mrk 1:14-15) dan yang kedua, memanggil para murid yang pertama (1:16-20). Peristiwa ini terjadi di dekat Danau Galilea, di wilayah utara Tanah Suci. Kegiatan ini mengawali perjalanannya membawakan Kabar Gembira dalam ujud pengajaran dan macam-macam penyembuhan dari Galilea menuju ke selatan, sampai ke Yerusalem. KABAR GEMBIRA Disebutkan, setelah dibaptis, Yesus dipimpin Roh ke padang gurun (Mrk 1:12-13). Di sana selama 40 hari (Mrk 1:12-13) ia mengalami kehadiran Roh, tapi juga menghadapi kekuatan-kekuatan Iblis. Ia terpisah dari jangkauan sesama ("hidup bersama dengan binatang liar") namun disertai para malaikat. Begitulah cara Injil menampilkan Yesus sebagai manusia yang integritasnya teruji, sebagai manusia yang betul-betul dekat pada keilahian sehingga kekuatan yang jahat tidak dapat menguasainya. Orang seperti inilah yang tampil di masyarakat dan membawakan Kabar Gembira. Ia sendiri sudah mengalaminya dan karenanya dapat mewartakannya. Disebutkan pada awal Injil hari ini bahwa Yohanes Pembaptis ditangkap. Orang banyak tak lagi dapat datang menyatakan tobat seperti dulu. Tetapi kini ada tokoh yang lebih besar yang telah diberitakan sang Pembaptis sendiri. Dia sudah hadir dan mengabarkan bahwa "genaplah waktunya, Kerajaan Allah sudah dekat". Sekaligus ia mengajak orang-orang menumbuhkan sikap yang paling cocok menanggapi kenyataan baru ini, yakni "bertobat dan percaya kepada Injil". Orang Yahudi dulu membayangkan bahwa sejak awal Yang Maha Kuasa sudah menentukan kurun waktu sebelum datang zaman baru yang ditandai dengan kehadiran-Nya di dalam kehidupan orang-orang-Nya. Kurun waktu ini kini dinyatakan telah genap, telah terpenuhi. Masa menunggu sudah selesai. Zaman baru yang tadi dinanti-nantikan dan diungkapkan dengan gagasan "Kerajaan Allah" sudah ada di tengah-tengah manusia. Kini ada seorang manusia yang membiarkan diri sepenuhnya dijadikan tempat berdiam bagi-Nya. Di dalam diri orang inilah dapat dikatakan "Allah meraja". Jadi dalam paruh pertama pewartaan Yesus tadi hendak dikatakan ada orang yang benar-benar dapat menghadirkan kebesaran Allah di tengah-tengah manusia. Semakin dipikirkan, semakin jelas bahwa yang dibicarakan ialah diri Yesus sendiri. Dialah ujud nyata Kerajaan Allah yang sudah dekat itu. Beberapa waktu sebelumnya, pada saat pembaptisannya, ia dinyatakan sebagai orang yang amat dekat pada Yang Maha Kuasa dan ditandai oleh Roh. Kesungguhannya juga telah teruji. Ia dapat mengenali gerak kekuatan-kekuatan yang jahat dan yang baik. Pernyataan "Kerajaan Allah sudah dekat" itu pernyataan iman yang amat berani tanpa melebih-lebihkan, tetapi juga tanpa menutup-nutupi kebesaran dia yang mewartakannya. Pendengar di zaman apapun akan merasa dihadapkan pada kenyataan baru. Dan tak bisa lagi diam saja. Menganggapnya sepi sama saja dengan menolak dan tidak mempercayai kebenarannya. Mulai mencoba memahami berarti menerimanya dan mengarahkan diri pada kehadiran Allah dalam ujud orang yang ini. Itulah inti dari "bertobat". Pergantian haluan hidup hanyalah kelanjutan dari arah baru ini. Dan baru demikian orang bisa diajak mempercayai Injil, yakni Kabar Gembira. Manakah inti Kabar Gembira yang dibawakannya? Menurut Injil Yohanes, satu ketika Yesus mengajak dua orang yang mau mengenalnya agar datang dan melihat sendiri (Yoh 1: 38). Begitu pula dalam Injil Markus (juga Matius dan Lukas), Yesus mengajak orang-orang menemukan apa Kerajaan Allah itu bagi mereka sendiri dan bagaimana mereka bisa menjadi bagian darinya. Seperti ia sendiri. Inilah Kabar Gembira yang dibawakannya. Suatu warta yang memungkinkan kemanusiaan berkembang seutuh-utuhnya, tapi juga arah yang memungkinkan Allah bisa hadir sedekat-dekatnya. Bukan lagi warta harus begini harus begitu, tak boleh ini itu, melainkan warta yang membuat orang menemukan diri dalam Allah. Bagaimana kenyataannya di dalam hidup sehari-hari? Dalam bagian kedua bacaan Injil hari ini (ay. 16-20) ditunjukkan bagaimana Yesus mengajak orang-orang tertentu untuk menghidupi Kabar Gembira tadi. Bersama mereka nanti Yesus akan membawakan apa itu kehadiran Kerajaan Allah kepada orang banyak, apa itu kenyataan hidup yang membuat Allah dapat dirasakan hadir oleh orang banyak. Pengajaran, penyembuhan, pengusiran kekuatan roh jahat, semua inilah tanda-tanda hadirnya Allah di tengah kemanusiaan. Itulah ujud nyata Kerajaan-Nya yang dialami orang-orang pada waktu itu dan diceritakan kembali bagi generasi-generasi berikutnya. GALILEA Menurut Mrk 1:14 dan 16 Yesus mulai tampil di wilayah Galilea, di tempat-tempat di dekat danau, terutama di kota Kapernaum. Sudah pada zaman Perjanjian Lama, wilayah utara ini berbeda dengan Yudea di selatan, baik alamnya maupun kehidupan sosialnya. Di utara tanahnya lebih subur. Perekonomiannya lebih maju. Orang-orangnya lebih berpikir independen. Tetapi sering mereka dipandang kurang taat beragama oleh elit politik-religius di Yerusalem, yakni ahli Taurat, para imam, kaum Farisi. Memang di wilayah utara juga ada cukup banyak orang yang asalnya dari Yudea. Mereka pindah ke utara untuk mendapatkan nafkah lebih besar dan mencari peluang yang lebih luas. Keluarga Yesus kiranya juga dari Yudea. Karena itulah Yusuf dan Maria datang ke sana dari Nazaret di Galilea untuk menyensuskan diri seperti diceritakan Lukas (Luk 2:1-5). Macam-macam prasangka, lebih-lebih di bidang hidup keagamaan, lebih terasa di Yerusalem dan Yudea pada umumnya. Di utara orang biasa berhubungan dengan budaya lain. Di wilayah yang memiliki kebiasaan berpikir lebih luas itulah Yesus mulai mewartakan sesuatu yang baru. Ia didengarkan. Lihat misalnya kekaguman orang di Kapernaum mendengarkan uraiannya yang segar mengenai Taurat (Mrk 1:21-22; Luk 4:31-32). Mereka tertarik. Tidak pasif saja dan kemudian melupakannya. Tentu saja mereka tidak selalu menyambutnya dengan terbuka. Di Nazaret sendiri ia bahkan pernah ditolak (Mrk 6:1-6a Mat 13:53-58 Luk 4:16-30). Di wilayah Galilea sudah beberapa puluh tahun sebelumnya berkembang satu sektor perekonomian baru, yakni eksploitasi ikan dari danau. Pasar-pasar ikan di tepi danau bertumbuh dan akhirnya menjadi tempat hunian dan kota yang ramai. Kapernaum ialah salah satu dari kota-kota itu. Begitu juga Magdala, Betsaida, dan wilayah Genesaret di tepi danau Tiberias. Nanti Yesus akan mondar-mandir di antara kota-kota itu ikut perahu para nelayan. Dalam ukuran zaman itu para nelayan ialah orang-orang yang maju dalam bisnis. Salah satu usahawan seperti itu ialah Zebedeus, ayah Yakobus dan Yohanes. Juga Simon Petrus dan Andreas adalah pebisnis ikan yang mapan. Memang kebanyakan masih dilakukan sendiri, dari menjala, menyortir, kemudian membawanya ke pasar. Umumnya orang-orang itu lincah berusaha. Inilah orang-orang yang dijumpai Yesus dan yang kemudian menjadi pengikutnya. Bahkan dari antara mereka ada yang menjadi murid-muridnya yang pertama. Yesus melihat kemungkinan-kemungkinan yang ada. Ia tidak menunggu orang datang kepadanya. Ia mendatangi para nelayan itu, menyertai mereka. Begitulah ia makin didengar orang. PANGGILAN Dalam petikan Injil ini juga diceritakan Yesus memilih murid sebagai rekan sekerja. Simon Petrus dan Andreas dipanggil ketika mereka tengah menangani pekerjaan mereka menjala ikan. Mereka serta-merta meninggalkan jala mereka untuk mengikuti Yesus. Juga Yakobus dan Yohanes segera meninggalkan perahu serta ayah mereka yang kiranya pemilik perusahaan ikan yang sukses tadi. Orang-orang ini melihat kenyataan "Kerajaan Allah" dalam diri orang yang mengajak mereka ikut. Dan mereka tidak ingin kehilangan dia. Mereka pun mengikutinya dan berpindah gaya hidup. Itulah "bertobat" bagi mereka. Dan itu juga kenyataan "percaya kepada Injil". Terlihat kini Kerajaan Allah mulai hidup dalam diri orang-orang di sekitar Yesus juga. Mereka yang dipanggil itu akan dijadikan penjala manusia (Mrk 1:17=4:19). Sering diartikan mencari pengikut sebanyak-banyaknya, seperti mendulang lubuk misi! Tafsiran seperti itu tidak klop, baik dulu maupun sekarang, bahkan bisa memerosotkan panggilan yang digambarkan Injil. Dalam Luk 5:10 "penjala manusia" dirumuskan sebagai "anthropous (ese) zogron", artinya yang menangkap manusia untuk membawanya ke kehidupan. Begitulah penjelasan yang berasal dari zaman itu sendiri. Tanggung jawab para murid bukan menangkapi, tetapi mendukung, menuntun, memelihara, menguatkan orang agar bisa hidup terus, membuat orang menemukan jalan sendiri. Dan bukan hanya dalam kehidupan rohani belaka. Dapatkah Gereja menjadi wadah yang baru bagi mereka yang tertangkap bagi kehidupan itu? Atau wadah ini sendiri perlu dibenahi dulu sehingga memungkinkan panggilan menjadi pengikut Yesus? Bagi zaman kita ini, ajakan untuk membawa orang-orang ke kehidupan masih amat aktual. Juga dalam mengusahakan masyarakat yang lebih memungkinkan hidup pantas bagi semua. Juga dalam mengajak semua orang yang berkemauan baik untuk bersama-sama membangun masyarakat yang membangun keadaban, bukan merusaknya. Salam hangat, A. Gianto
__________________
ﷲ ☯ ✡ ☨ ✞ ✝ ☮ ☥ ☦ ☧ ☩ ☪ ☫ ☬ ☭ ✌
|
|
#78
|
||||
|
||||
|
Senin, 23 Januari 2012
Hari Biasa Pekan III “Kerinduan untuk memulihkan kesatuan semua orang Kristen adalah satu anugerah Kristus dan satu panggilan Roh Kudus” (Katekismus Gereja Katolik, 820) Antifon Pembuka (Mzm 89:21-22) Aku telah menemukan Daud, hamba-Ku; Aku telah mengurapinya dengan minyak kudus, maka tangan-Ku tetap menyertai dia, bahkan lengan-Ku meneguhkan dia. Doa Pagi Tuhan, mampukan kami untuk tetap tegar dan tidak takut dalam menghadapi berbagai persoalan hidup, yang ada kalanya menyita waktu dan perhatian kami. Sertailah setiap langkah kami sehingga berkat-Mu pun berlimpah dalam hidup kami. Amin. Orang beriman itu taat kepada kehendak Allah. Ia setia melaksanakan segala firman Tuhan. Maka ia menjadi seorang pribadi yang dapat dipercaya oleh pengikutnya. Segala perkataan dan tindakannya penuh kuasa dari Allah. Daud dipercaya seluruh kaum Israel untuk menjadi raja atas mereka. Mereka percaya bahwa Daud adalah orang pilihan Israel sendiri. Bacaan dari Kitab Kedua Samuel (5:1-7.10) Sekali peristiwa datanglah segala suku Israel kepada Daud di Hebron. Mereka itu berkata, “Ketahuilah, kami ini darah dagingmu. Telah lama engkaulah yang memimpin segala gerakan orang Israel, yakni sejak Saul memerintah atas kami. Lagipula Tuhan telah bersabda kepadamu: “Engkaulah yang harus menggembalakan umat-Ku Israel, dan engkaulah yang menjadi raja atas Israel”. Maka datanglah semua tua-tua Israel menghadap Daud di Hebron, lalu Daud mengadakan perjanjian dengan mereka di sana di hadapan Tuhan. Kemudian mereka mengurapi Daud menjadi raja atas Israel. Pada saat menjadi raja itu, Daud berumur tiga puluh tahun; dan selanjutnya empat puluh tahun lamanya ia memerintah. Di Hebron ia memerintah atas Yehuda tujuh tahun enam bulan, dan di Yerusalem ia memerintah tiga puluh tiga tahun atas seluruh Israel dan Yehuda. Kemudian raja dengan orang-orangnya pergi ke Yerusalem, menyerang orang Yebus, penduduk negeri itu. Tetapi mereka itu berkata kepada Daud, “Engkau tidak sanggup masuk kemari! Orang-orang buta dan orang-orang timpang akan mengenyahkan engkau!” Maksud mereka: Daud tidak sanggup masuk ke sana. Tetapi Daud merebut kubu pertahanan Sion, yaitu kota Daud. Maka makin lama makin besarlah kuasa Daud, sebab Tuhan, Allah semesta alam, menyertai dia. Demikianlah sabda Tuhan U. Syukur kepada Allah. Mazmur Tanggapan Ref. Kesetiaan dan kasih-Ku menyertai raja. Ayat. (Mzm 89:20.21-22.25-26) 1. Pernah Engkau berbicara dalam penglihatan kepada orang-orang yang Kaukasihi. Engkau berkata, “Telah Kutaruh mahkota di atas kepala seorang pahlawan, telah Kutinggikan seorang pilihan dari antara bangsa itu.” 2. Aku telah mendapat Daud, hamba-Ku; Aku telah mengurapinya dengan minyak-Ku yang kudus, maka tangan-Ku tetap menyertai dia, bahkan lengan-Ku meneguhkan dia. 3. Kesetiaan dan kasih-Ku menyertai dia, dan oleh karena nama-Ku tanduknya akan meninggi. Aku akan membuat tangannya menguasai laut, dan tangan kanannya menguasai sungai-sungai. Bait Pengantar Injil, do = bes, PS 954 Ref. Alleluya Ayat. (2 Tim 1:10b) Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut, dan menerangi hidup dengan Injil. Tiap manusia dikaruniakan roh pengudus di dalam dirinya. Berkat Sakramen Baptis, Roh Pengudus itu makin ditampakkan menjadi daya kekuatan yang menyelamatkan. Roh Kudus mengurapi tiap orang menjadi anak-anak Allah. Hidupnya selalu ada dalam lindungan-Nya. Maka, tiap orang mesti memelihara kekudusan dirinya agar tidak menodai Roh Kudus dalam dirinya. Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (3:22-30) Pada suatu hari datanglah ahli-ahli Taurat dari Yerusalem dan berkata tentang Yesus, “Ia kerasukan Beelzebul!” Ada juga yang berkata, “Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan.” Maka Yesus memanggil mereka, lalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan, “Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis? Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan, dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan. Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri, kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, malahan sudah tamatlah riwayatnya! Camkanlah, tidak seorang pun dapat memasuki rumah seorang yang kuat, untuk merampas harta bendanya, kecuali kalau ia mengikat lebih dahulu orang kuat itu. Lalu barulah ia dapat merampok rumah itu. Aku berkata kepadamu: Sungguh, semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seseorang menghujat Roh Kudus, ia tidak akan mendapat ampun untuk selama-lamanya, sebab dosa yang dilakukannya adalah dosa yang kekal.” Yesus berkata demikian karena mereka bilang bahwa Ia kerasukan roh jahat. Demikianlah Injil Tuhan U. Terpujilah Kristus. Renungan Hujat terhadap Roh Kudus adalah dosa yang tak terampuni, karena orang menutup diri untuk berubah menjadi lebih baik, ketika memahami atau mengalami kebaikan yang akan mengubah hidupnya. Setiap manusia memiliki Roh yang hidup kekal abadi, yang merupakan percikan dari Roh Kudus. Dosa menghujat Roh Kudus berarti menolak Rohnya sendiri. Menolak Roh berarti mati. Doa Malam Tuhan, jagailah pintu bibirku agar apa yang aku ucapkan sungguh mendatangkan rahmat bagi yang mendengar. Jauhkanlah dariku sikap dan tutur kata yang mendukakan Roh Kudus-Mu. Amin. RUAH
__________________
ﷲ ☯ ✡ ☨ ✞ ✝ ☮ ☥ ☦ ☧ ☩ ☪ ☫ ☬ ☭ ✌
|
|
#79
|
||||
|
||||
|
Selasa, 24 Januari 2012
Peringatan Wajib Fransiskus dari Sales, Uskup Pujangga Gereja Hidup saleh membuat hidup keluarga penuh damai, cinta suami istri lebih manjur --- St Fransiskus de Sales Antifon Pembuka Ia membuka mulutnya di tengah umat. Roh kebijaksanaan dan pengetahuan dilimpahkan Tuhan ke dalam hatinya. Ia dihiasi semarak kemuliaan. Doa Renungan Tuhan, semoga kami bersuaha untuk menjadi pribadi yang lepas bebas, lahir batin. Bantulah kami dengan rahmat-Mu agar seluruh hidup kami dapat menjadi kurban persembahan yang berkenan di hati-Mu. Pembacaan dari Kitab Kedua Samuel (6:12b-15.17-19) "Daud dan segenap orang Israel mengarak tabut perjanjian dengan sorak-sorai." Pada waktu itu Daud pergi mengangkut tabut Allah dari rumah Obed-Edom ke kota Daud dengan sukacita. Setiap kali para pengangkat-pengangkat tabut Tuhan itu melangkah maju enam langkah, maka ia mengorbankan seekor lembu dan seekor anak lembu gemukan. Dan Daud menari-nari di hadapan Tuhan dengan sekuat tenaga; ia berbaju efod dari kain lenan. Daud dan seluruh orang Israel mengangkut tabut Tuhan itu dengan diiringi sorak dan bunyi sangkakala. Tabut Tuhan itu dibawa masuk, lalu diletakkan di tempatnya, di dalam kemah yang dibentangkan Daud untuk itu, kemudian Daud mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan di hadapan Tuhan. Setelah Daud selesai mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan, diberkatinyalah bangsa itu demi nama Tuhan semesta alam. Lalu dibagikannya kepada seluruh bangsa itu, kepada seluruh khalayak ramai Israel, baik laki-laki maupun perempuan, kepada masing-masing seketul roti bundar, sekerat daging, dan sepotong kue kismis. Sesudah itu pergilah seluruh bangsa itu, masing-masing ke rumahnya.Demikianlah sabda Tuhan Syukur kepada Allah. Mazmur Tanggapan Ref. Siapakah itu raja kemuliaan? Tuhanlah raja kemuliaan. Ayat. (Mzm 24:7.8.9.10) 1. Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang dan bukalah dirimu lebar-lebar, hai pintu-pintu abadi, supaya masuklah Raja Kemuliaan! 2. Siapakah itu Raja Kemuliaan? Tuhan, yang jaya dan perkasa, Tuhan yang perkasa dalam peperangan! 3. Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang dan bukalah dirimu lebar-lebar, hai pintu-pintu abadi, supaya masuklah Raja Kemuliaan! 4. Siapakah itu Raja Kemuliaan? Tuhan semesta alam, Dialah Raja Kemuliaan! Bait Pengantar Injil Ref. Alleluya Ayat. Terpujilah Engkau, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan Kaunyatakan kepada kaum sederhana. Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (3:31-35) "Barangsiapa melaksanakan kehendak Allah, dialah saudara-Ku." Sekali peristiwa datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus ke tempat Ia sedang mengajar. Mereka berdiri di luar, lalu menyuruh orang memanggil Yesus. Waktu itu ada orang banyak duduk mengelilingi Dia; mereka berkata kepada Yesus, “Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau.” Jawab Yesus kepada mereka, “Siapa ibu-Ku? Siapa saudara-saudara-Ku?” Yesus memandang orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu, lalu berkata, “Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku!” Demikianlah Injil Tuhan U. Terpujilah Kristus. Renungan Bagi keluarga-keluarga tertentu, tidak mengenakkan atau bahkan memalukan mempunyai anggota keluarga yang sakit jiwa atau tidak waras. Oleh keluarga-Nya Yesus pun dianggap demikian. Namun, tampaknya Ia tidak peduli dengan mereka. Mereka mendatangi Yesus yang sedang mengajar dan hanya berdiri di luar. Kepada Yesus disampaikan bahwa ibu dan saudara-saudara ada di luar dan ingin bertemu. Namun, jawaban yang diberikan Yesus ada di luar dugaan. ”Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku? ... Barang siapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku” (Mrk. 3:33–34). Dari peristiwa ini kita dapat mencatat pesan bahwa Yesus menunjuk mereka yang ada di sekeliling-Nya sebagai saudara-saudara dan ibu-Nya, yakni mereka yang mendengarkan Dia dengan saksama dan melaksanakan kehendak-Nya. Mereka adalah ‘insiders’ (orang dalam). Mereka inilah keluarga Yesus yang baru, yang membentuk relasi-relasi yang baru. Keluarga yang baru ini melampaui ikatan-ikatan tradisional keluarga, suku, dan budaya. Yang mengikat ialah relasi baru sebagai pelaksana Sabda dan kehendak-Nya serta iman sebagai penyerahan total kepada Yesus. Doa: Tuhan Yesus Kristus, engkau menggabungkan aku dalam keluarga-Mu yang baru. Jadikanlah aku pelaksana Sabda dan kehendak-Mu. Amin. Ziarah Batin 2012, Renungan dan Catatan Harian
__________________
ﷲ ☯ ✡ ☨ ✞ ✝ ☮ ☥ ☦ ☧ ☩ ☪ ☫ ☬ ☭ ✌
|
|
#80
|
||||
|
||||
|
Rabu, 25 Januari 2012
Pesta Bertobatnya St. Paulus, Rasul Penutupan Pekan Doa Sedunia Hanya satu hal. Satu hal saja yang Rasul Paulus takuti dan ia hindari, yaitu menyakitkan hati Tuhan (St. Yohanes Krisostomus) Antifon Pembuka (2Tim 11:12; 4:8) Aku tahu kepada siapa kupercayakan diriku, dan aku yakin bahwa Ia sanggup memelihara semuanya sampai hari terakhir, sebab Ia hakim yang adil. Doa Pagi Tuhan, kasih dan rahmat-Mu sungguh tak terbatas. Engkau memberikan itu semua kepada siapa saja yang Engkau kehendaki sekalipun orang berdosa. Terima kasih Tuhan atas St. Paulus yang Kaupilih menjadi alat-Mu, meskipun ia telah menganiaya Yesus, Putera-Mu. Amin. Bacaan dari Kisah Para Rasul (22:3-16) Pada waktu itu Paulus membela diri di hadapan orang-orang Yahudi, Aku adalah orang Yahudi, lahir di Tarsus di tanah Kilikia, tetapi dibesarkan di kota ini. Aku dididik dengan teliti di bawah pimpinan Gamaliel dalam hukum nenek moyang kita, sehingga aku menjadi seorang yang giat bekerja bagi Allah sama seperti kamu semua pada waktu ini. Aku telah menganiaya pengikut-pengikut Jalan Tuhan sampai mereka mati; laki-laki dan perempuan kutangkap dan kuserahkan ke dalam penjara. Tentang hal itu baik Imam Agung maupun Majelis Tua-tua dapat memberi kesaksian. Dari mereka aku telah membawa surat-surat untuk saudara-saudara di Damsyik, dan aku telah pergi ke sana untuk menangkap penganut-penganut Jalan Tuhan, yang ada di situ, dan membawa mereka ke Yerusalem untuk dihukum. Tetapi dalam perjalananku ke sana, ketika aku sudah dekat Damsyik, yaitu waktu tengah hari, tiba-tiba memancarlah dari langit cahaya yang menyilaukan mengelilingi aku. Maka rebahlah aku ke tanah, dan aku mendengar suatu suara yang berkata kepadaku: Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku? Jawabku: Siapakah Engkau, Tuhan? Kata-Nya: Akulah Yesus, orang Nazaret, yang kauaniaya itu. Mereka yang menyertai aku, memang melihat cahaya itu, tetapi suara Dia, yang berkata kepadaku, tidaklah mereka dengar. Maka kataku: Tuhan, apakah yang harus kuperbuat? Kata Tuhan kepadaku: Bangkitlah dan pergilah ke Damsyik. Di sana akan diberitahukan kepadamu segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu. Sebab aku tidak dapat melihat oleh karena cahaya yang menyilaukan mata itu, maka kawan-kawan seperjalananku memegang tanganku dan menuntun aku ke Damsyik. Di situ ada seorang bernama Ananias, seorang saleh yang hidup menurut hukum Taurat dan terkenal baik di antara semua orang Yahudi yang ada di situ. Ia datang berdiri di dekatku dan berkata: Saulus, saudaraku, bukalah matamu dan melihatlah! Dan seketika itu juga aku melihat kembali dan menatap dia. Lalu katanya: Allah nenek moyang kita telah menetapkan engkau untuk mengetahui kehendak-Nya, untuk melihat Yang Benar, dan untuk mendengar suara yang keluar dari mulut-Nya. Sebab engkau harus menjadi saksi-Nya terhadap semua orang tentang apa yang kaulihat dan kaudengar. Sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan berserulah kepada nama Tuhan, maka dosa-dosamu dihapuskan. Demikianlah sabda Tuhan U. Syukur kepada Allah. Atau: Tiap orang mempunyai pengalaman konkrit dalam hidupnya. Suatu peristiwa tertentu dapat mengubah seluruh haluan sejarah seseorang. Bahkan perubahan itu mampu mempengaruhi orang lain di sekitarnya. Perjalanan hidup Saulus menjadi Paulus sangat dramatis. Seorang penganiaya umat menjadi pembela iman Kristus. Pertobatannya mengubah wajah Gereja perdana. Bacaan dari Kisah Para Rasul (9:1-22) "Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan berserulah kepada nama Tuhan, maka dosa-dosamu dihapuskan." Ketika pecah penganiayaan terhadap jemaat, dengan hati berkobar-kobar Saulus mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Agung, dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya jika menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia dapat menangkap dan membawa mereka ke Yerusalem. Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba memancarlah cahaya dari langit mengelilingi dia. Ia rebah ke tanah, dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya, Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku? Jawab Saulus, Siapakah Engkau, Tuhan? Kata-Nya, AKulah Yesus yang kauaniaya itu. Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat. Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang jua pun. Saulus bangun dan berdiri lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa; teman-temannya harus menuntun dia masuk ke kota Damsyik. Tiga hari lamanya Saulus tidak dapat melihat, dan tiga hari lamanya ia tidak makan serta minum. Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan, Ananias. Jawabnya, Ini aku, Tuhan! Firman Tuhan, Pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang sedang berdoa, dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangan ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi. Jawab Ananias, Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyak kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem. Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu. Tetapi firman Tuhan kepada Ananias, Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain, kepada raja-raja dan orang-orang Israel. Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-ku. Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah Yudas. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya, Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat kembali dan penuh dengan Roh Kudus. Dan seketika itu juga seolah-olah ada selaput gugur dari mata Saulus, sehingga ia dapat melihat kembali. Saulus bangun, lalu dibaptis. Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya. Saulus tinggal beberapa hari bersama dengan murid-murid Tuhan di Damsyik. Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah. Semua orang yang mendengar hal itu heran dan berkata, Bukankah dia ini yang di Yerusalem mau membinasakan siapa saja yang memanggil nama Yesus? Dan bukankah ia datang ke sini dengan maksud menangkap dan membawa murid-murid Tuhan ke hadapan imam-imam kepala? Akan tetapi Saulus semakin besar pengaruhnya, dan ia membingungkan orang-orang Yahudi yang tinggal di Damsyik, karena ia membuktikan bahwa Yesus adalah Mesias. Demikianlah sabda Tuhan U. Syukur kepada Allah. Mazmur Tanggapan (do-f, 4/4 PS No. 827) Ref. Pergi ke seluruh dunia, wartakanlah Injil! Ayat. (Mzm 117:1.2; Ul: Mrk 16:15) 1. Pujilah Tuhan, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa! 2. Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan Tuhan untuk selama-lamanya. Bait Pengantar Injil Ref. Alleluya, alleluya, alleluya Ayat. (Yoh 15:16) Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah, dan buahmu itu tetap. Yesus, Allah Putera dan Allah Bapa itu satu. Segala kuasa Bapa telah diberikan kepada Putera. Maka, Yesus berkuasa mengampuni dosa-dosa dunia. Ia datang untuk menyelamatkan dunia dari belenggu kuasa setan. Inilah warta gembira bagi semua orang yang percaya. Karena itu, semua pengikut Kristus dikaruniakan kuasa yang sama untuk mengalahkan kuasa dunia. Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (16:15-18) "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil." Sekali peristiwa Yesus yang bangkit dari antara orang mati menampakkan diri kepada kesebelas murid, dan berkata kepada mereka, Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: Mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh. Demikianlah Injil Tuhan U. Terpujilah Kristus. Renungan Kebangkitan Yesus menjiwai hidup Santo Paulus. Percikan cahayanya sedemikian cemerlang hingga membutakan mata rasul besar ini. Titik perubahan Paulus justru karena daya kebangkitan Kristus yang tidak mampu ditolaknya. Kehebatannya sebagai ahli Taurat tak ada artinya, saat misteri kebangkitan Kristus tersingkap di depan matanya. Inilah Injil yang diwartakan Santo Paulus. Doa Malam Ya Allah yang hidup, semoga hidupku sepanjang hari ini menunjukkan kasih dan kebaikan-Mu; dan semoga lewat sikap hidupku aku dapat mewartakan Injil-Mu serta semakin banyak orang yang percaya kepada-Mu. Berkatilah hidupku, ya Allah. Amin. RUAH
__________________
ﷲ ☯ ✡ ☨ ✞ ✝ ☮ ☥ ☦ ☧ ☩ ☪ ☫ ☬ ☭ ✌
|
![]() |
|
|
Terkait
|
||||
| Thread | Forum | |||
| Inspirasi Make-up untuk Hari Raya | Health | |||
| JUAL cari buku INSPIRASI GAYA PASHMINA--HARI INI! | Buku | |||
| JUAL cari buku INSPIRASI GAYA PASHMINA [HARI INI!] | Buku | |||
| Renungan Hari Ini | Kristen | |||
| Renungan Hari ini | Katolik | |||