Ceriwis  

Go Back   Ceriwis > DISKUSI > Forex

Forex Diskusi apapun tentang Forex disini.

Reply
 
Thread Tools
  #51  
Old 3rd October 2012
Hepcat's Avatar
Hepcat Hepcat is offline
Enthusiast
 
Join Date: May 2011
Location: Jakarta
Posts: 187
Rep Power: 0
Hepcat is a Good manHepcat is a Good manHepcat is a Good manHepcat is a Good man
Default


hmmmm, kalo di hitung kira-kira ada berapa indikator forex yang ada di dalam 1 platform (MT4 contohnya). Sebut saja MA, MACD, RSI, Bollinger Bands, Ichimoku, Stochastic Oscillator, Zigzag, Parabolic, dan buaaannnyak lagi yang lainnya.

Mayoritas trader yang bisa dibilang masih baru merambah dunia trading atau sudah sedikit lama merambah dunia trading tentunya masih belajar indikator. Dan saya sendiri cukup yakin kalo trader tersebut waktu masih belajar 1 indikator forex pasti mempelajarin indikator forex lainnya, dan begitu seterusnya sampai trader tersebut bener-bener gak mampu menahannya semua di otaknya .

Banyak banget trader yang menghabiskan waktunya untuk nyari metode trading yang sempurna. Meskipun pada kenyataannya gak ada satupun metode yang mampu menjamin trader itu sukses 100%, tapi... ada beberapa yang punya variasi basic indikator forex yang cukup membantu untuk menentukan open posisi.


Quote:
Indikator forex = arah trend

Meskipun tidak mustahil untuk menghasilkan profit dengan melawan trend (counter-trend), namun kebanyakan trader memilih mengikuti trend dalam mendapatkan profit. Pada saat inilah indikator penunjuk arah trend bekerja.

Manfaat terpenting dari indikator ini adalah untuk memberi saran ketika kita akan membuat suatu open posisi BUY/SELL. Mari kita bahas salah satu indikator penunjuk arah trend yang paling simpel, yaitu Moving Average.

Sebagai contoh, kita menggunakan 2 buah moving average, 10-day dan 30-day. Secara teori, ketika MA 10-day berada di atas MA 30-day, maka arah trend adalah naik keatas, begitupula sebaliknya.

Semakin kecil ukuran MA yang digunakan, maka akan semakin cepat indikator ini bereaksi terhadap perubahan arah chart. Namun, setiap trader biasanya mempunyai ukuran MA sendiri yang disesuakan dengan gaya trading masing-masing baik itu short, medium atau long term.

Quote:
Indikator forex = konfirmasi trend

Market dalam jangka pendek bergerak naik turun secara cepat, maka akan lebih baik jika ada suatu cara untuk mengukur kepastian arah trend yang terjadi.

Salah satu indikator yang paling popular sebagai alat konfirmasi trend adalah Moving Average Convergence Divergence (MACD). Indikator ini memformulasikan 2 buah moving average exponential dan menunjukkannya melalui bentuk histogram yang positif atau negatif.

Ketika histogram menunjukkan daerah positif (mengarah keatas), maka trend dikonfirmasikan keatas (uptrend), begitupula sebaliknya (downtrend).

Namun satu hal yang perlu disarankan, baik indikator penunjuk arah trend ataupun konfirmasi trend ini bukanlah suatu signal yang menentukan buy / sell. Kedua indikator ini digunakan trader untuk memberikan keyakinan lebih dalam mengambil keputusan open posisi.
Next post saya bakalan membahas, 2 buah indikator yang salah satunya digunakan sebagai alat menentukan dimana saat yang tepat untuk taking profit.



What if you're wrong ? Don't call it a mistake, call it an education.

Last edited by Hepcat; 3rd October 2012 at 12:55 PM.
Reply With Quote
  #52  
Old 5th October 2012
Hepcat's Avatar
Hepcat Hepcat is offline
Enthusiast
 
Join Date: May 2011
Location: Jakarta
Posts: 187
Rep Power: 0
Hepcat is a Good manHepcat is a Good manHepcat is a Good manHepcat is a Good man
Default

Maap" kemaren mau posting malah sakit perut , sekarang sih udah agak mendingan dan saya sendiri pengen nerusin lanjutan postingan kemarin (nda afdol kalo nda kelarin yang kemaren ). Langsung aja lah ya


Indikator Overbought / Oversold

Sebelum saya jelasin mungkin ada beberapa yang agak kurang ngerti soal Overbought sama Oversold
Overbought = titik paling atas (baik itu dilihat secara per-hari atau dari keseluruhan chart)
Oversold = titik paling bawah (baik itu dilihat secara per-hari atau dari keseluruhan chart)

Trader biasanya dianjurkan untuk trading sesuai arah major trend. Namun terkadang kita tidak yakin apakah akan langsung melakukan open posisi secepatnya atau menunggu terjadinya pullback ketika major trend telah terkonfirmasi.

Contoh, ketika kita telah yakin bahwa major trend adalah turun, maka kita bisa memilih untuk open posisi saat itu juga, atau menunggu harga menguat sedikit sebelum melakukan open posisi.

Bila kita memilih menunggu terjadinya pullback, maka diharapkan resiko yang terjadi juga lebih kecil. Untuk itu, trader bisa memilih untuk menggunakan overbought / oversold indikator pada kondisi ini.

Salah satu indikator yang cocok untuk ini adalah relative strength index (RSI). Indikator ini mengakumulasikan pergerakan chart selama rentang waktu tertentu, dan mengkalkulasikannya kedalam suatu nilai bilangan dari 0 sampai dengan 100. Angka 20 pada RSI bisa diartikan bahwa harga berada pada kondisi oversold, dan angka 80 adalah kondisi overbought. Namun tidak semua trader menggunakan ukuran yang sama untuk kondisi tersebut.

Pada gambar dibawah ini kita menggunakan 3-day RSI, 50-day MA dan 200-day MA. Secara general ketika garis 50-day MA (warna kuning) berada di bawah garis 200-day MA (abu-abu), trader bisa langsung mengambil open posisi SELL. Namun trader bisa mempertimbangkan untuk melakukan open posisi SELL setelah RSI menunjukkan kondisi overbought (kolom transparan).



[B]Indikator Profit Taking[/B}

Tipe indikator terakhir yang diperlukan oleh trader ini adalah indikator yang mampu untuk menentukan kapan harus close posisi ketika berada pada kondisi profit. Ada beberapa indikator yang tersedia, bahkan 3-day RSI juga dapat digunakan untuk ini.

Salah satu Indikator yang paling popular untuk taking profit adalah Bollinger Bands. Indikator ini mengumpulkan data historis harga dan membentuknya menjadi suatu garis terowongan (channel).


Trader yang sedang melakukan open posisi buy dapat melakukan profit taking ketika harga menyentuh garis channel paling atas, dan trader yang melakukan open posisi sell dapat melakukan profit taking ketika harga menyentuh garis channel paling bawah.

Akhir kata (cie elah "akhir kata" ngeri amat yak bahasanya ), bagi trader yang ingin melakukan keputusan open posisi, kita mungkin harus sabar menunggu untuk menemukan momen yang tepat. Dengan mempelajari dasar-dasar dari indikator forex ini, kita dapat meminimalisir potensial resiko yang terjadi. Jangan lupa juga untuk selalu memperhatikan money management kita sesuai kemampuan capital yang tersedia.



What if you're wrong ? Don't call it a mistake, call it an education.

Last edited by Hepcat; 5th October 2012 at 11:08 AM.
Reply With Quote
Reply


Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off


Terkait
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
Gratis Voucher Belanja & Parcel Lebaran Tiap Minggu! Yuk Share Tips & Trik jengnuri123 Food Beverage 1 20th November 2013 11:49 PM
[SHARE] Strategi Mendapatkan Rebate di Trading Online Beenaround Forex 25 29th May 2012 01:28 PM
[Share] Tips & Trik Membuat pantun bakriegroup Lounge 0 27th May 2012 03:12 PM
Mau Kaya???Tips n Trik Bisnis Online noblack PTC dan sejenisnya 3 17th July 2010 02:15 PM

 


All times are GMT +7. The time now is 07:29 AM.