| FAQ |
| Calendar |
|
#581
|
||||
|
||||
![]() Data Inggris Beragam, Pound Malah Tenggelam Pound tergelincir terhadap dolar AS pada perdagangan Jumat, setelah rilisan laporan ekonomi Inggris yang beragam ditambah para pelaku pasar masih terus fokus pada diskusi mengenai keanggotaan Inggris di Uni Eropa. Biro Statistik Nasional Inggris, ONS, melaporkan penjualan ritel mengalami kenaikan 2,3% pada Januari, jauh di atas ekspektasi untuk kenaikan 0,8%. Sebelumnya di Desember penjualan ritel Inggris turun 1,4%, angka yang telah direvisi dari laporan sebelumnya yakni dengan penurunan 1,0%. Pada basis tahunan, penjualan ritel Inggris tumbuh 5,2% bulan lalu, angka ini juga melebihi ekspektasi untuk kenaikan 3,6%. Sementara penjualan ritel inti, yang tidak menghitung penjualan mobil dan bahan bakar, meningkat sebesar 2,3% di Januari, juga jauh di atas ekspektasi untuk kenaikan 0,7%. Penjualan ritel inti ini tergelincir 1,3% di bulan Desember, setelah direvisi dari estimasi sebelumnya dengan penurunan 0,9%. Sebuah laporan terpisah menunjukkan pinjaman bersih sektor publik Inggris menurun sebesar £11,81 miliar di Januari, relatif lebih baik dari ekspektasi untuk penurunan dari £13,95 miliar. Pada bulan Desember, pinjaman bersih sektor publik tumbuh £7,49 miliar, mengalami revisi pertumbuhan dari laporan sebelumnya sebesar £6,87 miliar. Terlihat sentimen terhadap pound masih rapuh karena diskusi masih akan berlanjut pada hari ini di Brussels, membahas tentang keanggotaan Inggris di Uni Eropa. Perdana Menteri David Cameron sebelumnya mengakhiri pembicaraan dengan Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk dan Komisioner Jean-Claude Juncker Jumat pagi tanpa menghasilkan kesepakatan. Sementara itu, pasar masih gelisah akibat dari harga minyak dunia yang kembali ke tren penurunannya pada hari Jumat, sehari setelah Administrasi Informasi Energi melaporkan persediaan minyak mentah AS bertambah 2,1 juta barel di pekan lalu, menjadi sebanyak 504,1 juta barel. GBP/USD pada perdagangan pagi Eropa sempat mencapai level 1,4297, dan menjadi level bawah sesi, meski kemudian konsolidasi ke level 1,4304, atau mencatat penurunan 0,23%. ‘Kabel’ diperkirakan masih berpeluang bergerak menuju level support di 1,4233, yang merupakan level bawah di sesi Rabu dan level resistance 1,4517, yang merupakan level atas di sesi Selasa. Sementara mata uang Inggris ini masih cukup stabil terhadap euro, dengan EUR/GBP diperdagangkan di level 0,7750. |
|
#582
|
||||
|
||||
![]() Yen Terkuat Saat Sentimen Pasar Kembali Negatif Safe Haven yen menguat terhadap mata uang utama pada sesi Selasa, karena harga minyak tergelincir lagi, pasar ekuitas yang kembali terseret sementara euro dan sterling masih defensif menyusul penurunan tajam di sesi sebelumnya. Harga minyak rally pada sesi Senin di tengah harapan bahwa pemangkasan produksi minyak AS akan membantu harga. Rally minyak sempat mendorong pasar ekuitas global tetapi minyak malah kembali berbalik turun di sesi hari ini di tengah kekhawatiran penurunan output di AS masih akan diimbangi oleh peningkatan produksi dari Iran. USD/JPY turun ke posisi terendah 111,86, terlemah sejak 12 Februari dan terakhir terpantau di level 112,17, atau turun 0,65% untuk hari ini. Sementara itu euro diperdagangkan di level terendah tiga tahun terhadap yen, dengan EUR/JPY turun 0,64% di 123,72. Mata uang tunggal stabil di hampir terendah tiga minggu terhadap dolar, dengan EUR/USD di level 1,1028 setelah mengakhiri sesi sebelumnya dengan penurunan 0,87%. Euro terhantamk kekhawatiran bahwa keluarnya Inggris dari Uni Eropa bisa berdampak negatif pada zona euro. Pound beringsut melemah terhadap dolar, dengan GBP/USD turun ke level 1,4128 setelah jatuh hingga ke level 1,4056 pada hari Senin mengakhiri sesi Senin dengan penurunan 0,8%. Penurunan pound terjadi setelah Walikota London Boris Johnson mengatakan ia akan kembali kampanyekan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa dalam referendum 23 Juni. Pengumuman itu merupakan pukulan terhadap kampanye Perdana Menteri David Cameron untuk tetap berada di blok tersebut dan menambahkan ketidakpastian atas hasil referendum. Indeks dolar AS, yang mencatat perdagangan greenback terhadap enam mata uang utama, bergerak tipis di level 97,37, bertahan di bawah level tertinggi tiga minggu di sesi Senin 97,61. |
|
#583
|
||||
|
||||
![]() Sterling Masih Di Sekitar Level Terendah 7 Tahun Pound masih diperdagangkan mendekati posisi terendah tujuh tahun terhadap dolar pada sesi Kamis karena kekhawatiran atas kemungkinan keluarnya Inggris dari Uni Eropa, sementara yen tetap stabil meskipun harga minyak kembali mencatat penurunan. Beberapa anggota senior partai Konservatif Perdana Menteri David Cameron, termasuk Walikota London Boris Johnson, mengatakan mereka akan mendukung kampanye untuk meninggalkan Uni Eropa. GBP/USD terakhir terpantau di level 1,3939 setelah jatuh 3,2% sepanjang pekan minggu ini di tengah ketidakpastian atas hasil dari referendum keanggotaan Inggris di Uni Eropa. Level bawah sterling 1,3877 pada sesi Rabu, merupakan level terlemah sejak Maret 2009. Sementara sterling bertahan di dekat level terendah 14 bulan terhadap euro, dengan EUR/GBP di level 0,7914. Pound juga stabil terhadap yen, dengan GBP/JPY di 156,08 setelah jatuh ke level terendah di level 154,7 pada hari Rabu, terendah sejak Oktober 2013. Pada perdagangan lain, safe haven yen bergerak tipis terhadap dolar, dengan USD/JPY diperdagangkan di level 112,17. Harga minyak merosot pada hari Kamis setelah data AS menunjukkan persediaan minyak AS berada pada rekor tinggi lainnya, namun minyak asih bertahan di atas level terendah hari Rabu, sehingga ampuh membatasi permintaan untuk aset safe haven. Belakangan ini euro berada di bawah tekanan di tengah kekhawatiran atas dampak Brexit pada perekonomian kawasan euro. Anjloknya Sterling ke posisi terendah tujuh tahun tak lepas dari peringatan yang dilontarkan Christine Lagarde pada hari Rabu. Kepala Dana Moneter Internasional, Christine Lagarde, memperingatkan bahwa pertumbuhan stabil yang dicapai oleh negara Uni Eropa bisa terancam dalam bulan-bulan mendatang, hingga menjelang voting pada 23 Juni. Itu ditambah dengan HSBC yang juga memperingatkan bahwa potensial Brexit dapat menyebabkan pound drop hingga 20%, menciptakan kenaikan tajam impor dan inflasi yang spiral, yang bisa memaksa Bank of England untuk menaikkan suku bunga. |
|
#584
|
||||
|
||||
![]() Penguatan Sterling Terhadap Dollar Masih Terbatas Pound menguat terhadap dolar AS pada sesi Jumat, karena sentimen greenback yang melemah menjelang serangkaian laporan data ekonomi utama AS dan juga atas Kekhawatiran potensial keluar Inggris Taya dari Uni Eropa yang sedikit mereda. Investor mengincar rilisan data Pertumbuhan Ekonomi AS, Pengeluaran pribadi dan data sentimen konsumen yang akan dirilis Jumat hari ini, sebagai indikasi selanjutya mengenai kekuatan ekonomi dan potensi kenaikan suku bunga AS tahun ini. GBP/USD terpantau mencapai level 1,4020 Selama perdagangan pagi di Eropa, tertinggi sejak Rabu meski kemudian konsolidasi pada level 1,4014, atau naik 0,37%. Dolar membentu support setelah data Menunjukkan pesanan barang tahan lama AS naik jauh melampaui perkiraan di bulan lalu. Sementara itu, penguatan pound diperkirakan masih terbatas ini disebabkan kekhawatiran atas potensial Brexit masih berkutat. Beberapa anggota senior partai Konservatif Perdana Menteri David Cameron, Termasuk Walikota London Boris Johnson, mengatakan bahwa mereka minggu ini akan mendukung kampanye untuk meninggalkan Uni Eropa. Sebelumnya Jumat, Gubernur Bank of England Mark Carney berbicara di Konferensi G20, di Shanghai mengatakan pertumbuhan global ibarat "serangkaian kekecewaan" dan bahwa stimulus moneter efektif karena mendukung kegiatan ekonomi. |
|
#585
|
||||
|
||||
![]() Sterling Kikis Penguatan Pasca Aktifitas Manufaktur Lemah Sterling kehilangan kekuatan pasca laporan aktivitas sektor manufaktur Inggris lemah yang mendekati level terendah tiga tahun, data industri dirilis pada Selasa. Dalam sebuah laporan, kelompok riset pasar Markit mengatakan bahwa aktifitas manufaktur Inggris turun menjadi 50,8 dengan penyesuaian pada bulan lalu dari 52,9 pada bulan Januari. Analis memperkirakan indeks hanya turun menjadi 52,2 pada bulan Februari. Angka ini merupakan level terendah sejak April 2013. Pasca laporan tersebut, Pound kikis penguatannya, tapi masih berhasil menguat terhadap mata uang lainnya. GBP/USD diperdagangkan naik 0,12% di 1,3932, dibandingkan 1,3996 sebelum data dirilis. Sementara terhadap yen, pound berhasil dengan GBP/JPY naik 0,55% di level 157,66, sebelum dirilis sempat berada di level 157,84. Dan pound juga menguat terhadap euro, EUR/GBP turun 0,23% diperdagangkan pada level 0,7797, sebelumnya sempat menyentuh level 0,7794. Berkenaan dengan kabel, investor akan terus memantau rilisan data manufaktur IS dengan Institute of Supply Management dijadwalkan juga melaporkan aktifitas kegiatan di sektor manufaktur. |
|
#586
|
||||
|
||||
![]() Risk Appetite Diminati, Dolar Menguat lagi Dolar menguat ke level tertinggi dua pekan terhadap yen pada sesi Rabu, setelah laporan ekonomi yang optimis dari Australia dan AS meredakan kekhawatiran atas perlambatan pertumbuhan global. USD/JPY naik 0,35% ke level 114,43, level tertinggi sejak 17 Februari. Risk appetite pun terdongkrak setelah data tadi malam menunjukkan bahwa ekonomi Australia tumbuh di laju tercepat di hampir dua tahun pada kuartal terakhir, dengan produk domestik bruto meningkat 0,6% yang mendorong pertumbuhan secara keseluruhan di 2015 menjadi 3,0%, jauh di atas -2,5% yang diperkirakan oleh ekonom dan bank sentral Australia. Di AS, data pada Selasa menunjukkan indeks aktifitas manufaktur Institute for Supply Management naik melebihi perkiraan di bulan lalu. Selain itu, belanja Konstruksi AS naik ke Level Tertinggi sejak Oktober 2007, pada bulan Januari, menunjukkan indikasi ekonomi AS kembali memperoleh momentum setelah-penurunan pada kuartal keempat. Laporan-laporan ini menggarisbawahi harapan Federal Reserve akan menaikkan suku bunga lagi tahun ini. Safe Haven yen juga melemah terhadap euro, dengan EUR/JPY naik 0,27% ke level 124,24, beranjak naik dari level terendah di hampir tiga tahun 122,05 yang disentuh pada Selasa. Indeks dolar AS, yang mencatat kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, stabil di dekat level tertinggi satu bulan di 98,47. |
|
#587
|
||||
|
||||
![]() Aktitas Jasa Suram, Sterling Tenggelam Pound beringsut melemah terhadap dolar dan euro pada hari Kamis setelah data menunjukkan pertumbuhan aktifitas sektor jasa inggris melambat ke level terlemah dalam tiga tahun di tengah kekhawatiran atas risiko Brexit yang merebak. Indeks Markit pada aktifitas sektor jasa turun menjadi 52,7 bulan lalu dari Januari di 55,6. Ekonom memperkirakan indeks hanya turun ke level 55,1. Ini merupakan angka terendah sejak Maret 2013. Pertumbuhan pesanan baru di sektor ini berada di laju terlemah sejak awal 2013 dan pertumbuhan lapangan kerja mencapai level terendah di dua setengah tahun. "Tanggapan Survei mengungkapkan bahwa perusahaan mencemaskan akan tanda-tanda goyahnya permintaan, tetapi pembahasan juga diresahkan oleh kekhawatiran terhadap potensi Brexit," Chris Williamson, kata kepala ekonom Markit mengatakan. "Luasnya perlambatan akan menjadi kejutan untuk para pembuat kebijakan dan pasti akan menjadi penantian setiap pembicaraan mengenai kenaikan suku bunga Bank of England," tambahnya. Data survei ini menyusul hasil survei serupa pada awal minggu yang menunjukkan aktivitas sektor manufaktur Inggris merosot ke level terendah di hampir tiga tahun di bulan lalu, sementara pertumbuhan sektor konstruksi melambat ke posisi terendah 10 bulan. GBP/USD sentuh level bawah 1,4034 sebelum kembali ke level 1,4082. Pound juga melemah terhadap euro, dengan EUR/GBP menguat ke level kenaikan 0,7745. Indeks dolar AS, yang mencatat perdagangan greenback terhadap enam mata uang utama, stabil di dekat level tertinggi satu bulan di 98,28. Penguatan Dolar ini berkat laporan ADP pada Rabu yang menunjukkan sektor swasta AS menambahkan 214.000 lapangan pekerjaan baru di bulan lalu, melampai ekspektasi untuk peningkatan 190.000. Sehinggam data positif ini memicu harapan bahwa laporan nonfarm payrolls pemerintah AS pada nanti Jumat akan menunjukkan pertumbuhan pekerjaan yang sama kuatnya. |
|
#588
|
||||
|
||||
![]() Laporan Data Tenaga Kerja, Sinyalemen Kekuatan Ekonomi AS Data sektor tenaga kerja AS kali ini memperlihatkan sebuah siyalemen kekuatan dimana pasar tenaga kerja menciptakan lapangan kerja yang bahkan lebih baik dari perkiraan di Januari sementara tingkat pengangguran terus bertahan di level terendahnya dalam kurun waktu delapan tahun terakhir. Data resmi dirilis Departemen Tenaga Kerja AS Jumat menunjukkan. Tercatat pada bulan Februari, sebanyak serapan tenaga kerja AS non pertanian AS meningkat sebanyak 242.000 lapangan kerja, jauh di atas laporan pada Januari yang hanya menciptakan 172.000 lapangan kerja bahkan setelah mengalami revisi dari laporan sebelumnya sebanyak 151.000 lapangan kerja. Sementara tingkat pengangguran masih bertahan di angka 4,9%, ini merupakan level terendahnya sejak Februari 2008. Padahal untuk laporan kali ini, banyak analis memperkirakan serapan lapangan kerja AS hanya bertambah sebanyak 190.000 lapangan kerja baru, meski tingkat pengangguran tidak mengalami perubahan, stabil di 4,9%. Ditambah laporan sebelumnya yang dirilis ADP, tingkat serapan sektor swasta mampu menciptakan porsi yang lebih besar lagi, di mana sebanyak 230.000 lapangan kerja baru tercipta di bulan Februari, jauh di atas ekspektasi konsensu yang hanya memperkirakan 185.000 lapangan kerja. Pertumbuhan serapan tenaga kerja dengan 12.000 pada sektor pemerinatahan, berhasil mengimbangi bahkan menutupi pemberhenian sebanyak 10.000 lapangan kerja sektor publik yang terjadi di Januari. Namun, laporan positif di Februari sedikit ternodai dengan catatan negatif di sektor ini. Dimana pendapatan rata-rata perjam tidak diduga justru mencatat penurunan meski hanya sedikit, yakni sebesar 0,1%, dibandingkan laporan di bulan lalu yang mencatat pertumbuhan 0,5% dan bertolak belakang dengan estimasi analis yang justru memperkirakan pertumbuhan sebesar 0,2%. Lebih jauh lagi, rata-rata pendapatan tiap pekannya juga mencatat sedikit penurunan menjadi 34,4, sementara konsensus memperkirakan stabil di angka 34,6. |
|
#589
|
||||
|
||||
![]() Dollar Menguat, Euro Terkena Lemahnya Data Jerman Dolar menguat terhadap sejumlah mata uang utama pada sesi Senin karena pasar terus simpulkan laporan beragam pekerjaan AS yang dirilis Jumat, sementara euro melemah setelah data menunjukkan pesanan pabrik Jerman turun bulan lalu. Indeks dolar AS menguat 0,37% pada level 97,61. Ekonomi AS menambahkan 242.000 pekerjaan baru bulan lalu dan tingkat pengangguran stabil di level terendah delapan tahun 4,9%. Tapi rata-rata penghasilan per jam turun 0,1% selama Februari, membalikkan kenaikan 0,5% yang terlihat pada bulan Januari. Lemahnya angka upah mengindikasikan bahwa inflasi konsumen kemungkinan akan tetap bertahan. Para pembuat kebijakan Fed memantau ketat inflasi karena mereka mencoba untuk menentukan kapan menaikkan suku bunga lagi. suku bunga yang lebih tinggi akan memperkuat posisi dolar sehingga membuatnya lebih menarik untuk investor pencari yield. Euro melemah terhadap dolar, dengan EUR/USD meluncur 0,45% ke level 1,0957, sementara EUR/JPY turun 0,62% ke level 124,44. Mata uang tunggal berada di bawah tekanan setelah data menunjukkan pesanan pabrik Jerman jatuh 0,1% pada bulan Januari, menambah penurunan 0,2% pada bulan Desember. Pesanan domestik mengalami penurunan 1,6% selama bulan tersebut, menunjukkan bahwa semakin melemahnya permintaan di negara ekonomi terbesar zona euro tersebut. Investor menantikan pertemuan Bank Sentral Eropa hari Kamis setelah bank sentral kecewakan harapan dengan stimulus yang lebih kecil dari perkiraan pada pertemuan bulan Desember. Namun dolar melemah terhadap yen, dengan USD/JPY turun 0,18% ke level 113,55, dari level tertinggi Jumat 114,25. Dolar Australia hentikan penguatan 4,4% pekan lalu, dengan AUD/USD turun 0,34% ke level 0,7412. |
|
#590
|
||||
|
||||
![]() Data Cina Runtuhkan Risk Appetite, Yen Dan Euro Menguat Safe haven yen dan euro menguat terhadap dolar pada sesi Selasa setelah data perdagangan Cina yang suram memicu kekhawatiran akan kondisi permintaan global, sehingga membebani m9inat pasar untuk aset dan mata uang berisiko. Ekspor China di Februari merosot 25,4 persen dari tahun sebelumnya, sementara impor turun 13,8 persen. Dolar jatuh 0,5 persen terhadap yen dan diperdagangkan di level 112,85, setelah sebelumnya menyentuh level penurunan satu pekan 112,75. Sementara Euro naik 0,2 persen terhadap dolar dan diperdagangkan di level 1,1042, menjauh dari level terendah satu bulan 1,0825 yang disentuh pada 2 Maret lalu. Kedua mata uang tersebut cenderung menguat selama masa volatilitas pasar keuangan dan ketidakpastian ekonomi di saat investor di kedua wilayah menahan investasi luar negeri dan membawa pulang hasilnya. "Data yang mengecewakan dari China membebani sentimen risiko dan mendorong dolar melemah terhadap yen," kata Yujiro Goto, ahli strategi mata uang di Nomura. Namun, Euro masih di bawah performa terhadap yen, jatuh 0,2 persen ke level 124,65, dengan euro umumnya tertutup oleh peninjauan kebijakan oleh Bank Sentral Eropa pada Kamis mendatang. ECB diharapkan untuk mengendurkan kebijakan, tetapi investor masih belum yakin seberapa jauh ala dilakukan. Penurunan Euro mengkhawatirkan posisi untuk tindakan yang lebih nyata, yang telah babak belur sebelumnya ketika ECB dikecewakan dengan memilih untuk mengambil langkah-langkah pelonggaran |
![]() |
|
|
Terkait
|
||||
| Thread | Forum | |||
| Aussie Petik Keuntungan Pasca Positifnya Data Ekonomi Tiongkok | Forex | |||
| [MasterForex] Data ekonomi dan Fundamental oleh MasterForex | Forex | |||
| [ForexStars] Data Ekonomi dan Fundamental | Forex | |||
| JUAL (update) Tiket Ekonomi Semarang Jakarta tanggal 26 Agustus 2012 | Tour & Travel | |||
| JUAL WTB Fundamental of Thermodynamic, Fundamental of Heat and Mass Transfer Text Book | Buku Pelajaran | |||