| FAQ |
| Calendar |
|
|||||||
| Nasional Berita dalam negeri, informasi terupdate bisa kamu temukan disini |
![]() |
|
|
Thread Tools |
|
#31
|
||||
|
||||
![]() Jakarta - Komunikasi dengan politisi Partai Demokrat Nazaruddin seakan terputus. Nazaruddin sekarang susah sekali dihubungi, bahkan oleh koleganya. "Sekarang handphone-nya tidak diangkat. Kemarin-kemarin masih bisa menghubungi. BB-nya juga nggak bisa. Jangan-jangan dia lagi ngumpet, pingsan, takut, stres, belum sembuh atau mungkin meninggal. Kita kan tidak tahu," kata anggota Dewan Pembina PD, Ahmad Mubarok, kepada detikcom, Sabtu (11/6/2011). Partai Demokrat tidak mengetahui keberadaan Nazaruddin di Singapura. "Bagaimana mau ke sana menemui Nazaruddin. Dia di mana kita tidak tahu. Kemarin saja bertemu di suatu tempat," ujarnya. Menurut dia, Nazaruddin juga dikejar-kejar pers yang datang ke Singapura. "Makanya mungkin dia takut," cetus Mubarok. KPK menjadwalkan untuk meminta keterangan M Nazarudin dan istrinya Neneng Sri Wahyuni dalam dua kasus yang berbeda pada Jumat 10 Juni 2011. Nazarudin dimintai keterangan terkait kasus dugaan korupsi pengadaan dan revitalisasi sarana dan prasana di Ditjen PMPTK Diknas tahun 2007, sedangkan istrinya dalam kasus korupsi dugaan korupsi pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) pada 2008. Sedari awal-awal memang tak ada tanda-tanda Nazaruddin dan istrinya, Neneng Sri Wahyuni, menampakkan batang hidungnya ke KPK. Informasi terbaru, ternyata Neneng tengah mendampingi suaminya di Singapura. sumber |
|
#32
|
||||
|
||||
|
Aku lari dari kenyataan karena aku sudah ketahuan Ku tak mau dikambinghitamkan karena semua ikut merasakan Aku kabur ke luar negeri menghidari panggilan polisi Aku takut akan diadili karena aku pelaku korupsi Kujalankan semua arahan kuturuti perintah atasan Ambil uang jatah uang dalam yang jumlahnya sampai miliaran Sekarang ku jadi buruan, berita tv dan berita koran Semua pada menyudutkan diriku dijadikan korban Sampai kapan diriku sembunyi kuinginkan adanya solusi Biar tahu aku tak sendiri yang nikmati hasil korupsi Itulah lirik lagu yang dinyanyikan oleh beberapa orang yang sepertinya satu keluarga. Video lagu berjudul 'Nyasaruddin' itu di-upload ke Youtube oleh seseorang dengan nama Manabtolib pada 4 Juni 2011. Dalam video berdurasi 2,59 menit itu tampak lima orang duduk melingkar di ruang tamu sebuah rumah. Dua orang, satu laki-laki dan satu perempuan terlihat mengiringi dengan gitar. Sementara tiga orang, dua perempuan dan satu laki-laki terlihat enjoy menyanyi. Sebenarnya, lirik lagu yang dinyanyikan 'kelompok musik' itu sama sekali tidak menyebut nama Nazaruddin. Namun boleh jadi, lagu itu memang khusus diciptakan untuk menyindir mantan Bendaraha Umum Partai Demokrat itu karena telah 'kabur' ke luar negeri. Ya, lirik lagu yang cukup enak didengar itu memang sangat mirip dengan 'kelakuan' Nazaruddin yang telah meninggalkan Indonesia sehari sebelum dicegah oleh pihak Imigrasi. Belum lagi, ketidakhadiran Nazaruddin saat dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat 10 Juni lalu. Namun lirik lagu itu sebenarnya juga menyindir Nunun Nurbaeti, tersangka kasus suap DGS Bank Indonesia. Istri mantan Wakapolri Adang Daradjatun itu telah berada di luar negeri sejak lama. Bahkan Nunun tidak pernah hadir saat dipanggil sebagai saksi dalam persidangan kasus tersebut. Nunun mengaku sakit pelupa berat dan sedang menjalani pengobatan di Singapura. Namun kini keberadaan Nunun masih belum diketahui dan perintah penangkapan terhadap Nunun juga sudah dikeluarkan. sumber |
|
#33
|
||||
|
||||
|
Jakarta - KPK belum akan meminta bantuan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum untuk mendatangkan mantan Bendahara Partai Demokrat M Nazaruddin. KPK masih melakukan sejumlah langkah untuk mendatangkan Nazaruddin.
"Kami masih belum akan meminta bantuan satgas, karena masih ada prosedur dan tahapan-tahapan yang akan dilakukan KPK dalam kaitan dengan pemanggilan Nazaruddin," kata juru bicara KPK Johan Budi di Jakarta, Sabtu (11/6/2011). KPK masih melihat situasi dan kondisi ke depan. Satgas akan dimintakan bantuan bila benar-benar Nazaruddin tidak bisa menghadiri pemeriksaan. "Namun tidak tertutup kemungkinan KPK berkoordinasi dengan satgas apabila memang Nasarudin tidak mau hadir dalam pemeriksaan d KPK," tuturnya. Sebelumnya Satgas Pemberantasan Mafia Hukum menyatakan akan bergerak menjemput Nazaruddin di Singapura jika KPK meminta. Saat ini Satgas menghomati upaya KPK mengusut kasus suap Kemenpora. "KPK tetap yang di depan karena KPK lebih punya power penyidikan penyelidikan dan penuntutan. Jadi kita berkoordinasi saja dengan KPK sambil melihat kemungkinan itu," tutur sekretaris Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, Denny Indrayana. Hal ini disampaikan Denny dalam Polemik "Koruptor Ngeloyor, Negara Tekor" yang diselenggarakan Trijaya FM , di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat. sumber |
|
#34
|
||||
|
||||
|
Jakarta - Satgas Pemberantasan Mafia Hukum akan bergerak menjemput Nazaruddin di Singapura jika KPK meminta. Saat ini Satgas menghomati upaya KPK mengusut kasus suap Kemenpora.
"KPK tetap yang di depan karena KPK lebih punya power penyidikan penyelidikan dan penuntutan. Jadi kita berkoordinasi saja dengan KPK sambil melihat kemungkinan itu," tutur sekretaris Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, Denny Indrayana. Hal ini disampaikan Denny dalam Polemik "Koruptor Ngeloyor, Negara Tekor" yang diselenggarakan Trijaya FM , di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (11/6/2011). Denny mengungkap kerja Satgas menjemput Gayus Tambunan. Kala itu Satgas memang diminta untuk ikut dalam pengejaran Gayus. "Agak berbeda dengan Gayus, dari awal Satgas yang menangani. Sedangkan Nunun dan Nazaruddin dari awal KPK yang menangani, kita terus koordinasi. Kalau ada informasi Satgas punya kita tetap sampaikan," tutur Denny. Oleh karenanya, jika KPK yang meminta Satgas tak akan segan. Satgas akan melakukan segala upaya membantu KPK termasuk menjemput Nazaruddin. "Jika KPK mengundang kita tentu Satgas akan mengupayakan (menjemput). Tapi sekarang kami menghormati upya KPK," tandasnya. sumber |
|
#35
|
||||
|
||||
![]() Jakarta - Politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul menyukai lirik lagu berjudul 'Nyasaruddin' yang di-upload ke Youtube. Ruhut bilang, lagunya bagus dan koruptor yang kabur ke luar negeri seharusnya malu. "Selama semua untuk kebaikan, saya dukung. Lagunya bagus, tidak menyinggung SBY, Partai Demokrat, tetapi pelaku korupsi," kata Ruhut kepada detikcom, Sabtu (11/6/2011). Menurut Ruhut, SBY pernah berpesan agar bekerja untuk rakyat. Suara rakyat adalah suara Tuhan. "Kalau mengambil uang rakyat sama saja mengkhiati Tuhan. Jadi siapa saja yang terkait harusnya malu pada rakyat," ujar Ruhut. Video lagu berjudul 'Nyasaruddin' itu di-upload ke Youtube oleh seseorang dengan nama Manabtolib pada 4 Juni 2011. Dalam video berdurasi 2,59 menit itu tampak 3 orang yang bernyanyi dengan diiringi petikan gitar dari seorang pria dan seorang perempuan. sumber |
|
#36
|
||||
|
||||
![]() Jakarta - Politisi Partai Demokrat, Nazaruddin, belum bersedia keluar dari sarang persembunyiannya di Singapura. Kolega Nazaruddin, Ruhut Sitompul, menuding hal itu akibat kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak profesional. "Kenapa sekarang menjadi begini, karena KPK tidak profesional," kata Ruhut kepada detikcom, Sabtu (11/6/2011). Ruhut menjelaskan, KPK tidak profesional lantaran tidak menjalankan perkataan Presiden SBY saat pertemuan KPK internasional di Bali. "Sejak awal kejadian, SBY menjemput bola mengumpulkan kader di partai, Fraksi Demokrat membentuk tim pencari fakta. SBY langsung dalam pertemuan KPK internasional di Bali yang kata-kata dikutip Pak Bibit, bilang yang lagi ramai mengenai Sesmenpora, harus dibuka, seterbuka-bukanya biar semua tahu dan apabila ada kader demokrat dan pemerintah yang terlibat hantam...hantam," papar Ruhut. "Tetapi KPK tidak melaksanakan apa yang dikatakan SBY dengan benar," lanjutnya. Ruhut menceritakan, dirinya saat rapat dengar pendapat bersama KPK pernah meminta agar kasus Sesmenpora yang menyebutkan sejumlah kader Partai Demokrat diduga terlibat segera diusut. "Jawaban belum ada fakta dan bukti hukum. KPK bilang tidak mau mendengar dari LSM, dan berita lain, jadi bersabar. Saya sedih, saat Busyro bilang kenapa pergi Nazaruddin ke luar negeri tidak dilarang PD, mana kita tahu, katanya belum ada bukti hukum, baru besoknya sekitar tanggal 24 Mei, KPk mencekal," kata Ruhut. Selain itu, lanjut Ruhut, Partai Demokrat telah berusaha memulangkan Nazaruddin dengan pengirim 3 orang ke Singapura. "KPK jangan menari di atas gendang orang lain. Saya sedih, kami berusaha memulangkannya tetapi Busyiro dengan gayanya kayak politisi Senayan bilang nggak usah dibantu Demokrat, KPK bisa paksa Nazaruddin pulang dari Singapura," kata dia. Menurut dia, pemulangan Nazaruddin kini bukan urusan Partai Demokrat. "Itu bukan tugas kami. Silakan dikerjakan KPK. Dia dipanggil untuk kasus tahun 2007. Saat itu dia, belum anggota DPR dan belum bendahara umum Demokrat. Ini masalah pribadinya sebagai pengusaha, kenapa baru sekarang dibuka," ujar Ruhut. sumber |
|
#37
|
||||
|
||||
![]() Jakarta - Politisi Partai Demokrat Nazaruddin pernah menumpahkan unek-uneknya kepada Ruhut Sitompul. Keduanya menangis bersama. Sekarang, Nazaruddin dan Ruhut telah putus komunikasi. "Kami telah putus komunikasi. Ini gara-gara KPK ibarat ambil ikan di air kolam, lalu air dikeruhkan," kata Ruhut kepada detikcom, Sabtu (11/6/2011). Ruhut bercerita Nazaruddin yang tengah berada di negeri Singa itu pernah menghubunginya. "Nazar bilang terima kasih Abang sudah belain saya. Nggak seperti teman-teman lain kader yang memojokkan saya. Lalu saya bilang, kau pulanglah. Nazar menjawab hasil check-up belum selesai. Saya menangis dan dia juga," kata Ruhut. Ruhut saat itu juga memberikan wejangan kepada Nazaruddin. "Kau harus balik mempertanggung itu semua. Pak SBY, Bu Ani dan pendiri partai lainnya mendirikan partai ini, dan dipercaya rakyat berkat Tuhan. Nanti kalau sudah sembuh walau belum dipanggil harus kembali bersama istri dan anakmu," papar Ruhut. "Dia jawab, aku janji akan kembali Demi Allah aku akan kembali," lanjut dia. Menurut dia, wajar apabila Nazaruddin takut memenuhi panggilan KPK untuk dimintai keterangan sebagai saksi kasus korupsi Kemendiknas. "Itu manusiawi. Saya tetap meminta dia pulang," kata Ruhut. sumber |
|
#38
|
||||
|
||||
![]() Jakarta - Partai Demokrat (PD) gagal memulangkan mantan bendahara umum PD Muhammad Nazaruddin ke Indonesia. Komitmen PD untuk memulangkan Nazaruddin hanyalah akal-akalan pencitraan belaka. "Kalau kita mengharapkan realisasi statement PD yang kemarin ya kita salah. Apa yang disampaikan kemarin adalah statement pencitraan belaka. Kalimat bahwa PD menjunjung tinggi penegakan hukum dan pentaatan hukum tapi nyatanya tidak ditepati," ujar anggota Komisi III DPR dari Golkar, Bambang Soesatyo, Sabtu (11/6/2011). Bambang menuturkan, saat publik menagih janji PD, Nazaruddin justru mangkir dari panggilan KPK kemarin. Menurut Bambang, harusnya PD tidak menggunakan politik pencitraan untuk masalah serius seperti ini. "Jadi pertanyaannya adalah sekarang Demokrat mempertahankan pencitraan itu sampai kapan. Sekarang publik menagih janji dan komitmen PD menjemput Nazaruddin untuk menuntaskan kasus ini," tutur Bambang. PD juga dinilai Bambang sudah kalang-kabut sendiri. PD yang sempat menjamin Nazaruddin kan pulang justru kehilangan kontak dengan Nazaruddin. "Pernyataan hari ini apa yang mereka sampaikan adalah jauh dari kenyataan. Kalau kalau kemarin mereka yakin bisa menghadirkan sekarang mereka tak yakin karena Nazaruddin mangkir dari panggilan KPK," terangnya. Namun ia menyadari sikap Nazaruddin demikian. Menurutnya, tak ada jaminan dari PD jika Nazaruddin pulang ke Tanah Air. "Saya dapat memahami kalau Nazar bersikap seperti itu karena partai yang melindungi dia seakan justru menyingkirkannya. Harusnya partai membela kader-kadernya. Bukan intervensi tapi partai menjamin penegakan hukum yang tanpa intervensi," imbuhnya Karenanya, Bambang yakin sekali Nazaruddin tak akan pulang ke Indonesia. Karena bisa saja Nazaruddin langsung diproses KPK tanpa pembelaan partainya. "Yang terkesan di publik PD lebih mengedepankan pencitraan ketimbang membesarkan hati kadernya yang bermasalah. Saya rasa kalau tetap begini Nazaruddin tidak akan pulang karena nggak ada sekedar pendampingan dari PD. Pendampingan dalam arti didampingi proses hukumnya agar tidak ada intervensi," duganya. sumber |
|
#39
|
||||
|
||||
|
Makassar - Mantan Wapres Jusuf Kalla menganggap Nazaruddin memilih bersembunyi di Singapura karena takut ditangkap KPK. JK curiga ketakutan Nazaruddin itu karena ada sesuatu.
"Dia ke Singapura karena takut (ditangkap), kalau takut berarti ada masalah, kalau tidak takut kenapa dia pergi," ujar JK usai meresmikan Markas PMI di Makassar, sabtu, (11/6/2011), saat ditanya detikcom soal keberangkatan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat ini ke Singapura. JK menilai KPK saat ini sangat power full menangani kasus-kasus korupsi di negeri ini. JK pun mengimbau semua pihak mendukung keberadaan KPK yang dibentuk untuk menangani kasus-kasus hukum di negeri ini yang terbengkalai. Sementara itu, keberadaan Nazaruddin di Singapura masih misterius. Nazaruddin mangkir atas panggilan KPK pada Jumat kemarin, (10/6/2011). Rekan Nazaruddin sendiri di Fraksi Demokrat juga tidak tahu keberadaan politisi berusia 33 tahun. sumber |
|
#40
|
||||
|
||||
![]() Jakarta - Komitmen Partai Demokrat (PD) untuk membantu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menangani kasus yang melibatkan mantan Bendahara Umum mereka, Muhammad Nazaruddin tengah dipertanyakan. Jika memang serius, seharusnya PD tidak mengizinkan Nazaruddin pergi ke Singapura. "Kesan Demokrat tidak serius memang melekat kuat sejak awal. Kalau memang serius membantu KPK, seharusnya Nazaruddin tidak diizinkan berobat ke Singapura," tutur Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch Emmerson Yuntho saat dihubungi, Sabtu (11/6/2011). Pria yang akrab disapa Econ ini mengatakan, tidak aneh jika akhirnya publik meragukan komitmen Demokrat untuk memulangkan Nazaruddin. Apalagi sekarang, setelah Nazaruddin mangkir dari pemanggilan pemeriksaan perkara pengadaan sarana dan prasarana di Dirjen Kemendiknas oleh KPK, Demokrat seolah lepas tangan. Politikus Demokrat Ruhut Sitompul, mengatakan tanggung jawab untuk memulangkan Nazaruddin berada sepenuhnya di pundak KPK. "Sekarang Demokrat bilang tanggung jawab memulangkan Nazaruddin urusan KPK sepenuhnya, artinya mereka memang tidak serius," terang Econ. Partai Demokrat memang secara resmi memberikan izin kepada Nazaruddin untuk dapat pergi berobat ke Singapura. Izin tersebut diteken tanggal 23 Mei 2011 lalu, pada hari yang sama ketika Nazaruddin bertolak ke Negeri Singa. Padahal pada saat itu, Nazaruddin tengah disorot terkait keterlibatannya dalam kasus suap Wisma Atlet di Palembang. "Itu kan izin sakit dia mengirim surat dan kita sudah setujui jadi bukan lari ke luar negeri. Suratnya tanggal 23, kita sudah disposisi," ujar Ketua Fraksi Demokrat Jafar kepada detikcom, Kamis (26/5/2011). Jafar menuturkan, Nazaruddin tidak menyebut nama rumah sakit di Singapura tempatnya berobat. Nazaruddin juga tidak menyertakan berapa lama akan di Singapura. "Dia berangkat ke Singapura, dia tidak menyebut apa rumah sakitnya dan berapa lama," paparnya. sumber |
![]() |
|
|
Terkait
|
||||
| Thread | Forum | |||
| Kelanjutan Kasus Gitaris Kuburan Perkosa Mahasiswi!!! | Gossip & Gallery | |||
| Masih Ada 7 Kasus Menanti Nazaruddin | Nasional | |||
| Kasus Nazaruddin | Jokes | |||
| Kasus Nazaruddin : KPK Siap Tindaklanjuti Laporan Mahfud | Nasional | |||
| Kasus Nazaruddin Ujian Bagi SBY dan Demokrat | Nasional | |||