Ceriwis  

Go Back   Ceriwis > HOBI > Film & Musik > Download

Download Lagi cari link download atau torrent? disini pastinya

Reply
 
Thread Tools
  #11  
Old 15th September 2010
hafi's Avatar
hafi hafi is offline
Newbie
 
Join Date: Sep 2010
Posts: 18
Rep Power: 0
hafi mempunyai hidup yang Normal
Default

The Human Centipede (First Sequence) (2009)





" 100 % medically accurate "


Story: Mungin tidak pernah terbanyangkan sama sekali dalam benak dua orang gadis Amerika, Lindsay dan Jenny jika liburan keliling Eropa yang seharusnya menjadi sebuah liburan menyengangkan berubah menjadi peristiwa paling mengerikan dalam hidup mereka.

Semuanya berawal di saat ban mobil sewaan mereka pecah di sebuah tempat terpencil di salah satu kota di Jerman. Di saat mereka berjalan kaki untuk mencari pertolongan tanpa sengaja kedua gadis cantik tersebut menemukan sebuah villa yang rupanya didiami oleh seorang dokter bernama Dr.Heiter.Sudah bisa di tebak Dr.Heiter bukanlah dokter biasa yang dengan ramah dan tulus ingin membatu kedua gadis malang tersebut. Dan di saat Lindsay mulai mencurigai gerak gerik penolong mereka semuanya sudah terlambat, ia dan Jenny sudah tergolek lemas tak berdaya akibat pengaruh obat bius yang ditaruh dalam minuman mereka.

Keesokan harinya dimulailah mimpi paling buruk bagi Lindsay dan Jenny. Terbangun dalam keadaan terikat di sebuah ranjang lengkap dengan infus ditangan, dan mereka juga 'ditemani' oleh seorang turis Jepang yang rupanya juga merupakan korban lain dari Dr.Heiter. Di sinilah mereka mengetahui siapa jati diri sebenarnya pria kurus bertampang dingin yang menyekap mereka. Dr.Heiter ternyata adalah seorang pensiunan dokter bedah yang memiliki spesialisasi dalam pemisahan kembar siam dan ketiga manusia2 sial tersebut rupanya akan digunakan dokter sinting ini dalam sebuah ekperimen yang tidak kalah sintingnya. Alih2 melakukan pemisahan seperti yang biasa dilakukannya terhadap pasiennya, Dr.Heiter justru ingin mengabungkan ketiga tubuh orang ini menjadi satu dalam sebuah operasi gila yang dengan santai dijelaskannya kepada ke tiga "pasien" nya tersebut.

Dr.Heiter akan menyatukan ketiga tubuh korbannya tersebut melalui satu sistem pencernaan, memotong engsel lutut mereka supaya mereka hanya bisa berjalan merangakak, merobek bibir mereka sampai ke pipi dan mencabuti gigi mereka dan kemudian menjahit mulut korban yang menempati posisi kedua (tengah) dan ketiga (akhir) ke (maaf) anus korban yang berada di posisi terdepan dan kedua. Dan hasilnya adalah sebuah karya 'masterpiece' dan 'revolusioner' sekaligus karya paling 'sakit' yang pernah ada dalam dunia kedokteran, dimana 'manusia kelebang' berhasil diciptakan hidup hidup untuk pertama kalinya.



Review: Gila!!!!.......mungkin menjadi salah satu kata populer untuk mewakili reaksi para penonton yang baru pertama kali mendegar premis yang ditawarkan oleh The Human Centipede. Ide 'sinting' dan menjijikan tentang pengabungan manusia ini mucul pertama kalinya dari gurauan sang sutradara sekaligus penulis naskah, Tom Six dengan teman2nya tentang bagaimana cara menghukum para child molesters dengan cara menjahit mulut mereka ke pantat seorang supir truk. Ya, ide yang tampaknya 'remeh temeh' tersebut rupanya mampu menjadi inspirasi Tom six untuk menghadirkan sebuah sajian horror yang dianggap paling kontroversial tahun ini. Namun sayang apa yang disajikan dalam film berdurasi 98 menit satu ini ternyata tidak sedahsyat (baca: mengecewakan) dengan apa yang ditawarkan dalam premisnya.

Lemah di plot dan didukung dengan penyajiannya yang serba nanggung dan sangat predictable membuat The Human Centipede sudah kalah di bagian yang bisa dibilang cukup vital ini. Dan hal itu masih diperparah dengan minimnya adegan2 gore dan distrubing yang ternyata juga tidak ditampilkan secara eksplisit, salah satunya adalah adegan operasi yang sebelumnya dikira bakal di shoot habis habisan dan berdarah darah ternyata hanya tampil sekilas dan jauh dari sadis atau menjijikan. Padahal dengan premis 'seram' seperti itu, seharusnya Tom six bisa lebih berani menampilkan adegan2 tersebut untuk memperkuat kesan bahwa film ini memang sama 'sakit'nya dengan premisnya. Untung saja masih ada sedikit adegan 'memorable' yang mampu membuat penontonnya membayangkan apa yang terjadi, seperti adegan dimana proses buang air besar yang dilakukan korban pertama dimana korban kedua harus menelan paksa kotoran yang dikeluarkan korban pertama.

Bagian ending juga bisa dibilang digarap cukup baik oleh Six. Menghadirkan sebuah penyelesaian yang cukup mengejutkan dan tidak biasa setelah selama satu jam setengah kita dikecewakan dengan film yang memenangkan penghargaan sebagai film terbaik dalam Screamfest tahun lalu.

Overall, untuk ukuran sebuah film horror dengan konsep yang orisinil The Human Centipede memang jauh dari ekpektasi yang selama ini diharapkan oleh para pencinta horror. Mudah2an saja sekuelnya yang bertajuk The Human Centipede (Full Sequence) dengan konsep sama, namun akan menampilkan gabungan tubuh 12 orang bisa tampil lebih baik dari film pertamanya ini, so kita tunggu saja kehadirannya tahun depan nanti.

6,9/10
Reply With Quote
  #12  
Old 15th September 2010
hafi's Avatar
hafi hafi is offline
Newbie
 
Join Date: Sep 2010
Posts: 18
Rep Power: 0
hafi mempunyai hidup yang Normal
Default

Quote:
Originally Posted by Mboyz View Post
mantabs ndan review nya..

met gabung yah..
makasih ndan, mohon bimbingannya ya :blsh3:
Reply With Quote
  #13  
Old 15th September 2010
hafi's Avatar
hafi hafi is offline
Newbie
 
Join Date: Sep 2010
Posts: 18
Rep Power: 0
hafi mempunyai hidup yang Normal
Default

Shutter Island (2010)





Teddy Daniels: Which would be worse, to live as a monster or to die as a good man?


Story: Bersetting di tahun 1954, Sebuah kapal feri membawa Edward "Teddy" Daniels (Leonardo DiCaprio), seorang U.S. Marshal dan patnernya, Chuck Aule (Mark Ruffalo) menuju sebuah rumah sakit, atau lebih tepat disebut 'penjara' bagi para narapidana yang mengalami gangguan jiwa, Ashecliff Hospital yang terletak di sebuah pulau lepas pantai yang terisolir bernama, Shutter Island.

Di tempat tersebut, Teddy dan Chuck mendapat tugas untuk melakukan investigasi terhadap seorang narapidana wanita, Rachel Solando (Emily Mortimer) yang tiba2 saja raib secara misterius dalam sebuah kamar terkunci dan tanpa ada seorangpun yang tahu. Penyelidikan lebih lanjut ternyata malah membawa Teddy terjebak dalam sebuah kasus yang lebih rumit dan juga berbahaya yang tidak pernah diduga sebelumnya, belum lagi mantan veteran perang dunia ke 2 ini juga harus berhadapan dengan konflik pribadi dimana trauma masa lalunya masih menghantuinya selama ini.



Review: Sekelumit sinopsis diatas menjadi gerbang pembuka Shutter Island, sebuah thiller misteri psikologis yang diangkat dari novel buah karya Dennis Lehane berjudul sama. Film berbiaya 80 juta dollar sudah tentu tidak berani hanya mengandalkan premis novelnya yang notabene terbilang bukan 'barang' baru lagi dan sudah sering diangkat menjadi dasar cerita pada kebanyakan thriller psikologis lainnya. Untuk itu dibutuhkan kehadiran seorang Martin Scorsese yang membuat film biasa menjadi tidak biasa. Scorsese sekali lagi membuktikan bahwa ia memang sutrdara handal yang dapat diharapkan membuat sebuah film berkualitas tinggi. Bersama dengan Laeta Kalogridis sang penulis naskah, Scorsese sukses memoles ide 'usang' tersebut menjadi sebuah tontonan thriller classic-modern yang fresh

Scorsese benar-benar memanfaatkan dengan baik durasi film yang cukup panjang (138 menit) dengan tidak terburu buru untuk memacu cerita dan konflik2nya, sebaliknya dengan perlahan namun pasti sutradara berusia 68 tahun terlebih dahulu mengusik rasa penasarasan dan kesabaran kita dengan menghadrikan berbagai teka teki dan misteri yang penuh dengan pertanyaan menggantung tentang apa yang sebenarnya terjadi di rumah sakit jiwa misterius tersebut, belum lagi karakter Teddy sendiri juga memiliki masalahnya pribadinya sendiri sehingga membuat jalinan kisah dalam Shutter Island menjadi kian menarik dan kian berat tiap menitnya. Scorsese juga tidak membiarkan penonton dengan mudah menebak apa yang terjadi di klimaksnya, dengan 'licik' ia sudah meyiapkan jebakan2 yang menyesatkan dalam bentuk kemunculan karakter2 baru dengan cerita versi mereka masing2 dan juga twist berlapis yang bisa dibilang hasilnya cukup ampuh untuk mengelabui penontonnya yang sudah dari pertengahan menebak nebak apa sebenarnya yang ingin dijelaskan dalam ending film ini.

Dari segi teknis sekali lagi acungan jempol patut diberikan pada Scorsese dan timnya yang sukses menghadirkan suasana kelam nan mencekam pulau tertutup itu lengkap dengan segala tebing2 curam, dan hujan badai yang seakan akan mempertegas bahwa tidak ada seorangpun yang dapat keluar dari Shutter Island. Nuasa Ashecliff Hospital pun berhasil dibuat dengan sangat baik sehingga terkesan suram, lembab dan mengerikan lengkap dengan efek klaustrofobianya yang ditampilkan interiornya.

Untuk ke-4 kalinya, Leonardo Di Caprio kembali berkolaborasi dengan Martin Scorsese, dan kali ini sang Romeo benar2 mendominasi film ini dengan kemunculannya hampir disetiap adegan. Tidak Istimewa namun jelas bukan penampilan yang mengecewakan dari seorang Di Caprio yang mampu membawakan perannya sebagai seorang US Marshall bermasalah dengan baik. Walaupun tampaknya peran lain tertutup oleh pesona Di Caprio namun kehadiran aktor2 pendukung lain seperti Mark Ruffalo, Ben Kingsley, Michelle Williams, Max von Sydow, Emily Mortimer, Jackie Earle Haley dan Patricia Clarkson jelas tidak dapat dikesampingkan begitu saja, karena walaupun tampil hanya sebentar namun kehadiran mereka berperan besar untuk memperkuat film yang didistribusikan oleh Paramount Pictures ini.

Memang Shutter Island bukanlah karya terbaik dari seorang Martin Scorsese, namun setidaknya melalui film ini Scorsese sukses menghadirkan sebuah thriller psikologis mencekam dengan kualitas di atas rata2, apalagi ditunjang dengan segi tekniks yang sangat baik dan penampilan apik dari aktor2 besar yang bermain didalamnya. Impressive !!!

7,8/10
Reply With Quote
  #14  
Old 15th September 2010
hafi's Avatar
hafi hafi is offline
Newbie
 
Join Date: Sep 2010
Posts: 18
Rep Power: 0
hafi mempunyai hidup yang Normal
Default

Percy Jackson & the Olympians: The Lightning Thief (2010)





Story: Sebagai remaja pengidap Disleksia dan ADHD Percy Jackson memang bukanlah seperti remaja kebanyakan. Namun yang membuatnya benar2 berbeda dari remaja lain adalah kenyataan bahwa Percy adalah seorang demigod, putra dari sang dewa penguasa lautan, Poseidon (Kevin McKidd). Kenyataan ini jelas membuatnya terkejut bukan main, apalagi disaat bersamaan ia ternyata dituduh menjadi tersangka utama atas hilangnya petir Asali milik Zeus.

Merasa tidak melakukan apa yang dituduhkan kepadanya, Percy pun bertekad untuk menemukan sang pencuri asli. Bersama dua sahabatnya, Grover (Brandon T. Jackson), seorang satyr kocak dan Annabeth (Alexandra Daddario), seorang demigod yang juga putri Athena, Percy bertualang ke berbagai tempat di Amerika untuk mengembalikan petir Asali secepatnya kepada pemiliknya sebalum semuanya terlambat.


Review: Setelah sempat 'babak belur' di film terakhirnya, I Love You, Beth Cooper, Chris Columbus tampaknya tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama di film terbarunya ini. Ya, Kali ini dalam Percy Jackson & the Olympians: The Lightning Thief, Columbus sudah kembali ke 'habitat' aslinya, yaitu film keluarga. Seperti yang sudah banyak diketahui Percy Jackson & the Olympians: The Lightning Thief adalah sebuah film fantasi petualangan yang diangkat dari novel laris berjudul sama buah pena Rick Riodian.

Tidak mudah memang membuat film yang diangkat dari novel, apalagi novel tersebut adalah novel laris yang memiliki fanbase fanatik cukup banyak yang juga pasti mengharapkan versi layar lebarnya agar dapat sesetia mungkin dengan versi novelnya. Beberapa yang berhasil dan sukses secara komerisial, seperti saga Harry Potter dan The Chronicles of Narnia, tapi jika tidak berhati hati bukan tidak mungkin akan bernasib sial seperti yang ditunjukan Golden Compass dan Eragon. Namun setidaknya dengan track record Columbus yang pernah sukses menggarap dua seri awal franchise Harry Potter, Percy Jackson & the Olympians: The Lightning Thief tampaknya sudah berada ditangan yang tepat. Walaupun harus diakui mungkin karisma seorang demigod Percy Jackson tidaklah se magical pesona "the boy who lived" Harry Potter.

Dengan plot yang terbilang cepat, Columbus berhasil membuat kisah modifikasi-modern dari salah satu mitologi populer Yunani ini menjadi sangat enjoyable dan menghibur untuk ditonton, khususnya bagi yang belum pernah membaca novelnya. Adegan2 aksi menegangkan yang dibalut dengan humor2 ringan berpadu dengan cukup baik dan seimbang. Hal2 tersebut juga masih ditunjang dengan penggunaan spesial efek yang mumpuni yang berhasil menjadikan film berdurasi 118 menit ini menjadi lebih keren dan menarik. Namun beberapa kelemahan mendasar seperti akting yang buruk dari para pemain mudanya, khususnya Logan Lerman bisa dibilang menjadi krikil tajam dalam film ini. Ya, walaupun bisa dibilang Columbus sukses menampilkan kesegaran dalam wajah2 para pemain mudanya, namun jam terbang yang masih rendah ternyata bisa menjadi kendala yang sedikit menganggu. Untung saja hadirnya para aktor2 senior yang meski hadir sebentar namun setidaknya mampu menjadi hiburan tersendiri, seperti kehadiran Uma Thurman sebagai Medusa, Sean Bean sebagai Zeus, dan terutama Rosario Dawson dan Steve Coogan sebagai pasangan disfungsional, Persephone dan Hades.

Overall, Percy Jackson & the Olympians: The Lightning Thief memang tidak akan sefenomenal Harry Potter series, namun setidaknya Columbus sekali lagi berhasil mampu menghadirkan adaptasi novel laris dengan lumayan baik sehingga mampu menjadikan film ini menjadi sebuah film keluraga yang ringan dan menghibur, setidaknya bagi anak2 dan para remaja.


7,2/10
Reply With Quote
  #15  
Old 15th September 2010
hafi's Avatar
hafi hafi is offline
Newbie
 
Join Date: Sep 2010
Posts: 18
Rep Power: 0
hafi mempunyai hidup yang Normal
Default

(500) Days of Summer (2009)



Tom: " I love her smile. I love her hair. I love her knees. I love how she licks her lips before she talks. I love her heart-shaped birthmark on her neck. I love it when she sleeps "


Story: Ini adalah (bukan) kisah cinta seorang pria dan seorang wanita. Sang pria adalah Tom Hansen (Joseph Gordon-Levitt), seorang yang bercita-cita menjadi arsitek namun kenyataanya ia malah terdampar menjadi penulis kartu ucapan. Sejak kecil Tom tumbuh dengan memegang teguh kepercayaannya bahwa ia tidak akan pernah bisa hidup bahagia sampai ia bertemu dengan belahan jiwanya. Sebaliknya, sang wanita, Summer Finn (Zooey Deschanel) sama sekali tidak percaya apa itu cinta, semuanya itu tidak terlepas karena efek besar perceraian orangtuanya disaat ia kecil. Jadi bagi Summer Finn tidak ada dalam kamusnya istilah "pacar" atau "komitmen". Baginya hubungan yang ia jalani dengan pria2 selama ini hanyalah hubungan pertemanan biasa yang dapat dengan mudah dan tanpa perasaan bersalah sedikitpun dapat ia 'cut' kapan saja, seperti tanpa perasaan menyesal sedikitpun disaat ia memotong rambut hitam panjangya yang indah itu.

Pada tanggal 8 Januari di musim semi yang indah, Tom akhirnya bertemu dengan Summer yang kebetulan bekerja sebagai asisten bosnya, dan pada saat itulah ia merasa bahwa Summer adalah wanita yang selama ini ia cari. Dan pada saat itu juga dimulailah a story of boy meets girl, but you should know upfront, this is not a love story.


Review: Semenjak kemunculan Annie Hall, High Fidelity, dan Eternal Sunshine of the Spotless Mind praktis tidak ada lagi film-film komedi romantis yang mampu tampil unik, segar dan berkualitas sekaligus mampu memberikan efek begitu besar kepada para penontonnya. Dan pada tahun 2009 lalu kehadiran (500) Days of Summer membuat semuanya berubah. Ya, kehadiran drama indie romantis satu ini benar-benar mampu menjadi sebuah kejutan besar yang menyengangkan karena berhasil mendapatkan tanggapan sangat postif baik dari para kritikus dunia maupun para penonton biasa. Bukan hanya sukses secara kualitas, film yang didistribusikan oleh Fox Searchlight Pictures ini pun berhasil meraup keuntungan yang sangat besar, dengan 'hanya' bermodalkan 7,500,000 juta dollar, film ini mampu meghasilkan pendapatan nyaris 10x lipatnya.

Kesuksesan yang berhasil di capai oleh (500) Days of Summer tentu tidak terlepas dari jasa 3 orang hebat yang berdiri di balik layar. Ya tanpa kejeniusan Mark Webb, Scott Neustadter dan Michael H. Weber tentu saja tidak mungkin film ini bisa tampil sebaik ini. Sebagai seorang sutradara spesialis video klip, Mark Webb di debut film layar lebar pertamanya ini mampu menyuguhkan semangat indie yang begitu kental, terlihat dari bagaimana Webb berhasil mempresentasikan film ini dengan tampilan dan editing2 nya yang kreatif, tidak lazim, penuh kebebasan sekaligus indah. Pengunaan gaya naratif disertai plot nonlinear juga menjadi daya tarik dan nilai plus tersendiri yang membuat segalanya menjadi tampak berbeda dan berkelas. Tampaknya gaya Webb dalam menggarap video klip sangat berpengaruh besar membentuk 'wujud' '(500) Days of Summer ini.

Jika Webb sukses membentuk 'wujud' film ini, Scott Neustadter dan Michael H. Weber yang bertugas sebagai penulis naskah pun tidak ketinggalan mengisi 'jiwa' film dengan manyajikan kisah percintaan dan romantisme yang bisa dibilang 'akrab', khususnya bagi para penonton pria. Bisa dibilang hampir semua pria pernah merasakan pengalaman bagaimana indahnya jatuh cinta, bagaimana pahitnya di putus oleh kekasih, bagaimana rasanya menjalani hari-hari penuh penderitaan tanpa kehadiran si dia, dan bagaimana jika wanita yang kita taksir selama ini ternyata hanya menganggap hubungan yang selama ini dibangun hanya sebatas sahabat, walaupun tindakannya sendiri terkadang melebihi dari seorang sahabat. Semua konflik-konflik tersebut mampu dihadirkan dengan dialog-dialog segar dan fun bahkan tidak jarang membuat kita tersenyum atau mungkin tertawa lepas melihat bagaimana hubungan tidak wajar Tom dan Summer yang berlangsung selama 500 hari yang penuh suka duka tersebut.

Kredit plus juga pantas diberikan oleh kedua pemain utamanya. Baik, Joseph Gordon-Levitt maupun Zooey Deschanel tampaknya benar-benar sangat menikmati peran mereka disini sebagai pasangan TTM yang serasi. Meyenangkan memang melihat bagaimana kedua karakter ini berinteraksi satu sama lain apalagi dengan chemistry yang dibangun dengan sangat kuat. Walaupun bukan akting terbaik dari keduanya, namun tetap saja kedua aktor-aktris ini mampu mempesona penontonnya.

Aroma indie juga tampak pada Soundtrack2nya yang keren dan emosional. Dengar saja bagaiman lagu "A Story of Boy Meets Girl" yang dibawakan Mychael Danna and Rob Simonsen dengan manis mengawali film ini sampai "She's Got You High" dari Mumm-Ra menutup perjalanan kisah cinta Tom Hansen.

Overall, jangan terlalu percaya dengan narasi Richard McGonagle yang mengatakan bahwa (500) Days of Summer bukanlah sebuah kisah cinta, malahan bisa dibilang film ini adalah salah satu cerita cinta terbaik dan terkeren yang pernah dibuat oleh perfilman modern saat ini.

8,2/10
Reply With Quote
  #16  
Old 2nd October 2010
MarkHopus's Avatar
MarkHopus MarkHopus is offline
Enthusiast
 
Join Date: Aug 2010
Location: Manchester , England
Posts: 1,772
Rep Power: 25
MarkHopus is blessedMarkHopus is blessedMarkHopus is blessedMarkHopus is blessedMarkHopus is blessedMarkHopus is blessedMarkHopus is blessedMarkHopus is blessedMarkHopus is blessedMarkHopus is blessedMarkHopus is blessed
Default

minta review ttg zombieland dong
Reply With Quote
  #17  
Old 9th November 2010
hafi's Avatar
hafi hafi is offline
Newbie
 
Join Date: Sep 2010
Posts: 18
Rep Power: 0
hafi mempunyai hidup yang Normal
Default

Zombieland (2009)


" Columbus: In those moments where you're not quite sure if the undead are really dead, dead, don't get all stingy with your bullets. I mean, one more clean shot to the head, and this lady could have avoided becoming a human Happy Meal. Woulda... coulda... shoulda "


Story: Amerika Serikat, negara adidaya yang perkasa itu harus mengalami kehancuran total menjadi sebuah negara mati akibat serangan virus sapi gila yang menginfeksi hampir seluruh populasinya menjadi mayat hidup pemakan daging. Salah satu dari sedikit manusia yang selamat dan mampu bertahan hidup adalah Columbus (Jesse Eisenberg), seorang remaja pria yang berusaha pulang kembali ke kotanya, Columbus, Ohio untuk mencaritahu keberadaan orangtuanya.

Dalam perjalannya Columbus bertemu dengan beberapa manusia yang juga berhasil bertahan hidup, diantaranya Tallahassee (Woody Harrelson), seorang pria yang terobsesi mencari Twinkies (snack sejenis bolu) dan kakak adik penipu, Wichita (Emma Stone) dan Little Rock (Abigail Breslin). Awalnya pertemuan mereka diwarnai dengan kejadian2 tak terduga karena masing2 memiliki kepentingan yang berbeda, namun seiring berjalannya waktu akhirnya mereka bahu membahu untuk dapat bertahan hidup di negara yang kini merka sebut Zombieland ini.


Review: 2009 mungkin bisa dibilang adalah tahun yang menggembirakan bagi penggemar zombie comedy (zomcom), bagaimana tidak, terhitung ada 2 film yang walaupun berbeda negara namun tetap mengusung tema yang sama yaitu Doghouse produksi Inggris dan Zombieland,zomcom produksi Amerika Serikat. Sudah tentu bagi yang sudah menonton kedua film tersebut mau tidak mau dipastikan akan membandingkan kualitas keduanya dimana harus gue akui kalau Doghouse sedikit lebih baik ketimbang Zombieland. Kenapa? Harus diakui sebenarnya sang sutradara Ruben Fleischer sudah menggarap dengan baik film ini, terutama dari segi presentasinya yang diwaikili visual dan soundtrack yang keren dan unik khususnya di 20 menit pertama. Sayang dari segi cerita film berdurasi cukup cepat ini (81 menit) masih terbilang lemah, sepertinya Fleischer terlalu sibuk memfokuskan cerita kepada masing2 karakternya saja tanpa diimbangi dengan ketegangan yang semestinya juga perlu digarap lebih baik, namanya juga zomcom seharusnya antara komedi dan ketegangan mendapat porsi yang seimbang namun kenyataanya para mahluk2 pemakan daging tersebut tidak lebih hanya sekedar "hiasan" untuk menambah kelucuan karakter2 utamanya, apalagi ternyata zombie yang ditampilkan disini kurang begitu "pintar" dan jumlah mereka termasuk sedikit, padahal yang terkena wabah ini adalah sebuah negara bukan kota. Bandingkan dengan Doghouse yang walupun harus kalah dari segi presentasi, visual dan dukungan aktor2 terkenal namun diluar dugaan cukup efektif menghadirkan tawa dan ketegangan secara seimbang.

Overall, untuk sebuah zomcom kehadiran Zombieland bisa dibilang tidak lebih adalah sebuah film yang hanya sebatas menghibur saja, tidak ada sesuatu yang terlalu istimewa pada film produksi Relativity Media ini selain presentasinya yang keren, selebihnya biasa saja, bahkan bisa dibilang rivalnya, Doghouse mampu tampil lebih baik.

7/10
Reply With Quote
  #18  
Old 9th November 2010
hafi's Avatar
hafi hafi is offline
Newbie
 
Join Date: Sep 2010
Posts: 18
Rep Power: 0
hafi mempunyai hidup yang Normal
Default

2001: A Space Odyssey (1968)




" Let the Awe and Mystery of a Journey Unlike Any Other Begin "

Story: Diawali dengan kisah yang bersetting 4 juta tahun sebelum masehi, di sebuah padang rumput gersang Afrika dimana sekelompok kera herbivora sedang mencari makanan. Dikarenakan ketidakmampuan mereka melindungi diri, kelompok kera itu dengan mudahnya diserang oleh hewan lain dan terusir oleh kelompok kera lain dalam perebutan sumber air. Namun semuanya berubah ketika keesokan harinya mereka menemukan sebuah beda monolith hitam setinggi tiga meter yang berdiri di dekat tempat tinggal mereka. Kera2 tersebut menyentuhnya dan segera saja mereka berubah menjadi kera vegetarian menjadi pemburu pemakan daging, bahkan membuat mereka menjadi lebih cerdas dan memiliki naluri membunuh.

Kisah kemudian melompat ke tahun 1999 dalam sebuah pesawat luar angkasa Amerika yang mengorbit bumi. Astronot di kapal tersebut, Dr. Heywood R. Floyd (William Sylvester) mendapat informasi bahwa terdapat benda monolith hitam setinggi tiga meter berhasil di temukan terkubur dalam permukaan bulan. Dari hasil penyelidikan diketahui benda asing tersebut sudah ada dari 4 juta tahun yang lalu dan dikubur dengan sengaja. Floyd lalu menyentuh permukaan monolith itu yang kemudian diikuti dengan suara yang memekakkan telinga.

18 bulan kemudian di kapal luar angkasa Discovery One yang menjalani misi ke planet Jupiter, dua astronot David Bowman (Keir Dullea) dan Francis "Frank" Poole (Gary Lockwood) harus berurusan dengan super komputer HAL 9000 (Douglas Rain) yang entah kenapa malah membangkang dan membunuh astronot lainnya. Sementara itu terdapat monolith lain ternyata mengorbit di orbit planet Jupiter dan Bowman mendapatkan sebuah kejutan yang tidak pernah ia banyangkan sebelumnya dari benda hitam setinggi tiga meter itu.


Review: Kegelapan pekat dengan iringan theme "Atmospheres" selama kurang lebih 3 menit dan berlanjut dengan lantunan legendaris "Thus Spoke Zarathustra" yang mengambarkan bumi, bulan dan matahari berada dalam posisi sejajar menjadi sebuah opening scene yang tidak terlupakan dari sci-fi mahakarya Stanley Kubrick ini. Pembukaan ikonik yang menjadi pintu gerbang untuk mengajak penontonnya masuk kedalam sebuah pengalaman menonton film yang berbeda di dunia 2001: A Space Odyssey yang dipenuhi dengan keajiban visual, suara dan effect serta dibalut dengan filosi2 dan simbol2 metafora tentang peradaban manusia. Banyak tema yang hendak disampaikan dalam film pemenang Oscar untuk Best Effects, Special Visual Effects ini, dari evolusi manusia, kecerdasan buatan serta kehidupan luar angkasa dengan efek spesial yang begitu fantastis untuk zamannya, bahkan film ini banyak mengispirasi film2 sci-fi modern lainnya, sehingga tidak salah jika 2001: A Space Odyssey disebut sebagai ibu dari segala film2 sci-fi.

Film yang miskin dialog ini menggunakan musik sebagai medium untuk menambah kesan keindahan visualnya, selain "Thus Spoke Zarathustra" dari kompeser Richard Strauss yang menjadi lambang film ini ada juga karya Johann Strauss II, An der schonen blauen Donau yang ditampilkan pada adegan luar angkasa dan pendaratan di bulan pada segmen TMA-1.

Dengan daya imajinasi Kubrick yang luar biasa, sutradara kelahiran New York ini berhasil menghadirkan sebuah dunia masa depan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya, bahkan sampai sekarang kita tetap terkesima melihat film yang dipenuhi dengan teknolgi2 canggih yang jauh melebihi daya pikir kita ini. Penggambaran perjalanan kosmik di 20 menit terakhir merupakan puncak dari segalanya. Permainan warna warni yang digabungkan dengan teknik fotografi tingkat tinggi mampu menghipnotis dan membuat imajinasi kita melayang ke alam kosmik ciptaan Kurbik yang indah dan misterius, sebuah penggambaran yang mungkin hanya bisa dilakukan oleh seorang sutradara sejenius Stanley Kubrick.

Plot yang super lambat bisa dibilang merupakan kerugian dan juga kelebihan dari 2001: A Space Odyssey. Bagi yang tidak terbiasa dengan film beralur lambat bisa dipastikan film ini akan membuat penontonnya bosan, lelah bahkan mungkin saja tertidur. Namun bagi yang sudah terbiasa, mungkin film yang berdurasi 170 menit ini akan terasa sebentar. Ending yang multitafsir juga merupakan kelebihan tersendiri, tidak heran banyak penonton yang bingung, namun Kubrick sendiri menolak memberikan jawabannya yang pasti mengenai ending filmnya tersebut, Kubrick berpendapat bahwa ia sengaja membuat film yang akan memunculkan banyak pertanyaan yang mengahsilkan jawaban berbeda beda sesuai dengan pemikiran masing2 penontonnya.

Overall, 2001: A Space Odyssey adalah salah satu film terbaik yang pernah dibuat dalam sejarah manusia, sebuah film yang lebih tepat disebut maha karya seni, sebuah art cosmic dari seorang Stanley Kubrick, seorang sutradara dengan ide2 jenius yang berhasil merubah cara pandang kita menonton sebuah film. 2001: A Space Odyssey is the best sci-fi ever!!!!

9/10
Reply With Quote
  #19  
Old 13th November 2010
ukid's Avatar
ukid ukid is offline
Ceriwis Lover
 
Join Date: May 2010
Posts: 1,051
Rep Power: 25
ukid is blessedukid is blessedukid is blessedukid is blessedukid is blessedukid is blessedukid is blessedukid is blessedukid is blessedukid is blessedukid is blessed
Default

keren bener dah,,,coba kalau ditambah ma link buat donlot filmnya...psti lebih asik ndan...
Reply With Quote
  #20  
Old 22nd December 2010
MadeInCeriwis's Avatar
MadeInCeriwis MadeInCeriwis is offline
Member Aktif
 
Join Date: Dec 2010
Location: Ceriwis.Us
Posts: 132
Rep Power: 0
MadeInCeriwis mending bunuh diri deh
Default

nice share ndan.. bdw pilem nya gmn kren gak?
Reply With Quote
Reply


Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off


Terkait
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
[FREELANCE]Tulis Review Barang Dapat $$$ !UP TO $0.005 /review BriptuTika Service lainnya 0 15th October 2012 07:28 AM
JUAL Kaos Movie Review dulgandulz Kaos & Polo Shirt 0 24th September 2012 11:20 AM
JUAL ICEBOX MOVIE SHOP (HD Movie, TV series, non-HD Movie dll.) jasaburndvd Film 0 10th September 2012 09:38 AM

 


All times are GMT +7. The time now is 05:41 AM.