| FAQ |
| Calendar |
|
#161
|
||||
|
||||
|
Peristiwa Penting Minggu Ini
![]() Pada Jumat 9 Mei, dolar AS menguat terhadap semua mata uang utama dan menguat 0,56% terhadap indeks dolar di tengah pertumbuhan berskala besar mata uang Amerika terhadap euro dan mata uang Eropa lainnya. Euro dan poundsterling melanjutkan pelemahannya pada hari Jumat. Dolar Kanada melemah setelah rilis Tingkat Penyerapan Tenaga Kerja di Kanada. Euro melanjutkan pelemahannya pada perdagangan Jumat dan terjun ke level terendah bulanannya terhadap dolar AS setelah Gubernur ECB Mario Draghi mensinyalkan bahwa ECB siap untuk memperingan kebijakan moneter pada pertemuan Juni berikutnya. Neraca Perdagangan Jerman dan Produksi Industri di Italia juga tampil lebih buruk dari perkiraan. Surplus Neraca Perdagangan Jerman berkurang pada Maret ke level terendahnya dalam 10 bulan terakhir di level €14,8 juta dari €15,8 juta pada Febuari, bertentangan dari perkiraan yang mengharapkan penguatan. Ekspor Jerman turun pada Maret untuk bulan yang kedua berturut-turut. Produksi Industri di Italia melemah pada Maret sebesar 0,5% m/m dari perkiraan akan bertumbuh sebesar 0,3%. Selengkapnya: Peristiwa Penting Minggu Ini |
|
#162
|
||||
|
||||
|
Yen Awali Minggu Ini Dengan Pelemahan
![]() Pada Senin 12 Mei, dolar AsS diperdagangkan dengan sedikit perubahan terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya di tengah absennya makro statistik yang signifikan di zona euro dan AS. Poundsterling memperkuat posisinya di tengah harapan akan membaiknya prospek ekonomi. Yen melemah di tengah lemahnya Neraca berjalan Jepang. Yen menguat secara moderat terhadap yen dan fanc Swiss, sedikit melemah terhadap poundsterling dan hampir tidak berubah terhadap mata uang utama lainnya dan indeks dolar. Menurut hasil survei Fed New York yang dirilis pada Senin, warga Amerika memperkirakan pertumbuhan Pendapatan Personal dan Harga Perumahan yang lemah lemah. Surplus Anggaran Federal AS menguat lalu lebih sedikit dari perkiraan bulan lalu. Pada April Surplus Anggaran AS mencapai $106,9 miliar, yang tampak lebih sedikit dibandingkan level yang diharapkan di $114 miliar. Dalam lebih dari tujuh bulan tahun finansial sejak 1 Oktober, defisit Anggaran mencapai $306 miliar. Diperkirakan defisit tahun finansial 2014 akan lebih rendah dari tahun lalu. Selengkapnya: Yen Awali Minggu Ini Dengan Pelemahan |
|
#163
|
||||
|
||||
|
Data ZEW Jerman, Bundesbank perpanjang aksi jual Euro
![]() Euro turun di sesi Selasa pagi setelah berlanjutnya aksi jual pas rilisan hasil survei sentimen investor Jerman yang menunjukkan sedikit pertumbuhan di negera ekonomi terbesar eropa tersebut. Mata uang tunggal stabil di level bawah hampir satu bulan $1,3754 di awal sesi namun turun ke level $1,3717 hingga menjelang tengah hari waktu London. Ini merupakan level terendah dalam satu bulan terhadap dolar. Aksi jual mulai terjadi setelah survei ZEW menunjukkan sentimen ekonomi Jerman turun untuk ke-lima bulan berturut-turut menjadi 33,1 di Mei. Ini merupakan level terendah survei sejak Januari 2013 bahkan hasil ini lebih buruk dari yang diperkirakan analis dalam jajak pendapat Reuters. Euro terus menurun setelag laporan Dow Jones, mengutip sumber yang tidak disebutkan, mengatakan bahwa bank sentral Jerman, Bundesbank, ingin mengembalikan suku bunga deposito bank negatif dan pembelian paket pinjaman bank jika diperlukan untuk menjaga inflasi yang sudah terlalu rendah. Spekulasi bahwa Bank Sentral Eropa akan mengendurkan kebijakan politik pada bulan depan dan dan kekhawatiran tentang penguatan mata uang dan dampaknya dalam inflasi yang terkendali akan menghambat euro. Euro menguat ke level $1,3770, menjauh dari level bawah satu bulan $1,3745 yang disentuh pada Jumat pekan lalu, setelah turun 1,2 persen sejak Presiden ECB Mario Draghi mengatakan bank siap mengambil langkah bulan depan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Terhadap sterling, euro diperdagangkan di level 81,60, setelah sempat sentuh level bawah 16 bulan 81,43 pada sesi Senin. Pound terdongkrak prospek kenaikan suku bunga oleh Bank of England, yang diperkirakan secepatnya pada tahun ini. |
|
#164
|
||||
|
||||
|
Sentimen Ekonomi Jerman Melemah Ke Level Terendah 16 Bulan Terakhir
![]() Pada Selasa 13 Mei, dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya dan menguat 0,3% terhadap indeks dolar di tengah Penjualan Ritel AS. Euro melemah di tengah turunnya Sentimen Ekonomi Jerman ke level terendahnya dalam 16 bulan terakhir. Dolar AS memperkuat posisinya walaupun data Penjualan Ritel yang lebih lemah dari perkiraan. Indeks Bisnis Kecil NFIB menguat pada April menjadi 95,2 poin, ini adalah tingkat tertingginya dalam lebih dari enam tahun terakhir. Indeks ini menembus angka perolehan 95 poin untuk pertamakalinya sejak 2007. Pertumbuhan Penjualan Ritel AS melambat pada April setelah menguat cukup signifikan dalam dua bulan sebelumnya. Penjualan Ritel menguat pada April sebesar 0,1% m/m dari perkiraan akan tumbuh sebesar 0,4%. Penjualan Ritel Tanpa Otomotif tetap tidak berubah sementara sebelumnya diperkirakan akan menguat 0,6%.Selengkapnya: Sentimen Ekonomi Jerman Melemah Ke Level Terendah 16 Bulan Terakhir |
|
#165
|
||||
|
||||
|
Inflasi harga produsen AS melonjak
PPI catat kenaikan terbesar di 1,5 tahun ![]() Harga produsen AS mencatat kenaikan terbesarbta di satu setengah tahun pada April kemarin karena meningkatnya harga pangan, padahal sinyalemen tekanan inflasi kemungkinan mulai merangkak naik. Pada hari Rabu, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan indeks harga produsen meningkat 0,6 persen, kenaikan terbesar sejak September 2012. Namun, para ekonom, yang hanya memperkirakan kenaikan 0,2 persen, melihat kenaikan ini sebagai sebuah indikasi bahwa kemungkinan tekanan harga terbentuk. Para pejabat Federal Reserve sudah cukup lama mengkhawatirkan bahwa inflasi berjalan terlalu rendah. Namun, laporan ini seolah mendorong pandangan kalau inflasi kemungkinan beranjak dari level bawah historis karena pemulihan ekonomi AS memasuki tahun kelimanya. Dalam hitungan tahunan, harga produsen secara keseluruhan meningkat 2,1% di April, kenaikan tahunan terbesar sejak Maret 2012 dan meningkat dari kenaikan 1,4 persen di periode yang sama hingga Maret. Bulan lalu, harga pangan di tingkat grosir naik 2,7 persen, kenaikan bulanan ke-empat berturut-turut dan yang terbesar sejak Februari 2011. Namun kenaikan harga pangan ini bukanlah satu-satunya faktor penggerak penyebab kenaikan harga produsen di bulan lalu. Inflasi produsen tidak termasuk biaya pangan dan energi atau yang disebut dengan inflasi inti, meningkat 0,5 persen di April menyusul kenaikan 0,6 persen bulan sebelumnya. Sebagian kenaikan indeks PPI inti ini karena terjadi lonjakan 1,4 persen pada biaya pengiriman dengan truk kecil. Dalam rentang 12 bulan hingga April, PPI inti untuk permintaan akhir meningkat 1,9 persen, ini merupakan kenaikan terbesar sejak Desember 2012 dan mencatat kenaikan tajam dari kenaikan 1,4 persen di periode sama yang tercatat hingga Maret. |
|
#166
|
||||
|
||||
|
Poundsterling Melemah Setelah Kejutan Ganda
![]() Pada Rabu 14 Mei, dolar AS diperdagangkan ke bawah terhadap sebagian besar mata uang utama dan kehilangan kurang dari 0,1% terhadap indeks dolar di tengah Indeks Harga Produsen AS. Poundsterling melemah setelah rilis Bursa Tenaga Kerja Inggris dan Laporan inflasi BoE. Pada perdagangan Rabu indeks dolar menghentikan pertumbuhannya dalam lima hari terakhir walaupun rilis Indeks Harga Produsen tampil lebih baik dari perkiraan. Dolar AS tertekan oleh Imbal Balik Obligasi 10 tahun AS ke tingkat terendahnya sejak Oktober. Indeks Harga Produsen menguat pada April sebesar 0,6% dibandingkan dengan bulan sebelumnya, tiga kali lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya. Indeks Harga Produsen menguat pada April sebesar 2,1% pada tingkat tahunan, dan melampaui perkiraan kenaikan 1,7%. Tingkat Pertumbuhan Indeks Harga Produsen Tahunan tampil sebagai yang tertinggi dalam lebih dari dua tahun terakhir. Indeks Harga Konsumen Inti Tanpa Makanan Dan Energi menguat pada April sebesar 1,9% dari perkiraan akan bertumbuh sebesar 1,4%. Selengkapnya: Poundsterling Melemah Setelah Kejutan Ganda |
|
#167
|
||||
|
||||
|
Pengangguran AS di 7 tahun, inflasi catat kenaikan terbesar
![]() Data ekonomi AS menunjukkan laporan yang cukup positif sebanrnya, dengan laporan pengajuan baru tunjangan pengangguran berada di level terendahnya dalam tujuh tahun di pekan lalu, sementara dalam laporan lainnya, data inflasi AS mencatat kenaikan terbesarnya dalam 10 bulan di April, ekonomi AS pun semakin menunjukkan penguatannya. Klaim awak tunjangan pengangguran AS berkurang sebanyak 24.000 menjadi 297.000 pengajuan di pekan lalu, Departemen Tenaga Kerja AS kami melaporkan. Ini merupakan jumlah pengajuan terendah setidaknya sejak Mei 2007 dan mengesankan kenaikan pertumbuhan pasar tenaga kerja AS dapat terus terjadi. Pada dasarnya, klaim tunjangan pengangguran As telah mengalami ketidakstabilan dalam beberapa pekan terakhir, ini disebabkan sulitnya mentabulasikan data di sekitar libur paskah dan liburan setelahnya serta liburan sekolah musim panas. Dalam laporan Departemen Tenaga kerja lainnya menunjukkan, Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) AS meningkat 0,3 persen di bulan lalu karena kenaikan harga pangan untuk ke-empat bulan berturut-turut dan biaya BBM yang juga meningkat. Ini merupakan kenaikan CPI terbesar sejak Juni tahun lalu dan menambahkan kenaikan 0,2 persen pada Maret lalu. Kombinasi kenaikan kedua data ini diharapkan akan mempermudah Federal Reserve untuk mengurangi stimulus moneternya. Namun, ini tidak mengubah pandangan bank sentral AS untuk menunggu setidaknya medio 2015 sebelum menaikan suku bunga ‘overnight’ dari angka mendekati nol. Dalam basis tahunan hingga April, harga konsumen AS meningkat 2,0 persen setelah mencatat kenaikan 1,5 persen di Maret, kenaikan terbesar sejak Juli tahun lali dan sebagian mencerminkan kenaikan harga dari tahun lalu ketika harga minyak merosot. CPI inti, yang tidak termasuk harga pangan dan energi, naik 0,2 persen menyusul kenaikan yang saa di Maret. Dalam rentang 12 bulan hingga April, CPI inti meningkat 1,8 persen, kenaikan terbesar sejak Agustus tahun lalu. The Fed menargetkan inflasi 2 persen, tetapi the fed mencatat indeks yang sedang berjalan bahkan lebih rendah dari CPI. Para pembuat kebijakan khawatir inflasi akan terlalu rendah. Kedua data ini gagal mengangkat semangat para pelaku pasar ekuitas AS, yang berfokus pada pendapatan Wal-Mart Stores Inc yang secara tidak terduga mengalami penurunan pendapatan. Dollar sentuh level kenaikan di 11 pekan terhadap euro. Sementara nilai obligasi pemerintah AS meningkat. Data ekonomi AS menunjukkan laporan yang cukup positif sebanrnya, dengan laporan pengajuan baru tunjangan pengangguran berada di level terendahnya dalam tujuh tahun di pekan lalu, sementara dalam laporan lainnya, data inflasi AS mencatat kenaikan terbesarnya dalam 10 bulan di April, ekonomi AS pun semakin menunjukkan penguatannya. Klaim awak tunjangan pengangguran AS berkurang sebanyak 24.000 menjadi 297.000 pengajuan di pekan lalu, Departemen Tenaga Kerja AS kami melaporkan. Ini merupakan jumlah pengajuan terendah setidaknya sejak Mei 2007 dan mengesankan kenaikan pertumbuhan pasar tenaga kerja AS dapat terus terjadi. Pada dasarnya, klaim tunjangan pengangguran As telah mengalami ketidakstabilan dalam beberapa pekan terakhir, ini disebabkan sulitnya mentabulasikan data di sekitar libur paskah dan liburan setelahnya serta liburan sekolah musim panas. Dalam laporan Departemen Tenaga kerja lainnya menunjukkan, Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) AS meningkat 0,3 persen di bulan lalu karena kenaikan harga pangan untuk ke-empat bulan berturut-turut dan biaya BBM yang juga meningkat. Ini merupakan kenaikan CPI terbesar sejak Juni tahun lalu dan menambahkan kenaikan 0,2 persen pada Maret lalu. Kombinasi kenaikan kedua data ini diharapkan akan mempermudah Federal Reserve untuk mengurangi stimulus moneternya. Namun, ini tidak mengubah pandangan bank sentral AS untuk menunggu setidaknya medio 2015 sebelum menaikan suku bunga ‘overnight’ dari angka mendekati nol. Dalam basis tahunan hingga April, harga konsumen AS meningkat 2,0 persen setelah mencatat kenaikan 1,5 persen di Maret, kenaikan terbesar sejak Juli tahun lali dan sebagian mencerminkan kenaikan harga dari tahun lalu ketika harga minyak merosot. CPI inti, yang tidak termasuk harga pangan dan energi, naik 0,2 persen menyusul kenaikan yang saa di Maret. Dalam rentang 12 bulan hingga April, CPI inti meningkat 1,8 persen, kenaikan terbesar sejak Agustus tahun lalu. The Fed menargetkan inflasi 2 persen, tetapi the fed mencatat indeks yang sedang berjalan bahkan lebih rendah dari CPI. Para pembuat kebijakan khawatir inflasi akan terlalu rendah. Kedua data ini gagal mengangkat semangat para pelaku pasar ekuitas AS, yang berfokus pada pendapatan Wal-Mart Stores Inc yang secara tidak terduga mengalami penurunan pendapatan. Dollar sentuh level kenaikan di 11 pekan terhadap euro. Sementara nilai obligasi pemerintah AS meningkat. |
|
#168
|
||||
|
||||
|
Produksi Industri AS Melemah Tajam
![]() Pada Kamis 15 Mei, dolar AS hampir tidak berubah terhadap indeks dolar di tengah data statistik yang kontroversial di AS. Euro melemah setelah rilis pertumbuhan ekonomi zona euro yang lemah, namun kemudian kembali menegasi pelemahannya. Dolar AS memperkuat posisinya pada paruh pertama hari perdagangan dan memperbarui level tertinggi bulanannya terhadap indeks dolar di tengah Bursa Tenaga Kerja yang positif, Tingkat Inflasi, dan Aktifitas Manufaktur Empire State. Namun, setelah itu semua dolar AS kehilangan semua penguatannya setelah rilis Produksi Industri yang lemah, data Modal Internasional Departemen Keuangan, dan Bursa Perumahan AS. Imbal Balik Obligasi 10 tahun AS terus melemah pada Kamis, turun menjadi 2,50% dari 2,54% pada hari sebelumnya. Bursa Tenaga Kerja AS terus membaik. Klaim Pengangguran Awal turun lebih rendah dari 3200.000 untuk pertamakalinya sejak 2007, mencapai level terendahnya sejak lebih dari tujuh tahun terakhir. Klaim Pengangguran Awal AS turun minggu lalu sebanyak 24.000 menjadi 297.000, sebelumnya perubahan diperkirakan tidak akan terjadi. Rata-rata Empat Minggu Klaim Awal turun sebanyak 2.000 – dari 325.250. Klaim Rata-rata Empat Minggu menurun untuk pertamakalinya setelah menguat dalam tiga minggu terakhir. Selengkapnya: http://masterforex.com/Id/analytics/...393298 |
|
#169
|
||||
|
||||
|
Peristiwa Penting Minggu Ini
Pada Jumat 16 Mei, dolar As diperdagangkan beragam dan hampir tidak berubah terhadap indeks dolar di tengah data dari AS yang kontroversial. Bursa Perumahan melampaui perkiraan, sementara Kepercayaan Konsumen menurun. Pada hari Jumat dolar AS diperdagangkan dengan sedikit perubahan terhadap mata uang utama lainnya dengan menguatkan posisinya terhadap franc Siwss dolar Selandia Baru, dan euro, namun melemah terhadap dolar Kanada dan poundsterling. Ijin Membangun dan Dimulainya Pembangunan Rumah menguat bulan lalu, tampil sebagai sinyal pemulihan setelah musim dingin yang mengecewakan. Ijin Membangun Dan Dimulainya Pembangunan Rumah Di AS ![]() Ijin Membangun meningkat pada April sebesar 8% menjadi 1,08 juta rumah, ini adalah tingkat tertingginya dalam lebih dari enam tahun terakhir, sejak Jui 2008. Dimulainya Pembangunan Rumah meningkat bulan lalu sebesar 13,2% menjadi 1,07 juta rumah (level tertinggi dalam lima bulan terakhir). Ijin Membangun diperkirakan menguat 1% dan Dimulainya Pembangunan Rumah diperkirakan meningkat 3,6%. Selengkapnya: Peristiwa Penting Minggu Ini |
|
#170
|
||||
|
||||
|
Yen menguat terhadap dollar atas ‘Risk Aversion’
![]() Yen menguat ke level kenaikan tiga bulan terhadap dollar karena kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global yang masih rentan mendorong permintaan aset lindung. Mata uang Jepang itu menguat di hari ke-empat di saat penawaran obligasi 10 tahun ber-imbal hasil premium AS yang masa jatuh tempo sama dengan obligasi pemerintah Jepang diperdagangkan mendekati level bawah bulan. Yen menguat 0,2 persen di perdagangkan pada level 101,30 per dollar hingga pukul 2:20 siang waktu New York, dan sebelumnya menyentuh level 101,10, level terkuat sejak 5 Februari. Terhadap euro, yen menguat 0,1 diperdagangkan pada level 138,85 per euro setelah sempat menyentuh level 138,67, level terkuatnya sejak 7 Februari. Sementara euro mencatat penguatan terhadap dolar AS dan diperdagangkan naik 0,1 persen pada $1,3713 setelah sempat jatuh ke level $1,3648 pada 15 Mei lalu, level terlemahnya sejak 27 Februari. Perbedaan antara obligasi 10 tahun AS dan obligasi pemerintah Jepang yang memiliki tenggat waktu yang sama turun dua basis poin atau 0,02 persentase poin menjadi 1,92 persentase poin, menyusul penurunan 1,89 persentase poin pada 15 Mei silam, terendah sejak Oktober, berdasarkan levels penutupan. Sementara itu, euro secara perlahan kikis penguatan karena Yves Mersch, anggota dewan eksekutif European Central Bank, mengatakan “Kami memiliki instrumen untuk terus mengendurkan kebijakan moneter kami.” Beliau mengungkapkan kemungkinan langkah ECB di Juni telah meningkat. |
![]() |
|
|
Terkait
|
||||
| Thread | Forum | |||
| Aussie Petik Keuntungan Pasca Positifnya Data Ekonomi Tiongkok | Forex | |||
| [MasterForex] Data ekonomi dan Fundamental oleh MasterForex | Forex | |||
| [ForexStars] Data Ekonomi dan Fundamental | Forex | |||
| JUAL (update) Tiket Ekonomi Semarang Jakarta tanggal 26 Agustus 2012 | Tour & Travel | |||
| JUAL WTB Fundamental of Thermodynamic, Fundamental of Heat and Mass Transfer Text Book | Buku Pelajaran | |||