Mati Suri
Rita ama temen-temen sekolah mengadakan pesta kelulusan di villa milik teman Rita. Konon, Villa itu didirikan diatas tanah makam belanda. Meski begitu, mereka berlima tidak menghiraukannya. Sesampainya disana, mereka berlima langsung turun ke lapangan disebelah villa untuk bermain bola basket. Pada awalnya, seluruh permainan berjalan lancar sampai akhirnya Rita melihat seorang gadis yang berdiri disudut lapangan dengan mimik wajah tersenyum-senyum kecil.
Rasa penasaran yang besar membuat Rita memberanikan diri untuk menghampiri gadis kecil tersebut. Semakin Rita hampiri, gadis tersebut berjalan semakin jauh sambil mengarahkan tangan kebelakang dan melambai-lambai kepada Rita agar mengikutinya pergi. Sungguh gadis yang penuh dengan kemisteriusan dan semakin menggugah rasa penasaran Rita.
Sesampainya Rita ditempat pemberhentian si gadis tersebut, Rita sempat terkejut hebat! betapa tidak? karena yang sekarang ada di depan mata Rita adalah sebuah rumah mewah dengan design belanda klasik layaknya model rumah tua namun dalam kondisi yang masih baru. Yahm sedikit banyak Rita tahu tentang arsitektur karena ayah Rita yang bekerja sebagai seorang Arsitek. Rasa heran pun mulai melanda Rita "kok jaman segini masih ada rumah dengan design seperti itu?" pikir Rita dalam hati.
Kembali anak gadis itu melambai kepada Rita yang menyuruh agar Rita ikut masuk kedalam rumah tersebut. Dalam hal ini, kaki Rita sudah merasa tidak sadar sehingga layaknya berjalan sendiri menuju kedalam rumah tersebut. Sesampainya didalam rumah itu, Rita melihat seorang bapak yang menggunakan topi merah sedang memarahi anak gadis tersebut.
Dhummm...!!! belum sempat Rita menuju ke gadis kecil itu, pintu tiba-tiba tertutup, serentak dengan tertutupnya pintu tersebut, Rita langsung sudah berada di dalam kamar villa tersebut. Setelah 4 sahabat Rita yang lainnya bercerita, akhirnya Rita baru menyadari bahwa Rita sudah mati suri selama 3 hari.
Setelah kejadian itu, Rita menemui orang pintar yang kemudian bercerita bahwa roh Rita telah dibawa oleh gadis tersebut ke alamnya. Tidak ada maksud jahat dari anak gadis itu, ia hanya hendak mencari teman.
Sore harinya, Rita dan 4 sahabat Rita yang lainnya langsung pulang meninggalkan villa tersebut.
|