Sejumlah warga mengisi ulang formulir dan menyerahkan fotokopi KTP mereka untuk mendukung Basuki Tjahaja Purnama maju dalam Pilkada DKI Jakarrra 2017 lewat jalur independen di booth Teman Ahok di Emporium Pluit Mall, Jakarta Utara, Senin (14/3/2016).
Kelompok relawan Teman
Ahok memiliki caranya sendiri untuk mengumpulkan formulir dukungan KTP agar bisa mengusung Gubernur DKI Jakarta
Basuki Tjahaja Purnama. Salah satu cara mereka adalah dengan membuka booth di pusat perbelanjaan. Kini, tercatat ada 12 booth Teman
Ahok yang tersebar di 12 pusat perbelanjaan atau mal.
Berdasarkan data yang diberikan Juru bicara Teman
Ahok, Amalia Ayuningtyas, 12 mal tersebut di antaranya adalah Mall Kelapa Gading I, Mall Kelapa Gading III, Pondok Indah Mall II, Mall Kuningan City, Cilandak Town Square, Pluit Village, Emporium Mall Plut, Dharmawangsa Squre, Baywalk, Epiwalk, dan Mall Puri.
Sebuah sekolah fotografi, Darwis Triadi School of Photography pun menjadi salah satu lokasi booth Teman
Ahok.
Pemandangan tidak biasa pun muncul di mal-mal tersebut. Jika biasanya orang datang ke mal untuk berbelanja, maka kini ada fenomena di mana warga datang ke mal untuk mendukung
Ahok.
Antusiasme ini terlihat di Emporium Mall Pluit. Berdasarkan pantauan
Kompas.com pada Senin (14/3/2016), sejak pukul 14.00 WIB sampai 15.00 WIB, warga berdatangan dan menghampiri booth tersebut.
Deretan kursi yang disediakan sering kali terisi penuh oleh warga. Mereka datang untuk mengisi ulang formulir dukungan dan menyertakan fotokopi KTP-nya. Seorang warga, Neli (40), mengaku sengaja datang ke Emporium Pluit Mall untuk mengisi formulir dukungan bagi
Ahok.
"Soalnya saya sekalian mau kasih formulir yang sudah diisi sama keluarga," kata Neli saat ditemui di Emporium Pluit Mal.
Ia mengatakan telah mengetahui informasi seputar pengisian formulir ulang itu melalui media online, seperti Facebook dan pesan elektronik, yakni BBM dan WhatsApp. Amalia megatakan alasan mereka membuka booth di mall adalah sebagai upaya "jemput bola" terhadap warga DKI Jakarta yang ingin mendukung
Ahok dan Heru.
Pembiayaan
Akibat “ulah” Teman
Ahok ini, banyak orang yang bertanya-tanya dari mana Teman
Ahok mendapatkan sokongan dana untuk membayar uang sewa booth di mal.
Pada kunjungan Teman
Ahok ke redaksi
Kompas.com beberapa bulan lalu, mereka pernah menceritakan bagaimana mereka bisa membiayai operasional mereka. Misalnya saja seperti membuka booth di pusat perbelanjaan yang terkenal mematok harga sewa yang mahal.
Amalia mengatakan untuk hal itu mereka memiliki jaringan di beberapa mal sehingga mereka diizinkan membuka booth. Biasanya, pengelola mal mengizinkan Teman
Ahok untuk membuka booth karena pengunjung yang datang menjadi lebih banyak.
"Tapi enggak semua mal bisa kita masukin misalnya GI (Grand Indonesia), kita enggak punya akses ke sana dan kalau sewa pasti mahal. Tapi kita sering buka booth di GI kalau ada pameran, kita diundang dan dikasih space. Karena katanya kalau ada Teman
Ahok jadi ramai," ujar Amalia ketika itu.
Di halaman website
www.temanahok.com, Teman
Ahok juga mengungkapkan bahwa mereka juga membayar booth mereka di beberapa lokasi. Pembayan tersebut mampu mereka lakukan dengan menggunakan uang hasil penjualan marchandise seperti kaos dan gelang di booth tersebut.
"Penjualan itulah yang nantinya menjadi sumber dana kami, termasuk sewa booth ini," kata Amalia.
Kini, booth-booth Teman
Ahok sudah semakin menjamur. Warga DKI Jakarta pun datang berbondong-bondong, untuk menjadi bagian dari perjuangan Teman
Ahok. Mereka datang dengan membawa niat untuk membawa
Ahok kembali jadi gubernur.