Emas terperosok akibat sentimen suku bunga the Fed
Emas berjangka membukukan penutupan terendahnya dihampir enam bulan terakhir dipengaruhi oleh naiknya data ketenagakerjaan sektor swasta AS di November dan komentar dari pimpinan the Fed yang cenderung menunjukkan dukungan kenaikan suku bunga dirapat berikutnya.
Emas untuk pengiriman di Februari tergelincir $9,70 atau 0,9% dan ditutup pada $1.053,80 per ounce. Perak untuk kontrak Maret juga turun 7,4 sen atau 0,5% menjadi $14,009 per ounce.
Dalam pidato Rabu lalu, Yellen memang tidak secara tegas menyatakan the Fed akan menaikkan suku bunga pada rapat berikutnya tanggal 16 Desember dan pasar cukup yakin akan dukungannya tersebut. Secara fundamental, tingginya suku bunga tidak bagus bagi emas yang justru mendapat keuntungan dari kebijakan moneter yang cenderung longgar.
Kemarin Automatic Data Processing mempekirakan serapan lapangan kerja untuk sektor swasta mencapai 217.000 di November, ini pertanda pasar memperkirakan laporan ketenagakerjaan di November cukup kuat. Sentimen positif ini juga meningkatkan kemungkinan the Fed dalam menaikkan suku bunga.
Salah seorang analis mengatakan pulihnya perekonomian AS berarti negara mampu untuk menahan kenaikan suku bunga yang tidak begitu tinggi dari the Fed. Dan inilah penyebab anjloknya harga emas.
Emas akan kembali anjlok jika tanda-tanda kenaikan suku bunga menguat.