Pasar Acuhkan Kecemasan Yuan, Dolar Kian Menawan
Dolar kembali menguat terhadap sejumlah mata uang mayoritas di perdagangan sesi Senin, karena kekhawatiran akan perang mata uang yang dipimpin Cina kian mereda dan para pelaku pasar malah berfokus prospek kenaikan ssuku bunga AS.
Indeks dolar pada pecan lalu sempat menyentuh level terendah satu bulan setelah keputusan mengejutkan dari bank sentral Cina untuk menurunkan nilai tukar mata uangnya atas ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada September mendatang.
Namun setelah PBOC menetapkan yuan sedikit di atas suku bunga tetapnya pada Jum’at kemarin, timbul kekhawatiran bahwa Beijing berniat menurun nilai tukar Yuan lebih besar lagi, pasar kembali mengalihkan perhatiannya pada divergensi kebijakan moneter antara kedua Negara maju tersebut.
Terhadap euro, yang diperkirakan masih lemah setelah European Central Bank, ECB, terus menggolontarkan dana sebesar 1 triliun euro untuk program pembelian asset, dolar mencatat kenaikan 0,3 persen dan sempat berada di level $1,1075 per euro. Sementara Indeks dolar mencatat kenaikan sepertiga persen dan terpantau sempat berada di level 9,833.
Dengan minimnya data ekonomi di AS pada sesi hari ini dan Selasa besok, , para pelaku pasar berfokus pada rilisan data inflasi AS dan hasil pertemuan The Fed, pada hari Rabu.