BOJ tidak rubah kebijakan, kondisi ekonomi akan membaik
Bank sentral Jepang mempertahankan kebijakan suku bunganya demi mendongkrak harga konsumen yang dalam 2 tahun terakhir merosot. Keputusan akhirnya adalah BOJ meneruskan kebijakan perluasan basis moneter yang bernilai 80 triliun yen.
Target BOJ untuk menaikkan inflasi sampai 2 persen akan menemui rintangan karena suku bunga mendekati nol akibat murahnya harga minyak dan lemahnya pemulihan ekonomi Jepang dari resesi. BOJ cukup yakin kombinasi naiknya keuntungan, upah dan naiknya harga-harga akan mengangkat inflasi sesuai harapan.
Namun beberapa analis memperkirakan bahwa BOJ belum akan mengambil langkah lanjutan dibulan ini dimana tantangan bagi perekonomian Jepang mulai dari menurunnya penjualan ritel dan produksi industri sampai ketidakyakinan perusahaan akan prospek ekonomi Jepang.
Pada hari ini yen naik 0,1% menjadi 120,11 per dolar, turun nilainya sekitar 9% setelah sang gubernur Haruhiko Kuroda memberlakukan kebijakan pelonggaran moneter di Oktober tahun lalu.
Beberapa analis memperkirakan BOJ akan memperluas kebijakan stimulusnya di akhir Oktober ini.
Bulan lalu Kuroda juga mengingatkan bahwa harga konsumen mungkin turun sebagai dampak dari turunnya harga minyak yang mempengaruhi perekonomian Jepang. Penurunan temporal ini akan membuka jalan naiknya inflasi disemester kedua ditahun fiskal ini sampai Maret 2016.