Euro berhasil menguat, yen dan usd cenderung kokoh
Euro berhasil membalas kerugian sebelumnya terhadap dolar setelah menyentuh level rendah baru dalam 12 tahun terakhir diperdagangan Asia. Namun penurunan yang cukup drastis ini dikarenakan oleh perbedaan kebijakan moneter antara zona euro dan Amerika.
Menjelang rapat the Fed pada Rabu nanti, euro berada pada koisaran $1,0526 setelah sempat menembus $1,0457. Dibandingkan penutupan di Jumat lalu pada posisi $1,0496. Terhadap yen, euro diperdagangkan pada 127,67 setelah sempat turun ke 127,18.
Beralih kekabar the Fed, pasar memperkirakan pada rapat Rabu nanti, the Fed kemungkinan akan mengganti kata "Sabar", berkaitan dengan rencana kenaikan suku bunga, dengan perkiraan kenaikan suku bunga. Jika perubahan pernyataan itu terjadi maka akan memicu harapan bahwa kenaikan suku bunga akan direalisasikan lebih cepat dari perkiraan dan akan mendongkrak the greenback kembali.
Sebaliknya, otoritas tertinggi, bank sentral Eropa meluncurkan kebijakan pelonggaran atau "quantitative easing" diawal bulan ini dengan harapan menjaga inflasi dizona euro terkendali. Beberapa analis memberikan prediksinya terhadap euro, dimana mereka menyatakan bahwa tidak ada alasan untuk membeli euro saat ini karena mata uang tunggal ini akan menjadi salah satu mata uang terlemah.
Meski hari ini sempat menguat, tapi pola umum yang ada menunjukkan tekanan jual terhadap pasangan EURUSD cukup besar, setidaknya untuk jangka pendek. Penentuan masa depan euro akan terlihat setelah hasil rapat FOMC dan perkembangan dari ECB rilis.
Sementara itu dolar sedikit melemah terhadap yen pada 121,30 dibanding penutupan Jumat kemarin pada 121,43. Baik dolar dan yen cenderung kuat beberapa minggu terakhir yang membuat perdagangan pasangan ini tidak menentu.