Data Bisnis AS Sedikit Goyang Pertumbuhan
Data belanja bisnis menjadi sinyal beragam terhadap pertumbuhan
Beragamnya hasil laporan kondisi investasi bisnis AS di Jumat menunjukkan ekonomi AS kemungkinan belum akan rebound besar di kuartal kedua seperti yang diyakini sebelumnya, namun masih memberikan harapan hingga akhir 2014.
Pesanan barang modal non pertahanan tidak termasuk pesawat, yang sangat diamati karena dianggap mewakili rencana belanja bisnis, rebound 1,4 persen setelah dibulan sebelumnya turun 1,2 persen, Departemen Perdagangan mengatakan.
Namun, pengiriman kategori yang disebut belanja modal inti ini turun 1,0 persen, menjadikannya penurunan pengiriman bulanan ketiga berturut-turut, sehingga menimbulkan pesimisme beberapa ekonom terhadap estimasi pertumbuhan kuartal kedua. Pengiriman barang modal inti ini digunakan untuk mengkalkulasi belanja peralatan dalam parameter produk domestik brutto pemerintah.
Morgan Stanley memangkas estimasi pertumbuhan di kuartal kedua sebesar sepersepuluh persentase poin menjadi 3,2 persen pada tingkat tahunan, sementara JPMorgan menurunkan perkiraannya menjadi 2,6 persen dari 2,7 percent.
Seperti diketahui, pada triwulan pertama tahun ini, perekonomian AS mengalami kontraksi 2,9 persen, dengan belanja bisnis kategori peralatan turun pada laju 2,8 persen. Pemerintah akan merilis gambaran pertama untuk PDB kuartal kedua pada Rabu minggu depan.
Namun data ini memberikan optimisme untuk kuartal ketiga. Pesanan barang modal inti di Juni rebound 1,4 persen.
Rincian laporan lainnya menggambarkan hasil manufaktur yang cukup bagus, konsisten dengan data aktifitas pabrik lainnya. Pesanan untuk produk pabrik jangka panjang meningkat 0,7 persen di Juni karena meningkatnya permintaan sektor transportasi hingga permesinan dan komputer serta produk elektronik.
Kenaikan pesanan produk kategori ini, mulai dri produk panggangan hingga pesawat yang dapat digunakan setidaknya hingga tiga tahun atau lebih, menyusul penurunan 1,0 percent pada Mei silam.
Pesanan yang belum terpenuhi meningkat 0,8 persen di bulan lalu setelah kenaikan 0,7 persen di Mei, menunjukkan meningkatnya catat pesanan yang akan menjaga kesibukan pabrik dalam negeri sementara.
Persediaan produk tahan lama meningkat 0,4 persen. Yang mendukung pandangan persediaan akan mendongkrak pertumbuhan di kuartal kedua.