China Desak IMF berikan kuasa lebih bagi negara berkembang
China menyeru negara-negara anggota IMF agar tetap pada komitmennya dalam memberi kesempatan atau kuasa lebih kepada negara-negara berkembang dibadan moneter internasional itu setelah anggota DPR AS gagal mencapai kesepakatan yang sejatinya dapat memberi kesempatan kepada negara-negara berkembang dalam menyuarakan kepentingannya.

Pernyataan yang dilontarkan juru bicara Kementrian Luar Negeri China Hong Lei merupakan kritik tidak langsung kepada Amerika, anggota IMF terbesar dan paling berpengaruh dimana anggota DPR Paman Sam gagal pada Senin lalu menyepakati langkah-langkah pendanaan yang diperlukan agar reformasi tidak jalan ditempat, meski Hong tidak langsung menyebut Amerika.
Kongres Amerika harus menandatangani pendanaan IMF untuk merampungkan reformasi yang dicanangkan 2010 silam yang akan membuat China sebagai anggota IMF terbesar ketiga sekaligus merombak dewan anggota IMF yang tadinya didominasi negara-negara barat Eropa.
Jika perubahan ini terlaksana maka negara-negara seperti Brazil dan India akan berkesempatan menyuarakan kepentingan ekonominya.
Dalam sesi briefing dengan media, Hong mengatakan bahwa reformasi quota IMF adalah keputusan penting yang dibuat oleh organisasi. "Anggota IMF harus menerapkan segala keputusan dan menghormati dan meningkatkan kesempatan keterwakilan dan bersuara negara-negara berkembang didalam organisasi."
Hasil dari keputusan IMF sendiri terungkap ketika Managing Director IMF Christine Lagarde yang berbicara di Washington bahwa "Pendanaan IMF" yang membinggungkan tidak termasuk kedalam Undang Undang belanja yang telah disetujui Kongres AS pada Senin lalu.
Lagarde juga mengekspresikan harapannya bahwa pertimbangan yang masuk akal dan sehat akan menang dan dia yakin Amerika masih berkomitmen untuk mendukung pendanaan tersebut.
Reformasi pembagian voting yang dikenal sebagai quota tidak bisa dilanjutkan tanpa Amerika, sebagai satu-satunya yang memegang kendali penuh hak suara IMF.
Beberapa pemangku kebijakan mempertanyakan seberapa baik peran IMF dalam membantu negara-negara bermasalah di Eropa dan berbagai resiko yang melekat disetiap pinjaman yang dikucurkan IMF, sehingga disarankan agar Kongres tidak terburu-buru dalam menerapkan perubahan apapun.
Menteri Keuangan India tidak memberikan komentarnya atas hasil tersebut namun seorang pejabat dikementrian terkait menyatakan bahwa India sangat kecewa dengan kurangnya tindakan Kongres.
Negara-negara berkembang telah lama mengembangkan kecurigaan bahwa IMF menerapkan langkah-langkah privatisasi yang merusak sehingga membuat rumit transisi dari sistem komunisme bagi beberapa negara-negara berkembang diawal 1990an, serta mendesak pemangkasan anggaran yang memperburuk krisis utang di Asia dan Amerika latin beberapa tahun kemudian.
Kecurigaan itu diperparah oleh struktur kekuasaan yang membentuk IMF ditahun 1944. Struktur IMF dibuat oleh negara pemenang Perang Dunia Kedua, yaitu Amerika dan Eropa.