Fed lakukan ‘Tapering’, Dollar ke level atas 2 pekan
Dolar naik ke level terkuat di hampir dua pekan terhadap euro setelah Federal Reserve memutuskan untuk mulai menimbang kembali pembelian obligasi di tengah tanda-tanda bahwa pertumbuhan ekonomi mendapatkan momentum.

Mata uang AS menguat terhadap hampir semua 16 mata uang utama setelah Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) kemarin mengatakan akan mengurangi stimulus moneter hingga $75 miliar per bulan dari $85 miliar.
Dolar naik 0,1 persen menjadi $1,3675 per euro setelah sempat berada di level $1,3650, level terkuat sejak 6 Desember. Namun, mata uang AS itu melemah terhadap yen, turun 0,2 persen ke level ¥104,10. Sementara Yen juga menguat terhadap euro, naik 0,3 persen ke level 142,36 per euro setelah ke sempat meluncur ke level 142,90 di sesi kemarin, level terlemahnya sejak Oktober 2008.
Menguatnya Yen terhadap dolar karena para pejabat Bank Sentral Jepang memulai pertemuan dua harinya.
"Arah dolar bukan hanya mengenai kebijakan Fed, ini tentang bagaimana bank sentral lainnya menjawab," sebut Derek Halpenny, kepala penelitian - pasar global Eropa di Bank of Tokyo - Mitsubishi UFJ Ltd di London, dalam dialognya pada stasiun televisi Bloomberg .
Sementara pemangkasan stimulus pada pertemuan dua hari yang berakhir kemarin, Fed kembali mempertegas jaminannya bahwa kenaikan suku bunga masih jauh dengan mengatakan suku bunga acuan kemungkinan akan tetap rendah "hingga penurunan tingkat pengangguran di bawah 6,5 persen."