
5th December 2013
|
|
Newbie
|
|
Join Date: Feb 2013
Posts: 13
Rep Power: 0
|
|
Quote:
Originally Posted by Gusnan
Di kawasan Sungai Mekong, perburuan dilakukan saat musim banjir, ketika tikus yang tinggal di sekitar sungai mencari sarang baru. Warga akan membawa jaring dan keranjang bambu juga mengerahkan kawanan anjing untuk berburu tikus. Setelah ditangkap, tikus-tikus tersebut kemudian dijual kepada pemilik restoran, dimana mereka dikuliti dan dipanggang di atas arang.
Di restoran, satu kilogram tikus panggang dijual seharga 100 ribu dong atau setara Rp60 ribu. Beberapa restoran juga menyajikan atraksi khusus berupa area pemanggangan terbuka, dimana konsumen bisa langsung memanggang tikus pilihan mereka.
Mengonsumsi tikus memang terdengar menjijikkan, namun warga Vietnam percaya daging tikus menyehatkan. Dilansir dari Daily Mail, Thanh, salah satu pemilik restoran penjual tikus di Dan Phuong, menyebutkan bahwa daging tikus memiliki kandungan protein tinggi dan bahkan rasanya diklaim lebih lezat dari daging ayam. Selain itu, masyarakat Vietnam juga percaya bahwa mengonsumsi daging tikus bisa mencegah kanker.
|
Di Indonesia ada di Indonesia bagian Timur
|