ILLUMINATA 25
IBLIS BELAS KASIH
Sang Guru ditanya, "Bagaimana caranya menumbuhkan belas kasih yang tak terbatas kepada semua makhluk?" Jawabnya, "Kembangkan ketidak-berpihakan." Ini artinya, menyadari kesamaan hakiki semua makhluk hidup—saya tidak lebih hebat dari orang lain, demikian pula orang lain tidak lebih hebat dari yang lain. Kita semua adalah satu.
Hal ini mengingatkan kita pada perumpamaan sederhana tentang burung berkepala dua. Seekor burung memiliki dua kepala dan satu tubuh. Suatu hari, karena dengki, kepala yang satu menipu kepala yang lain untuk menenggak racun; alhasil "seluruh" burung itu mati.
Demikian juga halnya, "orang lain" dan "saya" berbagi tubuh yang sama. Siapa kita dan kehidupan kita tergantung kepada orang lain—tidak ada makanan, teman, orang tua, pekerjaan... yang tanpa "orang lain"—kita semua saling bergantung. Kekonyolan satu orang dapat mengakibatkan kejatuhan seluruh masyarakat.
Sang Guru berkata, "Hati-hati, jangan sampai menjadi Iblis Belas Kasih." Iblis Belas Kasih adalah orang yang berpikir bahwa dirinya betul-betul penuh belas kasih karena melihat dirinya terpisah dari orang lain—bahwa "mereka" tidak disangkal lagi membutuhkan bantuannya. Waspadalah, hal ini bisa menyebabkan ego muncul dan menjadi gemuk lho!
Orang yang benar-benar penuh belas kasih tidak pernah merasa ia penuh belas kasih. Ia sekadar melakukan apa yang dianggapnya paling alamiah di dunia ini. Sekalipun kita sudah selayaknya memuji kebajikan, tidak ada yang perlu dibesar-besarkan karena telah berbuat baik.
Be Happy!
|