View Single Post
  #9  
Old 13th September 2010
hafi's Avatar
hafi hafi is offline
Newbie
 
Join Date: Sep 2010
Posts: 18
Rep Power: 0
hafi mempunyai hidup yang Normal
Default

After.Life (2009)



" How do you save yourself when you're already dead? "

Story: Setelah peristiwa kecelakaan lalu lintas menimpanya, Anna (Christina Ricci) terbangun di sebuah kamar mayat, tidak bisa bergerak dan hanya ditemani oleh seorang pria paruh baya yang tampaknya sibuk mempersiapkan sesuatu. Pria tersebut adalah Eliot Deacon (Liam Neeson), direktur pemakaman merangkap perias mayat yang sendang mempersiapkan tubuh Anna untuk dimakamkan. Anna yang terkejut dan ketakutan pun mulai memberontak karena merasa dirinya masih hidup. Namun dengan tenang Eliot meyakinkan perempuan muda itu bahwa Ia memang sudah mati sejak 8 jam yang lalu akibat kecelakaan yang dialaminya, bahkan Eliot pun menunjukan sertifikat kematiannya. Elliot juga menjelaskan bahwa dirinya memiliki kemampuan untuk dapat melihat dan mendegar arwah penasaran serta membantu mereka dalam masa transisi mereka menunju alam baka.

Sementara itu pacar Anna, Paul Coleman (Justin Long) yang sangat terpukul dan bersedih atas kematian kekasihnya mulai mencurigai tindak-tanduk Elliot yang sama sekali tidak mengijinkannya untuk melihat mayat Anna. Semakin Paul meyelidik apa yang sebenarnya terjadi sebenarnya terjadi semakin orang-orang disekitarnya menganggapnya gila. Apakah duggan Elliot yang menganggap Anna sebenarnya masih hidup itu benar atau hanya imajinasinya saja? Siapa dan apakah motif Elliot sebenarnya menyimpan tubuh Anna?



Review: Premis tentang kehidupan setelah kematian memang selalu menjadi sajian menarik jika dihadirkan dalam media film, apalagi jika genre film itu adalah horror. Pertanyaan-pertanyaan tentang apa yang sebenarnya terjadi pada diri kita setelah kita mati, apakah roh kita akan langsung berangakat ke Surga atau Neraka, atau malah terjebak sebagai arwah penasaran di dunia ini memang sampai saat ini masih menjadi sesuatu yang hangat untuk diperbincangan. Nah, melalui debut horror psikologis milikinya, sang sutradara sekaligus orang yang bertanggung jawab dibalik pembuatan cerita Afer.Life, Agnieszka Wojtowicz-Vosloo bisa dibilang tidak terlalu buruk menyajikan sebuah kisah mencekam yang dipenuhi tanda tanya ini.

Dengan menggabungkan elemen-elemen horror klasik seperti pencahayaan yang remang-remang, ruangan gelap, dan penampakan-penampakan yang entah itu hanya sekedar sebuah mimpi, imajinasi ataupun realita dengan plot-nya yang penuh dengan ambiguitas, Vosloo tidak hanya berhasil membangun atmsofer mencekam namun juga sukses membuat penontonnya terjebak dalam kebingungan akut, hasilnya penonton akan dijamin selalu bertanya-tanya sepanjang film, apakah yang sebenarnya terjadi pada Anna, apakah Ia sudah mati atau masih hidup? Ya, pertanyaan itulah yang akan selalu berputar-putar di benak penontonya, bahkan hingga kegelapan credit tilte muncul, film ini masih akan meninggalkan perdebatan yang menarik untuk dibahas.

Walaupun cerita yang disajikan terbilang menarik namun Vosloo tampaknya gagal dalam menjaga kekonsistenan cerita, karena apa yang terjadi setelah paruh film berjalan cerita menjadi semakin absurd. Tidak ada penjelasan-penjelasan dasar yang diberikan seakan-akan membuat penontonnya ditinggal begitu saja, seperti kenapa Anna menjadi depressi diawal film? kenapa hubungannya dengan sang ibu terlihat jauh? Siapa sebenarnya Elliot? dan beberapa pertanyaan lain yang tak terjawab jelas mengurangi nilai film ini. Atmosfer yang dihasilkan memang cukup mencekam, setidaknya bagi penonton horror awam, namun tidak untuk ukuran para horror junkies yang jelas mengaharapkan sesuatu yang lebih menakutkan dan mengerikan dariapada yang sudah disajikan Vosloo dalam After.Life ini.

Melihat jajaran cast-nya, kehadiran Liam Neeson jelas cukup mengejutkan karena mau tampil di film seperti ini. Berperan sebagai sosok antagonis rupanya tidak membuat aktor asal Inggris ini kesulitan membawakan perannya sebagai seorang Undertaker misterius. Justru nampaknya penampilan Christina Ricci yang tidak terlalu meyakinkan, walaupun sudah tampil habis-habisan bahkan sampai rela memamerkan tubuhnya tanpa sehelai benangpun tetap saja tidak membuat Ricci bisa tampil bagus. Sama seperti Ricci, Justin Long-pun juga tampil biasa saja, malah aktor satu ini terlihat lucu disaat ia berusaha tampil serius.

Overall, premis yang sangat menarik namun sayang tidak dibarengi dengan kekonsitenan ceritar, sehingga membuat After. Life harus menderita diparuh akhir, cerita menjadi kendur dan kurang greget. Namun dibalik kekurangan-kekurangannya, setidaknya After. Life cukup menghibur, mengingat film ini adalah film debutan dari sutradara yang kurang dikenal.

6,9/10
Reply With Quote