View Single Post
  #8  
Old 11th September 2010
hafi's Avatar
hafi hafi is offline
Newbie
 
Join Date: Sep 2010
Posts: 18
Rep Power: 0
hafi mempunyai hidup yang Normal
Default

Y tu mamá también / And your mother too (2001)





"Life has its way of teaching us. Life has its way of confusing us. Life has its way of changing us. Life has its way of astonishing us. Life has its way of hurting us. Life has its way of curing us. Life has its way of inspiring us."


Story: Semuanya Berawal dari keisengan yang dilakukan oleh Tenoch (Diego Luna) dan sahabat karibanya, Julio (Gael García Bernal) disebuah pesta pernikahan. Tenoch, mencoba menarik perhatian, Luisa (Maribel Verdú) seorang wanita yang usianya lebih tua darinya dengan mengajaknya ke sebuah pantai nan indah bernama la Boca del Cielo ("Heaven's Mouth"), padahal pantai itu sebenarnya tidak pernah ada, semuanya hanya karangan Tenoch. Awalnya Luisa menolak ajakan dua pemuda ABG tersebut, namun dikarenakan sesuatu hal yang membuat dirinya sakit hati, Luisa akhirnya memutuskan menghubungi Tenoch dan Julio untuk berpergian bersama.

Jelas saja baik Tenoch dan Julio tidak mengetahui dimana letak pantai khayalan mereka, namun hal tersebut tidak membuat dua sahabat karib itu membatalkan niatnya untuk berpergian bersama Luisa. Ya, dengan mengendarai mobil milik Julio mereka bertiga kemudian melakukan perjalanan lintas Meksiko. Namun Siapa yang menyangka bahwa perjalanan yang berawal dari sebuah keisengan itu akan menjadi awal sebuah perubahan besar dalam kehidupan mereka bertiga.


Review: Menonton road movie selalu menjadi keasyikan tersendiri bagi sebagian penontonnya, termasuk bagi saya yang paling menikmati film-film jenis ini. Jika dilihat sekilas dari kulit luarnya mungkin tidak ada yang berbeda pada Y tu mamá también. Layaknya road movie pada umumnya, secara garis besar film ini juga menceritakan pengalaman dan suka duka karakter-karakter utamanya disaat mereka melakukan perjalanan darat, melewati jalan-jalan panjang yang dilatar belakangi pemandangan-pemanadangan alam indah, yang pada akhirnya juga disertai dengan sebuah kisah pencarian jati diri setiap individunya. Namun yang membuat Y tu mamá también menjadi istimewa dan unik dikarenakan bagaimana Alfonso Cuarón yang disini bertindak sebagai sutradara sekaligus penulis naskah mampu menampilkan sebuah kisah coming of age tentang pencarian jati diri dua pemuda ABG dengan caranya yang unik, lucu dan juga emosional. apalagi Cuarón disini juga terbilang berani memasukan muatan-muatan seks frontal kontroversial dan mencampurnya dengan elemen-elemen sosial-politik yang tercermin dalam kejadian-kejadian kecil dalam perjalanan yang dilakukan oleh 3 karakter utamanya.

Dengan mengkombinasikan gaya becerita naratif, pengunaan teknik long take dalam hampir semua adegannya, serta dukungan akting luar biasa dari Diego Luna, Gael García Bernal dan Maribel Verdú membuat 105 menit menyaksikan film ini menjadi sebuah pengalaman sinematik luar biasa. Beruntung bagi Cuarón medapatkan dua aktor Meksiko paling berbakat. Baik Gael García Bernal dan Diego Luna tampil fantastis dan sangat natural dalam membawakan peran mereka, Ya, mereka adalah dua tokoh paling sentral yang mampu membuat film ini menjadi lebih bernyawa.

Salah satu yang juga menjadi keunikan tersendiri dalam film ini adalah pengunaan musik latar yang tidak biasa. Sebenarnya film ini sama sekali tidak memiliki soundtrack yang memang khusus dibuat, semua musik / lagu yang terdengar merupakan musik / lagu yang langsung terdengar dari radio maupun alat pemutar musik yang ada diputar dalam film itu sendiri. Narator yang membawakan narasi juga tidak kalah uniknya, Ia tidak hanya sebagai orang yang menceritakan kisah dalam film ini, namun juga sebagai memberikan informasi-informasi diluar konteks cerita bagi semua karakternya, ya semua karakter bahkan termasuk bagi kawanan babi yang sama sekali tidak memiliki peranan penting.

Overall, Y tu mamá también / And your mother too menjadi contoh nyata bagaimana road movie yang baik dan unik itu dibuat. Tidak hanya mampu menghibur namun juga memberikan inspirasi bagi para penontonnya tentang bagaimana menjadi pribadi yang dewasa. Bahkan salah satu film Indonesia, 3 Hari Untuk Selamanya terinspirasi dari film terbaik Alfonso Cuarón ini.

8,2/10

Last edited by hafi; 13th September 2010 at 11:01 PM.
Reply With Quote