View Single Post
  #1  
Old 11th September 2010
hafi's Avatar
hafi hafi is offline
Newbie
 
Join Date: Sep 2010
Posts: 18
Rep Power: 0
hafi mempunyai hidup yang Normal
Default hafi's movie review

Hi, gw newbi dimari Gw hanya ingin nge-share review-review film yang sudah gw tonton selama ini, semoga aja bisa membantu menjadikan referensi untuk menonton. Semua yang gw tulis murni pendapat gw sendri, jadi maaf aja kalo review yang tidak sesuai dengan penilaian anda. Enjoy!!! :mwach:

_________ _______________

The Shining (1980)




Jack Torrance: " Wendy? Darling? Light, of my life. I'm not gonna hurt ya. You didn't let me finish my sentence. I said, I'm not gonna hurt ya. I'm just going to bash your brains in "

Story: Jack Torrance (Jack Nicholson) baru saja mendapatkan pekerjaan baru sebagai penjaga / cartaker Overlook Hotel, sebuah hotel mewah yang terletak di resort pegunungan Rocky Mountain , Colorado selama musim dingin berlangsung. Jack yang begitu bersemangat dengan pekerjaan barunya ini sampai-sampai tidak lagi terlalu ambil pusing dengan peristiwa mengerikan yang pernah terjadi di hotel itu 5 tahun lalu atau nantinya ia beserta istrinya, Wendy (Shelley Duvall) dan putranya, Danny (Danny Lloyd) akan tinggal sendiri 5 bulan lamanya di hotel tua yang konon dibagun diatas pekurburan Indian tersebut.

Setelah satu bulan tinggal di Overlook Hotel yang terisolasi oleh salju tebal, kejadian-kejadian aneh pun mulai bermunculan. Danny yang ternyata memiliki kemampuan paranormal yang disebut "The Shining" mulai melihat penampakan-penampakan mengerikan yang membuatnya ketakutan setengah mati. Jack pun tidak ketinggalan, diganggu oleh kekuatan supranatural jahat yang perlahan-lahan mulai merasuki jiwa dan menghilangkan akal sehatnya. Kejadian buruk yang terjadi 5 tahun sebelumnya tampaknya akan terulang sekali lagi di Overlook Hotel yang angker itu.


Review: Stanley Kubrick dan Stephen King, dua nama tersebut sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk dijadikan alasan utama mengapa The Shining menjadi sugguhan psychological horror klasik yang wajib tonton. The Shining sendiri merupakan adapatasi dari novel berjudul sama karya sang master misteri, Stephen King yang berhasil diterjemahkan dengan sempurna oleh Kubrick dalam media film sepanjang 146 menit. Seperti sudah menjadi rahasia umum Kubrick tidak pernah setengah-setengah dalam menggarap film-filmnya, itulah yang membuat sutradara legendaris satu ini disegani, bahkan oleh sesama sineas dunia lainnya, dan metode tersebut juga diterapkan dalam filmnya satu ini.

Syuting yang melelahkan dengan naskah yang sering berganti secara mendadak setiap harinya tidak jarang membuat para pemain-pemainnya stress pun terbayar lunas setelah kita melihat hasilnya. Sebuah suguhan horror atmosphric yang kental dengan aroma kengerian dan ketegangan luar biasa benar-benar mampu menjadi sajian utama The Shining. Musik score klasik mengerikan dari Wendy Carlos & Rachel Elkind yang sejak awal film sudah setia menemani, berpadu dengan angkernya setting Overlook Hotel dengan koridor-koridor panjangnya yang suram semakin membuat bulu kuduk penontonnya berdiri. Belum lagi penggunaan Steady Cam yang mampu membuat kamera bergerak dinamis mengikuti setiap pergerakan karakaternya menjadikan The Shining salah satu yang terbaik di genrenya. Tidak seperti karya Kubrick yang sudah-sudah dimana penuturan cerita dibuat sangat lambat, dalam The Shining Kubrick menaikan tempo menjadi sedikit lebih cepat namun tetap tidak kehilangan ciri khasnya, tujuannya jelas agar dapat dinikmati semua kalangan. Dan sebuah twist manis pun sukses menutup The Shining dengan meninggalkan sejuta pertanyaan kepada penontonnya tentang apa yang terjadi sebenarnya pada karakter Jack Torrance.

Kehadiran Jack Nicholson sebagai Jack Torrance jelas membuat film ini menjadi semakin kuat dan selalu akan diingat penontonnya. Nicholson tampil garang dan mengerikan sepanjang film, walaupun harus diakui tidak jarang timbul kesan lucu disaat melihat ekspresi 'gila' aktor yang saat ini berusia 73 tahun. Shelley Duvall sebagai yang disebut-sebut sebagai aktris yang tersiksa sepanjang proses syuting juga berhasil tampil maksimal. Dibawah tekanan yang luar biasa dari seorang Kubrick yang menuntutnya berakting sesempurna mungkin ternyata mampu membuat Duvall tampil meyakinkan, apalagi didukung dengan wajahnya yang unik.

Overall, Tidak heran jika banyak penonton yang memasukan The Shining dalam list film horror klasik favorit mereka, karena horror psikologis kolaborasi Kubrick-King ini memang yang terbaik di genrenya, bahkan sampai sekarang The Shining adalah salah satu 'obat' manjur yang dapat membuat penontonnya bermimpi buruk setelah menontonnya.

8/10
Reply With Quote