Maap" kemaren mau posting malah sakit perut

, sekarang sih udah agak mendingan dan saya sendiri pengen nerusin lanjutan postingan kemarin (nda afdol kalo nda kelarin yang kemaren

). Langsung aja lah ya
Indikator Overbought / Oversold
Sebelum saya jelasin mungkin ada beberapa yang agak kurang ngerti soal Overbought sama Oversold
Overbought = titik paling atas (baik itu dilihat secara per-hari atau dari keseluruhan chart)
Oversold = titik paling bawah (baik itu dilihat secara per-hari atau dari keseluruhan chart)
Trader biasanya dianjurkan untuk trading sesuai arah major trend. Namun terkadang kita tidak yakin apakah akan langsung melakukan open posisi secepatnya atau menunggu terjadinya pullback ketika major trend telah terkonfirmasi.
Contoh, ketika kita telah yakin bahwa major trend adalah turun, maka kita bisa memilih untuk open posisi saat itu juga, atau menunggu harga menguat sedikit sebelum melakukan open posisi.
Bila kita memilih menunggu terjadinya pullback, maka diharapkan resiko yang terjadi juga lebih kecil. Untuk itu, trader bisa memilih untuk menggunakan overbought / oversold indikator pada kondisi ini.
Salah satu indikator yang cocok untuk ini adalah
relative strength index (RSI). Indikator ini mengakumulasikan pergerakan chart selama rentang waktu tertentu, dan mengkalkulasikannya kedalam suatu nilai bilangan dari 0 sampai dengan 100. Angka 20 pada RSI bisa diartikan bahwa harga berada pada kondisi oversold, dan angka 80 adalah kondisi overbought. Namun tidak semua trader menggunakan ukuran yang sama untuk kondisi tersebut.
Pada gambar dibawah ini kita menggunakan 3-day RSI, 50-day MA dan 200-day MA. Secara general ketika garis 50-day MA (warna kuning) berada di bawah garis 200-day MA (abu-abu), trader bisa langsung mengambil open posisi SELL. Namun trader bisa mempertimbangkan untuk melakukan open posisi SELL setelah RSI menunjukkan kondisi overbought (kolom transparan).
[B]Indikator Profit Taking[/B}
Tipe indikator terakhir yang diperlukan oleh trader ini adalah indikator yang mampu untuk menentukan kapan harus close posisi ketika berada pada kondisi profit. Ada beberapa indikator yang tersedia, bahkan 3-day RSI juga dapat digunakan untuk ini.
Salah satu Indikator yang paling popular untuk taking profit adalah
Bollinger Bands. Indikator ini mengumpulkan data historis harga dan membentuknya menjadi suatu garis terowongan (channel).
Trader yang sedang melakukan open posisi buy dapat melakukan profit taking ketika harga menyentuh garis channel paling atas, dan trader yang melakukan open posisi sell dapat melakukan profit taking ketika harga menyentuh garis channel paling bawah.
Akhir kata (cie elah "akhir kata" ngeri amat yak bahasanya

), bagi trader yang ingin melakukan keputusan open posisi, kita mungkin harus sabar menunggu untuk menemukan momen yang tepat. Dengan mempelajari dasar-dasar dari indikator forex ini, kita dapat meminimalisir potensial resiko yang terjadi. Jangan lupa juga untuk selalu memperhatikan
money management kita sesuai kemampuan capital yang tersedia.
What if you're wrong ? Don't call it a mistake, call it an education.