VIVAnews - Dialog antara perwakilan warga Jatibening, Bekasi dan pengelola tol Jasa Marga masih berlangsung. Rapat yang digelar di kantor Polisi Jalan Raya rest are Tol Jatibening itu dihadiri oleh Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dan wakapolda Metro Jaya Brigadir Jenderal Suhardi Alius, Jumat 27 Juli 2012.
Dialog ini untuk mencari solusi terkait tuntutan warga yang menginginkan agar akes pejalan kaki menuju rest area kembali dibuka.
Koordinator warga, Masran, mengatakan sekitar pukul 2.00 dini hari tadi, akses pejalan kaki itu ditutup dengan pagar beton. Warga sendiri tidak dapat melawan karena penutupan dilakukan oleh sekelompok orang. Menurut dia, sebenarnya beberapa hari ini warga sudah berjaga untuk mengantisipasi pentupan akses itu.
Mereka kemudian memberitahu rekannya yang lain untuk melakukan aksi. Pukul 5.30, massa memblokir ruas di kilometer 8. Mereka juga membakar mobil milik Jasa Marga berpelat nomor B 9548 YT.
Masran mengungkapkan, Jasa Marga melakukan penutupan jalan ini dengan alasan melaksanakan PP no 15 tahun 2009 ayat 21 yang mengatur larangan menaikkan dan menurunkan penumpang di jalan tol.
"Tapi warga keberatan karena tempat itu merupakan sumber mata pencaharian kami. Kalau alasannya macet itu mengada-ngada sebab itu rest area. Jika macet, masukkan saja kendaraan ke rest area sehingga tidak berhenti di jalan," katanya.
Dia merinci satu hari ada 3.000 orang yang lewat di jalan itu. Kemudian ada 1.100 tukang ojek, dan 14 tempat penitipan motor dengan kapasitas terkecil 50 terbesar 400 kendaraan berdiri di sana.
Menjelang siang kemacetan di ruas arah Jakarta berangsur mencair. Kepadatan masih terjadi di Cibitung-Cikarang. Sedangkan arah Cikampek ramai lancar.
© VIVA.co.id