~ kota tasikmalaya ~
Quote:
|
Spoiler for demografis:
kota tasikmalaya pada tahun 2010 memiliki penduduk dengan jumlah lebih dari 6 juta jiwa yang sebagian besar bermatapencaharian sebagai petani dan pedagang
sesuai dengan undang-undang no. 10 tahun 2001 tentang pembentukan kota tasikmalaya, kota tasikmalaya memiliki wilayah seluas 17.156,20 ha atau 171,56 km2 yang meliputi wilayah 10 kecamatan, yaitu kec. Cipedes, cihideung, tawang, tamansari, mangkubumi, kawalu, indihiang, cibeureum, purbaratu dan bungursari yang mencakup 69 kelurahan.
kota tasikmalaya secara geografis memiliki posisi yang strategis, yaitu berada pada 108o 08' 38" - 108o 24' 02" bt dan 7o 10' - 7o 26' 32" ls di bagian tenggara wilayah propinsi jawa barat. Kedudukan atau jarak dari ibukota propinsi jawa barat, bandung + 105, wilayah kota tasikmalaya berbatasan dengan :
- sebelah utara : Kab. Tasikmalaya dan kab. Ciamis (dengan batas sungai citanduy)
- sebelah barat : Kab. Tasikmalaya
- sebelah timur : Kab. Tasikmalaya dan kab. Ciamis
- sebelah selatan : Kab. Tasikmalaya (batas sungai ciwulan)
Spoiler for pemerintahan:
kota tasikmalaya diresmikannya sebagai kota administratif tasikmalaya melalui peraturan pemerintah nomor 22 tahun 1976, dengan walikota administratif pertama yaitu drs. H. Oman roosman yang dilantik oleh gubernur jawa barat h. Aang kunaefi. Pada awal pembentukannya, wilayah kota administratif tasikmalaya meliputi 3 kecamatan yaitu cipedes, cihideung, dan tawang dengan jumlah desa sebanyak 13 desa.[2]
pembentukan pemerintahan kota tasikmalaya sebagai pemerintahan daerah otonom ditetapkan berdasarkan undang-undang nomor 10 tahun 2001, bersama-sama dengan kota lhokseumawe, kota langsa, kota padang sidempuan, kota prabumulih, kota lubuk linggau, kota pagar alam, kota tanjung pinang, kota cimahi, kota batu, kota singkawang, dan kota bau-bau, selanjutnya pada tanggal 18 oktober 2001, drs. H. Wahyu suradiharja dilantik sebagai penjabat walikota tasikmalaya oleh gubernur jawa barat dilaksanakan di gedung sate bandung.
Melalui surat keputusan no. 133 tahun 2001, tanggal 13 desember 2001 komisi pemilihan umum membentuk panitia pengisian keanggotaan dewan perwakilan rakyat kota tasikmalaya (ppk-dprd), selanjutnya pengangkatan anggota dprd kota tasikmalaya disahkan melalui keputusan gubernur jawa barat, no. 171/kep.380/dekon/2002, tanggal 26 april 2002, dan pada tanggal 30 april 2002 keanggotaan dprd kota tasikmalaya pertama diresmikan. Kemudian pada tanggal 14 november 2002, drs. H. Bubun bunyamin dilantik sebagai walikota tasikmalaya, sebagai hasil dari tahapan proses pemilihan yang dilaksanakan oleh legislatif.
Sesuai undang-undang no. 10 tahun 2001 bahwa wilayah kota tasikmalaya terdiri dari 8 kecamatan dengan jumlah kelurahan sebanyak 15 dan desa sebanyak 54, kemudian melalui peraturan daerah (perda) nomor 30 tahun 2003 tentang perubahan status desa menjadi kelurahan, desa-desa di lingkungan pemerintah kota tasikmalaya berubah statusnya menjadi kelurahan, maka jumlah kelurahan menjadi sebanyak 69 kelurahan, selanjutnya kecamatan di kota tasikmalaya dimekarkan lagi sehingga menjadi sepuluh kecamatan. Hingga tahun 2008 terjadi penambahan 2 kecamatan sebagai hasil dari pemekaran 2 kecamatan.
Berikut ini urutan pemegang jabatan walikota administratif tasikmalaya, dari terbentuknya kota administratif sampai sekarang:
Oman roesman (1976-1985)
yeng ds. Partawinata (1985-1989)
r. Y. Wahyu (1989-1992)
erdhi hardhiana (1992-1999)
bubun bunyamin (1999-2007)
syarif hidayat (2007-2012)
Spoiler for perekonomian:
hampir 70%, pusat bisnis, pusat perdagangan dan jasa, dan pusat industri di priangan timur dan selatan berada di kota ini. Priangan timur dan selatan yakni membentang dari kota banjar di ujung timur jawa barat, kabupaten ciamis, kabupaten dan kota tasikmalaya, kabupaten garut, kabupaten sumedang, kabupaten cianjur, kabupaten dan kota sukabumi di ujung barat jawa barat, wilayah priangan timur dan selatan ini mencapai 40% total keseluruhan wilayah jawa barat, itu artinya sepertiga lebih dari pusat perekonomian yang ada di jawa barat berada di kota ini. Oleh karena itu, sangat cocok bagi para investor baik itu bidang perhotelan, sarana dan prasarana, pusat perbelanjaan untuk menanamkan modalnya di kota priangan timur ini. Kota tasikmalaya membuka peluang yang sebesar - besarnya bagi para investor untuk berinvestasi di kota ini. Kota tasikmalaya sendiri berpenduduk sekitar 617 ribu sehingga sangat potensial untuk dijadikan pangsa pasar investasi.
Kota tasikmalaya terletak di jalur utama selatan pulau jawa di wilayah provinsi jawa barat. Kota ini juga memiliki perkembangan yang lebih baik dibandingkan kota-kota besar lainnya yang cenderung stagnan atau jalan di tempat tanpa ada pembangunan yang berarti atau signifikan. Oleh karena itu, para investor baik itu investor lokal maupun asing yang akan menanamkan modalnya perlu melirik kota ini sebagai salah satu kota yang sangat potensial dan strategis untuk mengembangkan usaha. Bagi para investor lokal yang akan melakukan ekspansi atau perluasan cabang dapat menjadikan kota ini sebagai salah satu pilihan terbaik. Bagi investor asing yang akan menanamkan modalnya di indonesia, kota ini dapat dijadikan basis usaha baru. Di indonesia, kawasan potensial saat ini harus dikembangkan ke daerah-daerah sehingga pembangunan dapat lebih merata, saat ini kawasan industri hanya terpusat di jabodetabek, surabaya, semarang dan bandung, hal ini dapat menyebabkan kawasan tersebut menjadi jenuh dan tidak terkendali. Oleh karena itu, kota ini dengan tangan terbuka membuka kesempatan yang sangat besar bagi para investor untuk menanamkan modalnya di kota ini. Bidang-bidang yang sangat potensial di kota ini diantaranya adalah bidang perhotelan, perbankan, pusat perbelanjaan baru, pusat pendidikan, pusat wisata belanja dan pusat industri. Sebagai kota besar yang berkembang pesat dan kota yang memiliki segudang potensi alam, pusat belanja dan oleh-oleh, pusat budaya maupun seni, sebagai tempat perhelatan acara-acara akbar seperti festival, kejuaraan nasional, pusat kuliner, dan tujuan pendidikan utama, kota ini masih minim jumlah hotel yang representatif dibandingkan kota-kota besar lainnya, oleh karena itu bidang perhotelan sangat cocok untuk dikembangkan di kota ini. Kota tasikmalaya masih membutuhkan banyak jumlah hotel baru untuk lebih memajukan geliat ekonomi di kota ini.
Tasikmalaya memiliki berbagai potensi yang belum dikembangkan secara maksimal misalnya industri bordir yang sudah mendunia, tetapi sekarang pemerintah kota mulai membuat suatu tempat pameran bordir untuk para pengrajin tasik, yang berlokasi di kawalu.
Spoiler for pariwisata:
saat ini, kota tasikmalaya tengah gencar-gencarnya mengadakan berbagai macam festival berskala nasional maupun internasional seperti tasik festival (taffest), tasik open 2010 dalam bidang olahraga tingkat nasional, festival kuliner tasikmalaya, tasikmalaya craft and culture festival, dan festival-festival lainnya yang rutin diadakan tiap tahun di kota ini. Hal ini membuat perekonomian di kota tasikmalaya benar-benar menggeliat dan maju, karena banyaknya antusiasme para pengunjung dari seluruh indonesia yang hendak menyaksikan langsung kemeriahan festival-festival tersebut. Tentunya festival-festival tersebut memperkenalkan tasikmalaya di mata indonesia dan mancanegara serta mengangkat perekonomian warga tasikmalaya itu sendiri tentunya. Oleh karena itu juga, kini nama tasikmalaya dikenal sebagai kota modern yang menjunjung tinggi kearifan budaya lokal, budaya sunda khas tasikmalaya.
Kota tasikmalaya memiliki segudang potensi pariwisata, diantaranya adalah wisata alam, kerajinan, wisata belanja, wisata religi, seni, budaya, ukm, dll. Dalam potensi ukm dan kerajinan masyarakat, kota dan kabupaten tasikmalaya memiliki jumlah ukm terbesar setelah bandung raya (kota bandung, kota cimahi, kabupaten bandung, kabupaten bandung barat) di jawa barat. Kota ini memiliki segudang kerajinan beraneka bentuk dan rupa yang mampu menyerap ribuan tenaga kerja. Dengan banyaknya ukm yang tersebar di kota ini, kota tasikmalaya disebut juga sebagai kota ukm. Kerajinan khas tasikmalaya antara lain adalah bordir tasikmalaya yang telah mendunia, payung geulis yang telah menjadi ikon jawa barat, kelom geulis, sandal tradisional asli buatan bangsa indonesia, batik tasikmalaya yang tidak kalah dari batik-batik lainnya di pulau jawa dengan ciri khasnya, dan kerajinan–kerajinan lainnya. Kota ini memiliki panorama alam seperti situ gede, gunung galunggung, cipatujah, dan objek wisata lainnya ditata menjadi objek wisata alam yang menawan, sehingga sangat potensial dijadikan sebagai kota tujuan wisata di indonesia.
Kota tasikmalaya berada persis di tengah-tengah jantung bumi priangan timur dan selatan, diapit oleh ciamis dengan objek wisata pangandaran-nya yang telah melegenda, sumedang dengan objek wisata museum yang menyimpan sejarah perkembangan bumi priangan, dan garut dengan objek wisata cipanas-nya yang tersohor. Dengan posisi kota tasikmalaya yang sangat strategis tersebut menjadikan kota ini sebagai pusat mice terbesar di jawa barat setelah kota bandung dan kota bogor. Banyak para pelaku tujuan bisnis, wisata, industri, pendidikan, dan lain-lain menjadikan kota tasikmalaya sebagai tempat yang tepat untuk memulai aktivitasnya dan dijadikan base camp dari seluruh penjuru pulau jawa yang hendak ke bumi priangan.
|
|