View Single Post
  #314  
Old 2nd January 2012
WorldDream's Avatar
WorldDream WorldDream is offline
Senior Ceriwiser
 
Join Date: Nov 2011
Location: Bandung
Posts: 5,762
Rep Power: 0
WorldDream hobinya dikasih cabe!WorldDream hobinya dikasih cabe!WorldDream hobinya dikasih cabe!WorldDream hobinya dikasih cabe!WorldDream hobinya dikasih cabe!WorldDream hobinya dikasih cabe!WorldDream hobinya dikasih cabe!WorldDream hobinya dikasih cabe!WorldDream hobinya dikasih cabe!WorldDream hobinya dikasih cabe!WorldDream hobinya dikasih cabe!
Default

Quote:
Originally Posted by Ice_King View Post
FAITH makes all things Possible
HOPE makes all things Work
LOVE makes all things Beautiful
May All Ceriwiser have all three in this New Year

HAPPY NEW YEAR 2012


Quote:
Originally Posted by vals View Post




Hari Raya Tahun Baru, yang jelas-jelas bernuansa Maria, menawarkan peluang yang sangat jitu untuk mempertemukan kesalehan liturgi dan kesalehan umat: kesalehan liturgis merayakan peristiwa ini dengan cara yang khas baginya; kesalehan umat, dengan katekese yang memadai, memberikan sukacita dan kebagahagiaan kepada aneka ungkapan pujian kepada Bunda kita karena kelahiran Putra ilahinya, untuk memperdalam pemahaman kita atas banyak doa, mengupayakan kembali doa yang dimulai dengan ucapan "Santa Maria, Bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini."

Pada hari pertama tahun baru, hari oktaf Natal, Gereja merayakan hari raya Bunda Allah yang kudus. Keibuan Ilahi Santa Perawan Maria merupakan peristiwa penyelamatan yang istimewa: bagi Bunda kita, ini merupakan pencicipan dan sekaligus alasan untuk kemuliaannya yang luar biasa; bagi kita, ini merupakan sumber rahmat dan keselamatan, karena "lewat dialah kita menerima Pencipta kehidupan." (Missale Romanum, Doa Pembuka Hari Raya Santa Bunda Allah, 1 Januari, Oktaf Natal).

Di dunia Barat, tanggal 1 Januari adalah hari pertama yang menandai mulainya tahun sipil. Kaum beriman juga terlibat dalam perayaan-perayaan untuk mengawali Tahun Baru, dan mereka saling memberi ucapan "Selamat Tahun Baru". Namun, kaum beriman hendaknya berusaha memberi nuansa Kristiani kepada kebiasaan ini dengan membuat salam tersebut menjadi ungkapan kesalehan umat. Kaum beriman, lazimnya, menyadari bahwa "tahun baru" berada di bawah perlindungan Tuhan. Maka, dengan saling memberikan ucapan "Selamat Tahun Baru", secara implisit dan eksplisit mereka menempatkan Tahun Baru di bawah kuasa Tuhan, sebab milik-Nyalah segala waktu (bdk. Why. 1:8; 22:13).

Kesadaran ini dapat dikaitkan dengan kebiasaan umat melambungkan madah Veni, Creator Spiritus [=Datanglah, ya Roh Pencipta PS 565/566]. Madah ini dapat dilagukan pada 1 Januari, dan dengan itu kaum beriman dapat berdoa agar Roh Tuhan mengarahkan pikiran dan kegiatan mereka, juga pikiran dan kegiatan masyarakat sepanjang seluruh tahun.*

Salam Tahun Baru juga mencakup harapan akan Tahun Baru yang damai. "Salam Damai" memiliki asal usul biblis, kristologis, dan terkait erat dengan misteri penjelmaan. "Damai sejahtera" selalu didambakan oleh seluruh umat manusia sepanjang sejarah, khususnya kalau terjadi peperangan yang kejam dan menghancurkan.

Takhta Suci pun ikut merasakan kerinduan manusia akan damai. Maka, sejak 1967, 1 Januari ditetapkan sebagai "Hari Perdamaian Sedunia".

Kesalehan umat pun sangat peduli akan prakarsa Takhta Suci ini. Sembari merayakan Pangeran Perdamaian yang baru lahir, kesalehan umat menetapkan hari ini sebagai hari doa khusus untuk perdamaian, pendidikan perdamaian dan nilai-nilai yang terkait erat dengannya, yakni kebebasan, solidaritas dan persaudaraan, martabat pribadi manusia, hormat kepada alam, hak mendapat pekerjaan, kekudusan hidup manusia, pembasmian ketidakadilan, yang mengganggu hati nurani serta mengancam perdamaian.

*: pelambungan Veni Creator Spiritus secara meriah pada hari pertama dalam tahun dapat memperoleh indulgensi penuh.




selamat tahun baru,dengan awal tahun ini

kita kobarkan semangat baru
Reply With Quote