gitar : untuk gitar, masuk ke thread
http://ceriwis.us/showthread.php?p=173233#post173233
biola:
Biola adalah sebuah
alat musik dawai yang dimainkan dengan cara digesek. Biola memiliki empat senar (G-D-A-E) yang disetel berbeda satu sama lain dengan
interval sempurna kelima.
Nada yang paling rendah adalah
G. Di antara
keluarga biola, yaitu dengan
viola dan
cello, biola memiliki nada yang tertinggi. Alat musik dawai yang lainnya,
bas, secara teknis masuk ke dalam
keluarga viol. Kertas musik untuk biola hampir selalu menggunakan atau ditulis pada
kunci G.
Sebuah nama yang lazim dipakai untuk biola ialah
fiddle, dan biola seringkali disebut
fiddle jika digunakan untuk memainkan lagu-lagu tradisional (lihat
di bawah).
Di dalam
bahasa Indonesia, orang yang memainkan biola disebut
pemain biola (pebiola), atau
violinis (
Inggris:
Violinist - bedakan dengan
violis atau pemain
viola). Orang yang membuat atau membetulkan alat musik berdawai disebut
luthier.
Sejarah biola

Artikel utama untuk bagian ini adalah:
Sejarah biola
Alat musik dawai yang mula-mula biasanya dimainkan dengan cara dipetik (misalnya
harpa tangan Yunani).
Alat musik gesek diperkirakan berasal dari budaya penunggang kuda di kawasan
Asia tengah, contohnya alat musik bangsa
Mongolia Morin huur. Alat musik gesek berdawai dua
bangsa Turkik dan Mongolia dawainya dari surai kuda, dimainkan dengan busur surai kuda, dan memiliki ukiran kepala kuda di bagian kepalanya. Biola,
viola, dan
cello yang busurnya masih dibuat dari surai kuda, adalah peninggalan bangsa nomaden tersebut.
[1]
Dipercayai bahwa alat musik mula-mula tersebut dibawa ke
Asia Timur,
India,
Bizantium dan
Timur Tengah; di tempat-tempat tersebut mereka menyesuaikan dengan lingkungannya dan berkembang menjadi alat musik
erhu,
esra, harpa tangan Bizantium, dan
rebab. Biola dalam bentuk modern bermula dari
Italia Utara pada awal abad ke-16, terutama di kota pelabuhan
Venice dan
Genoa yang berhubungan langsung ke
Asia Tengah lewat
jalur sutera.
Biola Eropa modern dipengaruhi oleh berbagai alat musik, terutama dari Timur Tengah
[2] dan Bizantium
[3][4]. Tiga jenis alat musik mula-mula yang biasanya disebut sebagai cikal-bakal biola adalah
rebec (yang diturunkan dari harpa tangan Bizantium
[5] dan rebab),
vielle (biola abad
Renaisans), dan
lira da braccio[6] (yang juga diturunkan dari harpa tangan Bizantium
[3]). Salah satu deskripsi terawal tentang biola, termasuk cara penyetelannya, ada di dalam
Epitome musical karya
Jambe de Fer, yang diterbitkan di
Lyon pada 1556.
[7] Perlahan-lahan biola mulai menyebar ke seluruh
Eropa.
Biola tertua yang pernah dicatat yang memiliki empat senar seperti biola modern dibuat oleh
Andrea Amati pada tahun 1555, walaupun tahun tepatnya diragukan. (Biola yang lebih awal hanya memiliki tiga senar, disebut
violetta.) Biola seketika menjadi populer, baik di antara para pemusik jalanan maupun para bangsawan, terbukti bahwa
raja Perancis Charles IX menyuruh Amati untuk membuat 24 biola untuknya pada tahun 1560.
[8] Biola tertua yang masih ada saat ini adalah salah satu dari ke-24 biola ini, dan diberi nama "Charles IX", dibuat di
Cremona c. 1560. Biola jaman
Renaisans yang paling bagus dengan ukiran dan hiasan adalah
Gasparo da Salò (1574 c.) yang pertama-tama dimiliki oleh
Ferdinand II, Adipati Agung Austria, dan selanjutnya, sejak 1841, oleh
virtuoso Norwegia Ole Bull, yang menggunakannya selama empat puluh tahun dan ribuan konser. Saat ini biola tersebut berada di
Vestlandske Kustindustrimuseum di
Bergen, Norwegia.
"The Messiah" atau
"Le Messie" (juga dikenal sebagai "Salabue") yang dibuat oleh
Antonio Stradivari pada 1716 belum pernah sekalipun dipakai. Biola tersebut berada di
Museum Ashmolean di
Oxford.

San Zaccaria Altarpiece
Terjadi perubahan yang cukup besar pada pembuatan biola pada abad ke-18, terutama dalam hal panjang dan sudut leher biola. Mayoritas alat musik yang lama telah diperbarui sesuai standar yan baru ini, dan maka dari itu jelas berbeda dari keadaan alat musik tersebut ketika diselesaikan oleh seniman pembuat biola, termasuk perbedaan dalam hal suara dan respons.
[10] Namun alat-alat musik ini dengan kondisi mereka pada saat ini menjadi standar kesempurnaan pada seni pembuatan biola dan suara biola, dan pembuat biola di seluruh dunia berusaha untuk mendekati ideal tersebut sedapat mungkin.
Hingga hari ini, alat musik dari "Jaman Keemasan" pembuatan biola, terutama yang dibuat oleh Stradivari dan Guarneri del Gesù, adalah alat-alat musik yang paling diburu oleh kolektor dan pemain biola. Rekor harga biola saat ini untuk biola Stradivari adalah
AS$3.544.000 dalam sebuah lelang pada 16 Mei 2006. Semua biola Stradivarius memiliki nama unik; biola termahal Stradivari bernama "Hammer" ("Palu") yang dibuat pada tahun 1707.
Bagian biola

Bagian-bagian biola
Sebuah biola dibagi menjadi beberapa bagian; badan biola, leher biola, jembatan biola, papan jari, senar, dan beberapa macam perangkat pembantu. Perangkat pembantu tersebut antara lain pasak penyetel untuk setiap senar, ekor biola untuk menahan senar, pin dan tali untuk menahan ekor biola, beberapa penyetel tambahan pada ekor biola bila diperlukan, dan sebuah penyangga dagu. (Penyangga dagu tersebut dapat tergabung dengan ekor biola ataupun dipasang di sebelah kirinya.)
Badan biola terdiri atas dua
papan suara yang melengkung yang disatukan oleh kayu yang disebut iga biola yang dilem menggunakan
lem binatang, lem kulit binatang, atau
resin. Iga biola biasa terdiri dari bagian atas, keempat sudut, bagian bawah, dan garis tipis yang disebut lapisan dalam, yang membantu mempertahankan lekukan pada iga biola, dan memperluas permukaan untuk pengeleman. Dipandang baik dari depan maupun dari belakang, badan biola menyerupai bentuk
jam pasir. Dua buah lekukan menyerupai huruf C pada kedua sisi samping biola memberikan ruang bagi
busur biola untuk bergerak.

Tiang penyangga di dalam biola yang terlihat melalui lubang F
Umumnya permukaan atas biola dibuat dari kayu
spruce, sejenis kayu cemara, yang dipahat sehingga memiliki bentuk yang simetris dan diberi dua
lubang suara (atau lubang-F, diberi nama demikian karena bentuknya). Lubang suara tersebut mempengaruhi kelenturan suara biola, dan juga sebagai "lubang nafas" biola pada saat udara
beresonansi di dalamnya. Pada pinggir permukaan ini, dibentuk suatu lekukan garis yang disebut
purfling, tujuannya ialah menghalangi retakan yang berasal dari pinggir.
Purfling palsu yang dicat pada permukaan biola biasanya menandakan kualitas biola yang rendah. Sebuah balok kayu kecil dipasang di dalam permukaan atas biola, sejajar dengan jembatan biola di atasnya, untuk menambah massa serta kekerasan permukaan atas biola.
Bagian belakang dan samping biola dibuat dari
kayu mapel, biasa dipilih yang memiliki alur yang sama. Bagian belakang biola umumnya dibuat dari kayu utuh yang dipahat secara simetris. Bagian ini sering pula dibentuk
purfling walaupun dalam hal ini tidak seberapa berpengaruh terhadap biola itu sendiri. Beberapa biola antik dibubuhi tulisan tangan atau diberi lapisan cat sebagai ganti
purfling pada bagian belakang biola. Sebuah tonjolan setengah lingkaran kecil yang terdapat pada bagian yang dekat dengan leher biola memberikan permukaan tambahan pada saat pengeleman. Tonjolan tersebut penting untuk sambungan antara leher dan badan biola, namun pada saat mengukur panjang biola bagian ini tidak dihiraukan.
Leher biola biasanya terbuat dari kayu mapel yang setipe dengan bagian belakang dan samping badan biola. Pada leher biola terdapat
papan jari yang dibuat dari
kayu eboni atau kayu lain yang dicat hitam. Kayu eboni sering dipilih oleh pengrajin biola karena sifatnya yang keras, menawan, dan tahan lama. Beberapa biola yang sangat tua menggunakan kayu mapel untuk papan jarinya, dan dipernis dengan kayu eboni. Pada ujung papan jari yang atas terdapat segaris kayu yang menonjol, biasa kayu eboni atau gading, yang disebut sadel atas. Tonjolan ini digunakan untuk menahan senar, sama seperti jembatan biola digunakan untuk hal yang sama di bagian badan biola.

Jembatan baru dan jembatan yang sudah jadi
Jembatan biola dipahat dengan hati-hati dari kayu mapel dan memiliki beberapa kegunaan: lengkungan atasnya menahan senar pada ketinggian tertentu dari papan jari dalam bentuk melengkung supaya dapat digesek sendiri-sendiri (atau bersamaan) dan menghantarkan getaran suara dari senar ke badan biola. Jembatan ini setelah dipasang juga dapat digerakkan untuk menyetel bunyi biola.

Empat buah penyetel tambahan pada masing-masing senar
Bagian
Ekor biola adalah tempat menambatkan ujung bawah senar yang diselipkan ke dalam masing-masing dari empat lubangnya. Seringkali untuk senar E juga diberi penyetel tambahan untuk mempermudah penyetelan, namun untuk senar-senar yang lain juga dapat dipasangi penyetel tambahan ini. (Beberapa pemain tidak mau menambahi penyetel tambahan karena dapat memperberat biola dan merubah kualitas suara yang dihasilkan.)