View Single Post
  #30  
Old 29th May 2010
Residivis87's Avatar
Residivis87 Residivis87 is offline
Member
 
Join Date: May 2010
Posts: 75
Rep Power: 0
Residivis87 mempunyai hidup yang Normal
Default Mengapa Penyesalan Itu Selalu datang Belakangan?!

Aku merasa hidup ku ini Hampa, hancur dan semua hanya sia2 belaka, aku kira dengan adanya harta yg berlimpah dan
uang yg banyak hidupku akan bahagia, karena apa yg ku inginkan selalu ada, rumah mewah, mobil mewah semua serba mewah,
aku merasa wanita paling beruntung sedunia, aku tidak perduli apa kata orang tentang diri ku, walau pun aku hanya
menjadi istri simpanan orang, sampai2 aku rela meninggalkan anak dan suami ku hanya demi semua itu, tetapi
ternyata semua itu keliru, karena dengan sikap ku yang tamak dan arogan hidup ku menjadi hancur, menyesal saat ini
pun tidak ada artinya lagi, ibarat nasi sudah menjadi bubur, aku merasa diri ku ini sama seperti pelacur murahan
yang harga diriku bisa di tukar dengan uang dan barang2 mewah lainnya, andai saja waktu bisa kembali,

Tidak ada laki2 di dunia ini yg setia yg hanya menawarkan kekayaannya kepada wanita, mengiming2i hidup bahagia
dengan harta yg melipah, dan tidak perlu berkeja semua itu hanya dusta, nafsu bejat, setelah mereka mendapatkan semuanya meraka akan
mencampakkannya seperti sampah dan mencari korban baru, saat2 begini aku sangat merindukan anak dan suami ku yg tulus mencinta ku,
aku sangat menyesal mennyia2kan mereka, entah di mana mereka sekarang, bila aku teringat masa laluku, betapa bodohnya
aku, waktu itu walaupun hidup kami pas2an tapi hidup kami sangat bahagia, suamiku sangat mencintaiku, dan kami
mempunyai seorang anak laki2 yg lucu.

bisa di bilang byk teman2 sekantor ku sirik pada ku karena suamiku sangat perhatian dan mencintai ku, mereka selau
bilang pada ku bahwa aku wanita paling beruntung mendapat suami seperti dia, karena suami2 teman sekantor ku
tidak seperti suamiku yg begitu perhatian padaku, Awal kehancuran keluarga ku ketika aku bertemu dengan teman lamaku
yang bernama Lina, Lina adalah teman baikku dulu di sekolah, ketika aku bertemu dengannya aku sangat kagum padanya
Lina sangat berbeda dari yg dulu, dari penampilannya dia sangat cantik dan mengenakan pakaian bermerek yg harganya
sangat mahal kurasa dengan gaji ku tidak sanggup membelinya, Lina juga mengendarai mobil sendiri, sebagai wanita
aku jadi merasa iri padanya.

Aku tanya kan padanya, Lina kamu kok bisa begitu cantik skrg? kerja di mana skrg?, oh biasa aja lah, saya gak bekerja kok,
Suami kamu naik pangkat ya? makanya skrg perekonomian kalian nampak sekali sangat membaik? gak juga sambil tertawa lina
pada ku, cerita singkat cerita, ternyata Lina sekarang menjadi istri simpanan orang kaya, dia sudah bercerai dengan suaminya,
dengan alasan hubungan dengan suaminya yg dulu sudah tidak harmonis lagi, dan dia sudah capek hidup serba pas2an melulu,
padahal Lina sama seperti ku sudah mempunya seorang anak, semenjak aku berteman dengan Lina dia selalu mengajakku
pergi shooping ketempat2 yg mahal, makan ke restoran2 yg mahal dan mewah, aku jadi semakin iri padanya, aku merasa
hidupnya sangat bahagia, bisa beli apa pun yg dia suka tanpa memperhitungkan hari2 selanjutnya seperti ku, aku jadi
merasa jenuh dengan hidupku yg serba pas2an, aku juga ingin hidup mewah seperti Lina.

Semenjak aku berteman dengan Lina, hubungan ku dengan suami ku menjadi kurang harmonis, aku jadi gelap mata,
kebaikkan suami ku yg selama ini itu aku anggap sudah seharusnya, karena dia tidak sanggup memberikan ku sesuatu
yang lebih seperti yg di berikan suami Lina kepadanya, aku mulai kasar pada suami ku, acuh gak acuh padanya,
aku jadi menilai sebelah mata suamiku, aku mulai membanding2kan dia dengan suami Lina, jujur saja, gaji suami ku
dengan ku saja lebih besar penghasilan ku, itu yg membuat aku bertambah tak pantas menjadi istrinya, karena aku
merasa tidak adil, aku menyuruh suamiku untuk mengerjakan semua perkerjaan rumah dan mengurus anak, aku menjadi
semakin arogan, terkadang dengan sikap ku yg kasar aku memaki2 suamiku kalau pekerjaan rumah blm selesai, kami jadi
sering bertengkar, terkadang dengan mudah ku ucapkan kata cerai pada suamiku, entah sudah berapa kali aku ucapkan
kata itu, aku bahkan tidak menghargai pernikahan kami yg tulus dan suci, aku sering menganggap suamiku baik mungkin
karena saat ini dia tidak punya uang, mungkin kalau dia kaya tidak seperti ini, aku selalu berpikiran jelek tentang
suamiku, tp suami ku tetap bersabar menghadapi aku, aku jadi jenuh kalau setiap kali mau pulang kerumah dan lama
lama aku semangkin males pulang kerumah, dan suatu saat Lina mengenalkan ku ke kesalah satu kerabat teman suaminya, orangnya sangat
kaya sama seperti suami Lina, tetapi sudah mempunyai istri, aku merasa enjoy aja kami hanya berteman biasa saja menurut pemikiran ku.

Tetapi pemikiran ku meleset, lelaki yg di kenal Lina padaku rupanya menyukai ku, dia selalu menghubungi aku ketika
aku berada di kantor, dia sangat perhatian pada ku, sangat lembut dan sopan cara berbicaranya padaku, pertama2 aku
merasa aneh dan risih, tetapi lama2 kelamaan aku mulai tertarik padanya, walaupun jarak umur kami sangat jauh
bisa di bilang dia layaknya menjadi ayahku, tetapi kalau di banding kan dia dengan laki2 seumurnya, dia sangat
tampan, tinggi besar, putih dan bersih, suatu hari dia mengajakku makan bareng di luar, sudah sering sebenarnya dia
mengajakku makan bareng di luar, tapi aku menolaknya, karena aku takut nanti ketahuan oleh teman2 kerja sekantorku,
nanti malah menjadi bahan gosip, aku menyusun rencana, dan aku mengiyakan ajakkannya yg kali ini, dia menyuruh supirnya
untuk menjemputku.

Dia mentraktirku di sebuah restoran yg sangat mewah, aku merasa canggung, kerena aku blm pernah makan di tempat mewah
seperti ini sebelumnya, dia hanya terseyum padaku, singkat cerita setelah memesan makanannya, ternyata laki2 itu
berusaha merayuku dengan berbagai macam rayuannya, agar aku bisa menjadi istri simpanannya, tapi dengan 1 syarat
supaya aku menceraikan suamiku, dia akan membelikan aku sebuah rumah mewah, mobil, dan usaha supaya aku tidak perlu
bekerja lagi, iman ku mulai goyah, yg ada di pikiran ku saat ini adalah bisa menikmati hidup mewah dan memiliki byk
uang tanpa perlu bekerja, setiap hari hanya pergi bersenang2, belanja sesuka ku, tanpa memperhitungkan hari2 selanjutnya,

Sesampai di rumah, aku melihat suamiku sedang bermain di ruang tamu dengan anakku, aku hanya masuk kedalam kamar dan
begegas mandi kerena sebentar lagi Lina akan menjemput ku, selesai mandi aku mengenakan pakaian yg tidak biasa ku kenakan
bisa di bilang sangat glamour, suami ku menanyakan, mau kemana ma? kok pulang kerja dandan begitu cantik, oh gak
hanya keluar sama teman kok, sama si Lina ya? tanya suamiku, iya! emang kenapa?! jawab ku, ma, aku kurang suka kamu berteman dengan si lina
dia itu seperti perempuan yg kurang baik, semenjak kamu berteman dengan dia kamu byk berubah, sudah kamu jangan byk bicara
ini urusan ku mau rusak atau gak gak ada urusan dengan kamu, gak pantes tau gak kamu protes aku jawabku dengan kasar, Lina datang dan aku
langsung pergi dengannya.

Lina tanya pada ku kenapa kok muka mu murung begitu? oh gak pa2 kok cuma kesel aja lihat suami ku, udah gak bisa
berikan aku sesuatu yg lebih, malah byk aturan, lama2 muak juga aku lihat dia, udahlah kita enjoy aja malam ini kata Lina,
oya bapak itu udah nunggu kamu loh, oya dimana? jawab ku, ya udah kamu ikut aja ya, gua anterin deh, ok deh!
sampai tempat tujuan, loh ini kan diskotik Lina? iya, kita bisa enjoy di sini, udah kamu nikmati aja, kamu kan blm pernah
ketempat seperti ini, tapi kamu bilang mau ketemu bapak itu? jawab ku, itu dia nunggu kamu di sana, ya udah kamu jumpai dia sana
aku menghampiri bapak itu, singkat cerita dia memberikan aku satu gelas minuman, aku tidak tau minuman itu telah di beri
campuran apa, setelah meminumnya kepalaku terasa berat sekali dan aku tidak tau apa yg terjadi selanjutnya.

ketika aku sadar aku ada di sebuah kamar hotel, bagaikan di sambar petir ketika kulihat tubuhku sudah tidak berpakaian lagi,
seluruh pakaian ku telah di lepas, ku lihat di sebelah ku bapak itu tidur pulas dengan keadaan telanjang, hancur
hati ku, ternyata aku sudah di perkosa, aku hanya bisa menangis dan menyesalinya, rasa bersalah pada suami ku begitu besar
dan akhirnya aku putuskan untuk bercerai dengan suamiku, sesuai perjanjian bapak itu dia menanggung seluruh hidup ku,pada
awalnya aku merasa sangat bahagia sekali, aku merasa wanita yg paling beruntung sedunia, hidup enak tanpa perlu bekerja, tp lama2
hidup yg mewah dan berlebihan membuat ku bertambah semangkin arogan dan lupa daratan, aku mulai pencandu obat2an,
dan bapak itu pelan2 mulai meniggalkan ku, dia mulai jarang menujungiku, selalu byk alasan, lama2 kami mulai sering bertengkar,
dia mulai kasar pada ku tidak seperti dulu, sepertinya sudah mulai jenuh dengan diriku, tak jarang dia sering membentakku,
dan menghinakan wanita murahan yg bisa di tukar dengan uang dan barang2 mewah lainnya, hatiku hancur berkeping2, kadang dia tidak segan2
menamparku bahkan menendangku, ternyata dia seorang bajingan pengecut, dulu dia begitu lembut pada ku, ternyata setelah mendapatkan
segalanya dari ku, skrg dia mencampakkan ku, aku bener2nya menyesal, dulu saja suamiku tidak pernah memukulku.
setiap hari aku hanya bisa menangis dan berteriak menyesali hidupku yg seperti ini, sekarang si tua bangka itu kembali pada keluarganya
setelah mengambil segala keuntungan dari diri ku, sekarang hidupku yg sendiri, bahkan Lina teman baikkan bernasib lebih buruk dari ku,
di jebloskan kedalam pejara karena ketangkap memakai obat2an, dan suaminya sudah meninggalkannya dan kembali pada keluarganya.

ini adalah kisah ku yg kucerita kan garis besarnya saja, janganlah kita pernah memandang segala sesuatu dari segi materi, hargai kekurangan pasanganmu, uang bisa di cari.
Cinta tulus dan suci tidak dapat di bayar dengan uang sebanyak apapun dan barang2 berharga apa pun, kesenangan yg hanya
memandang materi hanyalah sesaat, tidak kekal, aku menceritakan kisah ku ini tidak sadar air mata ini jatuh, Suami ku
maafkan aku yg selama ini telah menyia2kan cinta mu yg tulus, aku percaya engkau akan mendapatkan istri yg baik, yg
bisa menghargai diri mu dan bisa menjadi ibu yg baik bagi anak kita, aku memang tidak pantas untukmu, engkau terlalu baik untukku,
skrg hidupku sudah hancur,mungkin ini adalah karma ku kepada suami dan anakku.
Reply With Quote