View Single Post
  #12  
Old 26th July 2011
XiaoYanZi's Avatar
XiaoYanZi XiaoYanZi is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Jul 2011
Location: Da Za Yuan & Shu Fang Zai
Posts: 632
Rep Power: 18
XiaoYanZi tau seluk beluk forumXiaoYanZi tau seluk beluk forumXiaoYanZi tau seluk beluk forumXiaoYanZi tau seluk beluk forumXiaoYanZi tau seluk beluk forumXiaoYanZi tau seluk beluk forumXiaoYanZi tau seluk beluk forum
Default

Lanjutan Malam ke Delapan

AW: Di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Adapun pada masa ia naik raja itu empat puluh dua tahun, dan kerajaanlah ia di Jerusalem setahun lamanya, maka nama bunda baginda itu Atalia anak Omri.

BM: Di ayat ini menyebutkan berapakah umur Ahazia diwaktu menjadi raja?

AW: Di ayat ini menyebutkan diwaktu berumur 42 tahun.

BM: Nah Di dua ayat ini yang manakah yang benar, diwaktu berumur 22 tahunkah atau berumur 42 tahun. Di satu ayat menyebutkan Ahazia menjadi raja di waktu berumur 22 tahun, dan di ayat yang lain menyebutkan pada waktu berumur 42 tahun. Bukankah ini menunjukkan perselisihan yang menyolok sekali di kitab Injil yang dikatakan suci itu.

AW: Ya, perselisihan di dua ayat ini tak dapat dipungkiri lagi.

BM: Supaya makin bertambah tak dapat dipungkiri lagi oleh saudara tentang ayat-ayat yang berlawanan di kitab Bibel itu. Silahkan saudara periksa lagi di kitab Raja-raja II pasal 24 ayat 8.

AW: Baik, disini ada menyebutkan: “Jojachin pada masa ia naik raja itu delapan belas tahun, maka kerajaanlah ia di Jerusalem tiga tahun lamanya dan nama bunda baginda itu Nehusta anak Elmatan dari Jerusalem.”

BM: Siapakah nama raja di ayat ini?

AW: Namanya Jojachin.

BM: Silahkan saudara periksa di Kitab Tawarikh yang kedua pasal 36 ayat 9.

AW: Di sini ada menyebutkan: “Adapun umur Jehojachin pada masa ia naik raja itu delapan belas tahun, maka kerajaanlah ia di Jerusalem tiga bulan dan sepuluh hari lamanya, maka diperbuatnya barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan.

BM: Buktikan perselisihan yang menyolok pada dua ayat ini; di satu ayat menyebutkan Jojachin dan di ayat yang lain menyebutkan Jehojachin. Selanjutnya di satu ayat menyebutkan kerajaan Jojachin di Jerusalem tiga tahun lamanya dan di ayat yang lain menyebutkan 3 bulan 10 hari. Yang manakah yang benar di dua ayat ini, Jojachinkah atau Jehojachin, dan kerajaan Jerusalem selama 3 tahunkah atau 3 bulan 10 hari? Harap saudara periksa lagi dengan teliti susunan dua ayat yang saudara baca tadi.

AW: Betul, memang tidak cocok antara dua ayat ini. (Catatan kaki: Al Kitab yang diterbitkan tahun 1994, Kata “Yehoyakhin” diganti dengan “Yoyakhin” dan di Alkitab edisi tahun 1994, kata “tiga tahun” diganti “tiga bulan.”)

BM: Aneh, lagi-lagi tidak cocok dan memang tidak cocok.

AW: Memang mustahil di kitab suci mengandung ayat-ayat yang berlawanan antara yang satu dengan yang lain.

BM: Supaya lebih nyata kemustahilannya, teruskan saudara periksa di kitab Saul yang kedua pasal 23 ayat 8.

AW: Di ayat ini tersusun sebagai berikut: “Bermula, maka inikah nama segala pahlawan yang mengiringi Daud, Josech Basjebet bin Tachkemoni, kepala segala penghulu iapun bergelar penyucuk dan penikam lembing, sebab ditikamnya akan kedelapan ratus orang dalam sekali saja berperang.”

BM: Berdasarkan ayat ini saya ingin bertanya pada saudara siapakah nama pahlawan yang mengiringi Daud menurut ayat ini?

AW: Namanya Josech Basjebet bin Tachkemoni.

BM: Menjabat apakah ia?

AW: Kepala segala penghulu

BM: Berapa orangkah yang ditikamnya dalam sekali berperang?

AW: Delapan ratus orang.

BM: Kalau begitu, silahkan saudara periksa di Kitab Tawarikh yang pertama pasal 11 ayat 11.

AW: Di ayat ini susunan kalimatnya seperti berikut: “Maka inilah bilangan segala pahlawan yang mengiringi Daud, Yasobam bin Hachmoni, kepala orang tiga puluh, yang melayangkan lembingnya kepada orang tiga ratus, ditikamnya akan mereka itu sekalian dalam sekali berperang.

BM: Berdasarkan ayat ini saya ingin bertanya pada saudara siapakah nama pahlawan yang mengiringi Daud menurut ayat ini?

AW: Namanya Yasobam bin Hachmoni.

BM: Menjabat apakah ia?

AW: Kepala dari orang tiga puluh.

BM: Berapa orangkah yang ditikamnya dalam sekali berperang?

AW: Sebanyak Tiga ratus orang.

BM: Cocokkan dua ayat ini antara yang satu dengan yang lain?

AW: Terlalu tidak cocok malah dalam dua ayat ini terdapat 3 macam selisih yang jelas sekali.

BM: Memang. Di satu ayat menyebutkan pahlawan yang mengiringi Daud bernama Josech Basjebet bin Tachkemoni dan di ayat yang lain bernama Yasobam bin Hachmoni. Di ayat inipun menyebutkan Kepala orang tiga puluh. Di ayat itupun ada menyebutkan lagi Menikam 800 (delapan ratus) orang dalam sekali berperang dan di ayat yang lain menyebutkan menikam 300 (tiga ratus) orang dalam sekali berperang.

BM
: Silahkan saudara periksa lagi di kitab Samuel yang kedua pasal 24 ayat 1.

AW: Di pasal dan ayat ini ada menyebutkan: “Bermula maka kembali pula bangkitlah murka Tuhan akan orang Israil, diajaknya Daud akan lawan mereka itu katanya: ‘Bilangkanlah olehmu akan orang Israil dan akan orang Jehuda.’

BM
: Menurut ayat ini, siapakah yang mengajak Daud membilang dan melawan orang Israil?

AW: Menurut susunan ayat ini yang mengajak Daud ialah Tuhan.

BM
: Betul, sekarang silahkan saudara periksa di kitab Tawarikh yang pertama pasal 21 ayat 1.

AW: Baik, dipasal dan ayat ini ada menyebutkan: “Sebermula, maka pada masa itu, berbangkitlah syetan akan celaka orang Israil, diajaknya Daud supaya dia membilang banyak orang Israil.”

BM: Menurut ayat ini siapakah yang mengajak Daud membilang orang Israil.

AW: Berdasarkan ayat ini yang mengajak Daud, ialah Syetan.

BM: Nah, perhatikan; di satu ayat menyebutkan yang mengajak Daud adalah Tuhan. Kemudian di satu ayat yang lain menyebutkan, yang mengajak Daud adalah Syetan. Yang manakah yang benar diantara dua ayat ini, Tuhankah atau syetan.

AW: Ya, betul; ini adalah suatu perselisihan yang menyolok sekali.

BM: Kalau demikian tentunya saudara dapat membayangkan, apakah Bibel yang sekarang ini masih tetap dikatakan sucikah atau sudah dicampuri oleh tangan manusia.

AW: Kalau sudah terang-terangan begini, tentunya sulit untuk dipertahankan kesuciannya.

BM
: Apakah saudara masih belum merasa puas bukti-bukti yang saya tunjukkan tentang ayat-ayat Bibel yang berlawanan antara yang satu dengan yang lain itu?

AW: Sudah cukup jelas.

BM: Jangankan di kitab suci itu sampai terdapat beberapa ayat yang berlawanan malah satu ayat saja terdapat ayat yang berselisih dengan ayat lain, sudah cukup alasan untuk tidak dapatnya dipertahankan dan diyakinkan tentang kesuciannya.

AW: Kalau begitu kitab Bibel yang dianggap suci oleh penganutnya itu lantas bagaimana?

BM: Sebetulnya pertanyaan saudara itu harus dijawab oleh saudara sendiri karena saudara saudara sendiri masih mempunyai kitab itu. Tetapi saya tolong menjawabnya. Setiap agama mempunyai kitab suci. Akan tetapi kalau di kitab sucinya itu ternyata terdapat beberapa ayatnya yang berselisih atau berlawanan dan tidak cocok antara yang satu dengan yang lain, apakah penganut-penganut agama itu masih berkeyakinan bahwa kitab sucinya itu tetap suci. Padahal yang dinamai kitab suci adalah wahyu, ilham dari Tuhan. Mustahil sekali kalau wahyu Tuhan itu tidak cocok. Di satu ayat Tuhan berkata YA lalu di ayat yang lain lagi menyatakan TIDAK. Di satu ayat Tuhan berkata “A” lalu di ayat lain Tuhan berkata lagi bukan “A” tetapi “B.” Kalau sampai terjadi demikian, tidak mustahil bahwa tangan manusia sudah ikut campur di dalamnya.

AW: Betul begitu, Tetapi maaf. Kalau Bapak tidak berkeberatan, saya minta lagi.

BM: Minta yang mana lagi yang dimaksudkan oleh saudara?

AW: Minta satu ayat lagi yang berselisih di Bibel.

BM: Agaknya saudara akan menguji saya tentang Bibel.

AW: Tidak, betul-betul tidak. Hanya minta satu saja. Betul-betul saya hanya minta satu ayat saja lagi.

BM: Saudara minta satu ayat lagi atau lebih, saya bisa tunjukkan. Tetapi waktunya sudah jauh malah. Kecuali kalau saudara suka menerima sampai pagi.

AW: Tidak, betul-betul hanya minta satu ayat lagi. Setelah itu kita lanjutkan pasal-pasal yang lain.

YANG HADIR: Teruskan sampai waktu subuh, kita setuju dan akan tetap tenang.

BM: Baiklah saya penuhi pengharapan saudara Antonius. Silahkan saudara periksa di kitab Samuel yang kedua pasal 10 ayat 18.

AW: Baik, di pasal dan ayat ini ada menyebutkan: “Tetapi kemudian, larilah segala orang syam itu dari hadapan orang Israil, maka daripada orang Syam itu dibinasakan Daud tujuh ratus ekor kuda kereta dan empat puluh ribu orang berkuda, tambahan pula dikalahkannya Sobach, panglima perang mereka itu, sehingga matilah ia di sana …

BM: Cukup dibaca sampai disitu dulu, saya akan bertanya pada saudara, di ayat ini ada berapakah jumlahnya kuda kereta yang dibinasakan oleh Daud.

AW: Di ayat ini menyebutkan 700 (tujuh ratus) banyaknya yang dibinasakan oleh Daud.

BM: Di ayat itu juga ada berapakah jumlahnya orang berkuda yang dibinasakan oleh Daud?

AW: Menurut ayat ini ada 40.000 (empat puluh ribu) orang berkuda yang dibinasakan oleh Daud.

BM: Dan di ayat itu juga, siapakah namanya panglima perang yang dibunuh?

AW: Menurut ayat ini panglima perang yang dibunuh bernama Sobach.

BM: Betulkah semuanya itu, silahkan periksa lagi.

AW: Betul demikian jawaban-jawaban saya berdasarkan ayat ini.

BM: Kalau begitu silahkan saudara periksa di Kitab Tawarikh yang pertama pasal 19 ayat 18.

AW: Di sini ada menyebutkan: “Maka larilah segala orang Syam dari hadapan orang Israil, maka dibinasakan Daud daripada orang Syam itu tujuh ribu ekor kuda kereta, dan empat puluh ribu orang yang berjalan kaki, tambahan pula dibunuhnya Sofach panglima perang itu…

BM: Saya akan bertanya; Ada berapakah jumlah kuda kereta yang dibinasakan oleh Daud menurut ayat ini?

AW: Menurut ayat ini, menyebutkan ada 7000 (tujuh ribu).

BM: Di ayat ini juga yang dibinasakan oleh Daud apakah 40.000 orang yang berkuda atau 40.000 orang yang berjalan kaki.

AW: Di ayat ini yang dibinasakan oleh Daud ada menyebutkan 40.000 yang berjalan kaki, bukan orang berkuda.

BM: Pun di ayat ini juga, disebutkan siapakah namanya panglima perang, apakah bernama Sobach-kah atau Sofach?

AW: Di ayat ini disebutkan bernama Sofach.

BM: Coba saudara perhatikan dengan seksama perselisihan di dua ayat ini. Satu ayat saja sudah terdapat 3 macam selisih. Di kitab Samuel yang kedua pasal 10 ayat 18 menyebutkan; yang dibinasakan oleh Daud sebanyak 700 (tujuh ratus) kuda kereta, sedangkan di kitab Tawarikh yang pertama pasal 19 ayat 18 menyebutkan 7.000 (tujuh ribu) kuda kereta. Yang manakah yang benar di dua ayat itu. Di kitab Samuel yang kedua itu juga ada menyebutkan 40.000 (empat puluh ribu) orang berkuda, sedangkan di kitab Tawarikh I, 40.000 orang berjalan kaki. Yang manakah yang benar, 40.000 orang berkudakah yang dibinasakan oleh Daud atau 40.000 orang berjalan kaki. Di kitab Samuel yang kedua itu juga ada menyebutkan panglima perangnya bernama Sobach sedangkan dikitab Tawarikh yang pertama menyebutkan panglimanya bernama Sofach. Yang manakah yang benar, Sobach-kah atau bernama Sofach?

AW: Sudah cukup puas; saya sudah menyadari dan saya sudah mulai insyaf.

BM: Mulai sadar dan insyaf yang bagaimana yang saudara maksudkan?

AW: Jiwa dan kesadaran saya mulai terbuka. Besok malam saya akan lukiskan kandungan hati saya, setelah saya menerima jawaban-jawaban pertanyaan-pertanyaan saya yang lain pada Bapak.

BM: Baiklah saya persilahkan.

AW: Apakah sebabnya orang-orang pandai (sarjana) di negeri Barat banyak yang memeluk agama Kristen? Kalau agama Islam suatu agama yang benar dan ajran-ajarannya sesuai dengan Ilmu pengetahuan dan modern, tentunya mereka masuk Islam.

BM: Sebelumnya saya memberikan jawaban, saya akan bertanya, saudara sendiri termasuk sarjana. Mengapa saudara memeluk (tertarik pada, red) agama Islam?

AW: Ya, karena hasil diskusi ini yang membawa saya lebih menyelami dan memilih ajaran-ajaran agama Islam.

BM
: Sekiranya tanpa diskusi yang menghasilkan tambahnya meneliti ajaran-ajaran Islam, apakah mungkin saudara menjadi pemeluk agama Islam yang sadar?

AW: Menurut pikiran saya tidak mungkin.

BM: Orang-orang di negeri barat yang saudara sebut itu sekiranya seperti saudara pula dalam menganut suatu agama.

AW: Ya, betul.

BM: Memang betul, Karena di zaman ini dari mereka ada banyak yang sudah memeluk agama Islam atas hasil penyelidikan dan penelitian yang mendalam.

AW: Akan tetapi ada orang-orang Islam yang berpindah agama menjadi pemeluk agama Kristen.

BM: Dari manakah saudara ketahui.

AW
: Di negeri kita sendiri. Buktinya dengan bertambahnya pembangunan Gereja, sekolah Kristen nampaknya sementara senantiasa bertambah jumlahnya.

BM: Apakah orang-orang Islam yang masuk agama Kristen itu terdiri dari sarjana-sarjana Islam.

AW: Saya tidak mengetahuinya, hanya dari kata-kata saja. Akan tetapi saya sendiri sampai saat ini belum menemukan malah belum mendengar sarjana-sarjana Islam masuk Kristen.

BM: Kalau begitu orang-orang Islam di Indonesia yang berpindah agama bukan dari hasil penelitian; jadi masuknya bukan karena keyakinannya.

AW: Mengapa bapak berpendapat demikian.

BM: Saudara membuktikan sendiri bahwa orang-orang Islam di Indonesia ada banyak sekali, yang miskin, melarat dan menderita dalam hidupnya. Mereka butuh uang, makan, pakaian dan obat-obatan, Kesempatan ini dipergunakan oleh beberapa orang penganut Kristen untuk mempengaruhi mereka dengan jalan membagi-bagikan makanan, pakaian, obat-obatan dan lainnya kalau tidak keliru.

AW: Ya, saya pernah baca di majalah Kiblat.

BM: Di zaman ini ada beberapa orang di negeri barat yang mulanya beragama Kristen setelah menyelidiki dan meneliti ajaran-ajaran Islam, yang menunjukkan kebenaran ajaran Islam mereka berterusterang berpindah menjadi penganut Islam; mereka itu golongan sarjana, malah diantaranya terdapat pendeta Kristen yang menjadi pemeluk agama Islam.

AW: Betul, saya sendiri pernah membaca di Majalah Kiblat.

BM: Jadi sudah jelas, bahwa orang-orang di negeri yang beragama Kristen lalu berpindah menjadi pemeluk Islam disebabkan dari hasil penelitiannya tentang kebenaran ajaran-ajaran Islam, umumnya orang-orang yang di negeri barat kalau melakukan sesuatu penelitian dan penyelidikan menggunakan kecerdasan otaknya secara ilmiah. Mereka menjadi penganut Islam dengan kesadaran dan keyakinannya.

AW: saya menerima keterangan bapak.

BM
: Sedangkan orang-orang Islam di Indonesia yang berpindah agama menjadi pemeluk agama Kristen umumnya bukan dari hasil penyelidikan dan penelitiannya yang tentunya bukan di atas dasar kesadaran dan keyakinannya, melainkan karena perut lapar, karena hidupnya yang Senin Kamis, butuh makan, uang, pakaian, maupun obat-obatan. Dengan keterangan saya ini Saudara bisa bandingkan sendiri sebab musababnya orang-orang Kristen di negeri Barat yang masuk Islam dan orang-orang Islam di Indonesia yang masuk agama Kristen.

AW: Tetapi tentu ada juga orang-orang Indonesia yang tidak miskin masuk agama Kristen

BM
: Tetapi tentu itu umumnya bukan berasal dari penganut agama Islam, mungkin dari agama yang lain lagi. Jadi masih ada yang akan ditanyakan lagi.

AW: Ya, sedikit, besok malam saja. Sekarang sudah jauh malam.

BM: Baiklah, besok malam, agar lebih sempurna.
Reply With Quote