Quote:
Originally Posted by me_R
nah justru itu yang tidak benar..... wanita mengerjakan tugas wanita, tanggungjawab seorang wanita, kewajiban seorang wanita dan hak seorang wanita.....
Dan pria tentu tugas, tanggungjawab, hak dan kewajiban seorang pria......
misalnya seorang istri adalah mengerjakan tugas sebagai istri, yaitu mengurus rumah tangga, mendidik anak, dan melayani suami ...... bukan justru seorang istri jadi direktur dan urusan rumah tangga pembantu yang ngerjakan....... (emang suami itu nikah ma pembantu??? tapi kalo gini yang menjalankan fungsi istri adalah pembantu, sedangkan istri yang tercantum di surat nikah adalah pengusaha).... selain itu karena banyak wanita ingin mengambil alih pekerjaan pria maka pria pun banyak yang mau ngambil alih kerja wanita .... makanya makin banyak kosmetik buat pria...... ingat memakai kosmetik adalah hak khusus wanita loh, bukan pria..... tapi sekarang banyak pria yang centil kayak wanita dengan sibuk berdandan biar "cantik"
hasilnya adalah Taufik Kiemas lah yang "mr. presiden", bayangkan kalo ada pidato penyambutan dalam bahasa inggris .....wanita itu fungsinya mendukung suami, bukan malah sebaliknya suami yang mendukung karir istri....... wanita akan lebih berfungsi kalo perannya di belakang layar, ...... kenapa??? karena pada dasarnya dari segi tanggung jawab pria lebih tinggi nilainya ..... itu sudah kodrat,
dari ilmu boleh dianggap kompeten, tapi dari mental??? tentu banyak temen2 yang punya boss wanita, bandingkan seandainya punya Boss pria... wanita umumnya lebih egois di banding pria dalam mengatur, wanita lebih mementingkan dirinya di banding pria, karena itu terkadang boss wanita bisa lebih kejam dibanding boss pria..... tapi selain bisa lebih kejam, boss wanita juga gampang terpengaruh kalo perasaannya udah main, beda dengan boss pria yang umumnya tetap perpikir logis...... jadi menurut saya untuk jadi pimpinan lebih dari sekedar ilmu ...... tapi juga mental
nah untuk pelecehan seksual ini lah perbedaan gender tetap ada .... contoh yang paling sederhana, seandainya seorang ibu memgang2 "kelamin" anak2 laki2 (yang masih kecil tentunya usia 3 th kebawah) itu bukan masalah dan bukan pelecehan seksual dan juga bukan pedofil...... tapi coba bayangkan kalo bapak2 yang megang2 "kelamin" anak2 perempuan (yang kecil2 juga tentunya) tentu akan di tuduh pedofil........ (emang pedofil cuma pria ??? )
artinya di amrik sana justru perbedaan gender itu jelas ...... wanita yang merasa tidak nyaman karena di lirik doang bisa mengangkat kasus ke pengadilan....... tapi apakah pria pasti nyaman kalo dilirik wanita??? apalagi kalo ngeliriknya dengan mata sinis dan penuh ejekan??? yang jelas lirikan seperti itu bukan pelecehan seksual loh...... kasian yang punya gender pria dong ga bisa ngadu lirikan si wanita yang dirasakan mengganggu, sedangkan wanita bisa melaporkan lirikan pria yang bikin ga nyaman ..... artinya perlakuan hukum untuk pria dan wanita adalah berbeda.... dan kenapa bisa berbeda??? karena pria memang bukan wanita ...... karena ada perbedaan gender...... akibat perbedaan gender itu maka ga bisa terjadi kesetaraan gender ........
Mall tetap harus menyediakan 2 toilet, 1 untuk pria dan 1 untuk wanita, karena wanita ga nyaman kalo pipis di dekat pria ..... (sedang pria rasanya nyaman2 aja tuh untuk pipis, bahkan di pinggir jalan)
wanita terkadang sangat egois ........
wanita selalu menuntut untuk diperlakukan sama dengan pria .... terutama dalam hak2nya (banyak wanita memperjuangkan hak2nya loh...... pake demo2 segala) tapi adakah wanita yang memperjuangkan kewajibannya??? padahal hak itu ada karena adanya kewajibankan........ jadi wanita ingin hak setara dengan pria tapi tetap dengan kewajiban sebagai wanita ....... sangat dualisme sekali...... wanita seperti itu sangat tidak benar.... jika ingin punya hak sama dengan pria maka wanita pun punya kewajiban seperti pria...... (karena itu jangan nuntut punya toilet sendiri dong, atau kamar pas di mall karena kalo mo ngepas baju cukup di buka aja seperti pria loh, karyawan wanita jangan nuntut cuti hamil dan cuti mens karena karyawan pria ga pernah nuntut masalah itu).... tapi seandainya wanita masih harus menuntut hal2 tersebut, maka wajar pria punya nilai lebih karena mereka ga perlu semua itu
Karyawan wanita dengan pangkat yang sama dengan karyawan pria akan menuntut gaji yang sama...... rasanya sangat tidak adil, kenapa??? karena karyawan pria ga perlu cuti hamil, sedangkan karyawan wanita harus di kasih .... jadi dari segi produktifitas jam kerja , karyawan pria punya jam kerja lebih dari wanita akibat tidak perlunya cuti2 kewanitaan itu.. jadi wajar kan kalo karyawan pria punya penghasilan lebih ???
|
waah tajem bener komentar nya, miss...
memang di Indonesia sekarang dari 3 target tujuan baru masalah pendidkan yang berhasil. nah yg kedua itu untuk masalah lapangan pekerjaan (seperti komentar miss diatas), yg ketiga posisi di parlemen.
komentar miss diatas juga sudah diungkapan di diskusi2 yg ada di komnas perempuan, dan itu masih di godok sampe sekarang dr tingkat lsm sampe pemerintah (kementrian)
pemerintah juga punya target UU kesetaraan gender disahkan pertengahan tahun ini. tapi sampe sekarang masih dibahas di komisi VIII DPR.
sama dengan permasalahan yg miss ungkapin diatas tadi.
merka yg berjuang bukan mau melawan kodrat, tapi ingin menjadi sejajar tanpa memandang jenis kelamin.
ada beberapa yg saya kurang spendapat sama miss,
terkait masalah mental dan dimana wanita lebih baik berfungsi perannya berada di balik layar.
dan juga untuk apa wanita memiliki pendidikan jika akan hanya berada di rumah.
__________________
ﷲ ☯ ✡ ☨ ✞ ✝ ☮ ☥ ☦ ☧ ☩ ☪ ☫ ☬ ☭ ✌