JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat,
Muhammad Nazaruddin, yang kini berada di Singapura semakin sulit
dihubungi. Nazaruddin kembali mangkir dari panggilan Komisi Pemberantasan
Korupsi untuk dimintai keterangan terkait kasus dugaan suap pembangunan
Wisma Atlet Sea Games, Senin (13/6/2011).
"Satu dua hari ini sepertinya komunikasi tidak selancar sebelum dia ke sana
(Singapura). Kami kan berkomunikasi melalui BBM. Tapi, dilaporkan Pak
Sutan Bhatoegana, kalau komunikasi itu tidak bersambut," kata Ketua
Fraksi Demokrat Jafar Hafsah di Jakarta, Senin malam.
Nazaruddin berada di Singapura dengan alasan berobat. Ia mengaku sakit
jantung. Menurut Jafar, Nazaruddin pernah berjanji untuk mengirim rekam
mediknya pada fraksi. Ia berjanji, Partai Demokrat akan mempublikasikan
rekam medis Nazaruddin jika sudah menerimanya.
"Dia belum mengirimkan itu (rekam medik). Tapi, dari fraksi tentu sudah
memintanya. Dia bilang akan mengirimkannya. Dia mengatakannya waktu
saya ke Singapura lima hari yang lalu," ujar Jafar.
Pada bagian lain, ia mengatakan, Partai Demokrat tak memiliki andil untuk
memulangkan Nazaruddin. "Kami tidak mempunyai kemampuan untuk
memboyongnya pulang dan undang-undang tidak memberikan jaminan, tidak
menugaskan untuk itu," tukasnya.
Seperti diberitakan, Nazaruddin dikabarkan berada di Singapura untuk
menjalani pengobatan. Politikus Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana,
mengatakan dalam pertemuannya dengan Nazaruddin di Singapura
beberapa waktu lalu, Nazaruddin mengaku mengidap penyakit Jantung dan
berat badannya telah
turun 18 kilo.
Namun kala itu, Nazaruddin merahasiakan tempat berobatnya. "Ketika saya
tanyakan di mana rumah sakit dan dokternya, dia katakan 'nanti aja, Bang.
Ini kan privasi'. Dan beliau katakan, Insya Allah Bang kalau sudah selesai
akan pulang," kata Sutan beberapa waktu lalu.
Sumber:
http://www.kompas.com/