Jakarta - Partai Demokrat (PD) menyadari kasus M Nazaruddin membuat kepercayaan rakyat kepada partai berlambang bintang mercy ini menurun. Bahkan dari hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menyebut perolehan suara PD turun hingga 5 persen.
"Itu kita bisa pahami, bahwa ada pengaruh iya. Ada kontribusi dengan peristiwa ini dengan turunnya popularitas PD," ujar Ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPR, M Jafar Hafsah di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (13/6/2011).
Agar suara tidak merosot terus menerus, PD berjanji akan mendorong penuntasan kasus Nazaruddin agar kepercayaan masyarakat bisa kembali.
"Karenanya itu benar-benar berupaya untuk merapikan hal itu. Itu biarlah penegak hukum yang bekerja untuk membuktikan bahwa yang sesungguhnya terjadi tidak demikian. Yang bersangkutan juga bukan bendahara umum PD lagi," terang Jafar.
Jafar berharap PD dapat melalui masa sulit ini. Dengan begitu, citra PD menjuju pemilu 2014 pulih.
"Demokrat punya upaya memulihkan citranya dari aspek-aspek yang melandaskan ini," ucapnya.
Berdasarkan hasil survei LSI, perolehan suara PD pada Januari 2011 meraih dukungan 20,5 persen, namun pada Juni 2011 hanya memperoleh 15,5 persen. Sedangkan Partai Golkar pada Januari 2011 hanya 13,5 persen, dan pada Juni 2011 menanjak menjadi 17,9 persen. Lalu PDIP pada Januari 2011 perolehan suara berkisar 12 persen, pada Juni 2011 mencapai 14,5 persen.
"Kasus Nazaruddin dan korupsi di Kemenpora membuat PD menjadi satu-satunya partai papan atas yang merosot. Golkar naik signifikan. Di samping limpahanan suara dari Demokrat, juga karena program bersama bangkitkan usaha kecil yang digalangnya," tutur Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA di Kantor LSI, Jl Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (12/6/2011) kemarin.
sumber