Seorang tentara mengamati unjuk rasa besar anti-Ali Abdullah Saleh di Sanaa usai sholat Jumat (3/6)
Laporan-laporan menyebutkan Presiden Ali Abdullah Saleh luka ringan dalam serangan terhadap kompleknya di ibu kota Yaman, Sanaa, di tengan pertempuran sengit berlanjut antara tentara pemerintah dan pasukan kabilah.
Namun demikian, para pejabat mengatakan dia dalam kondisi sehat dan akan menyampaikan pidato.
Perdana menteri dan ketua parlemen juga dilaporkan luka-luka dan empat pengawal terbunuh.
Tentara elit menembaki rumah milik saudara dari pemimpin kabilah yang para pendukungnya sedang ditumpas oleh pemerintah.
Sementara itu, ribuan menghadiri pemakaman 50 orang yang tewas dalam tindak kekerasan.
Amerika Serikat mengirimkan utusan ke Teluk untuk membahas cara menghentikan tindak kekerasan yang sekarang membawa Yaman ke tepi jurang perang saudara.
Lebih 350 orang terbunuh sejak pemberontakan bermula bulan Januari, tetapi setidaknya 135 di antaranya tewas dalam 10 hari belakangan.
Negara-negara Barat dan kawasan mendesak Saleh agar menadatangani perjanjian yang ditengahi oleh Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) yang mengharuskan dia menyerahkan kekuasaan kepada wakilnya sebagai imbalan untuk tidak dibawa ke pengadilan.
Dia sudah tiag kali setuju dan kemudian menolak menandatangani kesepakatan itu, yang akhirnya membuat GCC menarik diri dari upaya penengahan.
sumber