SBY-Anas Renggang, Mr A Senang
Jakarta - Partai Demokrat (PD) masih terus gonjang-ganjing. Setelah skandal Nazaruddin, kini dikabarkan pucuk pimpinan PD tengah perang dingin. Hubungan Ketua Umum PD Anas Ubaningrum dengan Ketua Dewan Pembina dan pendiri PD, SBY diisukan kian memburuk.
Benarkan hubungan Anas dan SBY memburuk? Sejumlah elit PD memilih bungkam soal kabar ini. Maklum SBY sudah mewanti-wanti kadernya untuk tidak sembarangan bicara.
"Saya nggak tahu, saya nggak mau komentar soal itu," kata Ketua DPP PD bidang Penegakan Hukum, Benny K Harman kepada detikcom.
Isu memburuknya hubungan SBY santer ketika Anas tidak terlihat saat Dewan Kehormatan PD mengumumkan pemberhentian Nazar sebagai bendum PD. Terlebih lagi setelah itu, Anas juga berkali-kali tidak menghadiri rapat PD di kediamaan SBY di Cikeas.
Hubungan Anas dengan SBY sebenarnya sudah kurang menyenangkan dari awal. SBY sejatinya tidak merestui Anas menjadi ketum PD. Ketua Dewan Pembina PD itu lebih mendukung Andi Mallarangeng sebagai Ketum PD. Sumber detikcom di lingkungan Istana mengatakan, sejak Kongres PD di Bandung 2010 lalu, SBY sudah tidak sreg dengan majunya Anas sebagai calon ketua umum.
Bahkan SBY sempat meminta Anas untuk mundur di menit-menit akhir menjelang pemilihan ketua umum digelar. Namun tanpa dinyana Anas melawan perintah SBY itu. Anas mengatakan, mundur tidaknya dirinya tergantung konstituen. "Sebaiknya tanyakan saja ke konstituen. Sebab mereka yang punya hak suara," kata Anas seperti ditirukan sumber detikcom.
Tidak dinyana kenekatan Anas berbuah kemenangan dan dia pun terpilih sebagai Ketum PD. Kini setahun setelah Anas menjabat, hubungan Anas dan SBY kembali meruncing setelah kasus Nazar meledak. Beberapa kali terjadi pembangkangan kubu Anas atas perintah yang diisyarakatkan SBY dalam penanganan kasus Nazar. Saat SBY menginginkan kasus Nazar diusut DK, Anas menandinginya dengan membentuk tim pencari fakta yang melindungi Nazar.
Ketika SBY memerintahkan Anas melakukan upaya untuk memulangkan Nazar dari Singapura, kubu Ketum PD ini melakukan penolakan. "Pak SBY meminta PD proaktif dalam upaya membujuk Nazaruddin kembali ke Indonesia secara sukarela. Kalau perlu dibuat tim khusus untuk menjemput dia," kata Kastorius Sinaga, ketua DPP PD yang selama ini seperti menjadi penyampai pesan SBY.
Ketua FPD Jafar Hafsah telah menandatangani tim penjemput Nazar yang mengaku tengah berobat ke Singapura. Tim penjemput antara lain berisi Sutan Bathoegana. Tapi kubu Anas justru malah memberi pernyataan yang membangkang. "Ngapain dijemput. Pak Jafar itu bukan dokter jadi kita hormatilah surat dari dokter," kata Ketua Kominfo PD Ruhut Sitompul.
Anas tentunya menghadapi banyak kasus yang harus diselesaikan. Selain kasus Nazar, Anas juga harus bisa merampungkan kasus kader lainnya yang mengancam citra PD. Pasca Nazar, elit PD yakni Andi Nurpati yang dilaporkan oleh MK.
Kasus Nazar dan kasus Andi tentu menjadi PR berat bagi Anas untuk membuktikan diri sebagai ketua umum yang mumpuni. Bila gagal membawa PD keluar dari kasus yang merusak citranya itu, bukan tidak mungkin Anas bisa saja dilengserkan.
Kini isu yang berkembang menyebutkan nasib Anas akan sama seperti Muhaimin Iskandar selaku Ketua Umum DPP PKB versus PKB Gus Dur. Menggeser Anas dinilai cukup beralasan melihat kedekatannya dengan Nazar yang hingga kini pemberhentiannya sampai sekarang dikabarkan belum ditandatangani Anas selaku ketua umum.
Selain itu adanya kecurigaan SBY terhadap Anas yang bermanuver sendiri, makanya tidak heran bila selama ini Anas selalu ditempeli Edhie Baskoro (Ibas), putra SBY. Karena Anas dicurigai tidak hanya membawa kepentingan PD, tapi bendera HMI yang diketahui memiliki link-link kuat dengan sejumlah partai politik besar lainnya.
"Setelah kasus Nazar ini posisi Anas sangat tidak aman. Nasibnya sangat tergantung SBY, tentu saja setelah Gusti Allah," kata sumber yang dekat dengan Anas.
Tapi isu ketegangan hubungan SBY-Anas dibantah Sekretaris Departemen Pemajuan dan Perlindungan HAM DPP PD Rachland Nashidik. Katanya Anas dan SBY masih harmonis.Justru menurut Rachland, sampai saat ini SBY begitu menyayangi dan dekat dengan Anas. Yang ada hanyalah perbedaan pandangan belaka.
"Ah itu nggak ada, tidak ada ketegangan atau hubungan yang tidak harmonis. Ini kan awalnya yang dikembangkan oleh salah satu kawan kita, lantas itu yang ramai, tapi sebenarnya tidak ada itu," kilahnya kepada detikcom.
Ia pun menyatakan banyak berita dan informasi yang tidak valid yang beredar saat ini mengenai hubungan Ketua Umum dan Ketua Dewan Pembina PD.
Sumber detikcom di PD menyatakan isu renggangnya Anas dan SBY justru dimainkan orang yang ingin memanfaatkan perseteruan antara Anas dengan Andi. "Orang ini sekalian ingin ada bersih-bersih agar mendapatkan positioning yang bisa langsung mendapatkan akses ke atas," jelasnya.
Wakil Sekjen DPP PD Ramadhan Pohan juga menyatakan gonjang-ganjing adanya perseteruan di internal partai dimanfaatkan pihak ketiga. Pihak ini bukan pihak internal, tapi dari luar. Bahkan, Ramadhan pun menunjuk 'Mr A' sebagai orang yang berada di belakang layar memanfaatkan kader-kadernya untuk memperkeruh suasana di PD. Siapa Mr A? Sejumlah sumber menyebut Mr A adalah mentor politik Anas.
"Yang bersangkutan bukan dari PD. Ia iri dengan suara PD yang meningkat 300 persen," kata Ramadhan.
sumber