View Single Post
  #2  
Old 1st June 2011
Reporter's Avatar
Reporter Reporter is offline
Ceriwiser
 
Join Date: May 2010
Posts: 972
Rep Power: 18
Reporter memiliki kawan yg banyakReporter memiliki kawan yg banyakReporter memiliki kawan yg banyak
Default

Buruk Nazar, Anas Digoyang



Jakarta
- Skandal M Nazaruddin benar-benar menimbulkan huru-hara politik dalam Partai Demokrat (PD). Partai besutan Presiden SBY ini harus menangkis semua tuduhan yang mengarah padanya. Tidak hanya itu, kader pun terbelah menyikapi skandal mantan bendum PD itu.

Sebut saja sikap Dewan Kehormatan PD yang sejak awal ingin menjatuhkan sanksi kepada Nazar. Langkah DK tersebut sempat mendapat kritikan dari sejumlah kader PD yang duduk di DPR. Dengan dalih menghormati proses hukum yang sedang berjalan di KPK, para kolega Nazar berharap DK tidak buru-buru menjatuhkan sanksi kepada mantan anggota Komisi III DPR itu.

Tapi DK tetap memecat Nazar dari kursi bendum, Senin (23/05/2011). Alasannya politisi 33 tahun itu dianggap telah melanggar etika serius. Selain itu, sepak terjang Nazar selama ini juga dianggap telah menyudutkan nama baik partai.

Meski sudah jadi keputusan DK, konon elit PD tidak satu suara menyikapi pemecatan itu. Informasi yang beredar di internal PD, Anas Urbaningrum, Ketua Umum PD yang juga menjabat Wakil Ketua DK PD, tidak menandatangani surat pemecatan itu.

Sumber detikcom di internal PD menuturkan, sebenarnya sedari awal Anas kurang sepakat dengan penjatuhan sanksi terhadap Nazar. Karena sikap Anas ini, putusan sanksi terhadap Nazar molor hingga lebih dari sepekan.

Anas memang mengalami dilema. Selama ini Anas dekat dengan Nazar yang kini terbelit banyak kasus. Bahkan pada 2007, Anas dan Nazar sempat membuat perusahaan bersama dengan mendirikan PT Panahatan dan PT Anugerah Nusantara. Dalam perusahaan itu Anas duduk sebagai salah satu komisaris. Namun kabarnya pada 2008, Anas keluar dari perusahaan itu.

"Anas bilang merasa heran. Sebab merasa tidak pernah andil dengan menyetorkan modal dana atau tenaga sama sekali dalam proses pendirian atau operasional perusahaan. Tapi dia langsung ditunjuk sebagai komisaris," jelas Sekretaris DK PD Amir Syamsuddin menirukan ucapan Anas.

Bukti kedekatan Anas dan Nazar tidak terelakkan ketika setelah menang di Kongres PD ke II yang digelar 2010 Anas menempatkan Nazar di posisi strategis, sebagai bendum. Jabatan untuk Nazar ini sempat dikeluhkan internal PD. Sebab Nazar kader anyar. Ia baru masuk 2007. Tapi kok langsung melejit kariernya dengan menjadi bendahara umum. Sementara banyak kader yang merasa berdarah-darah sejak awal justru tidak masuk dalam jajaran inti DPP.

Sementara sumber detikcom di lingkungan Istana mengatakan, sebenarnya SBY, sejak Kongres PD di Bandung sudah tidak sreg dengan majunya Anas sebagai calon ketua umum. Bahkan SBY sempat meminta Anas untuk mundur di menit-menit akhir menjelang pemilihan ketua umum digelar.

Hanya saja saat itu Anas mengatakan, mundur tidaknya dirinya tergantung konstituen. "Sebaiknya tanyakan saja ke konstituen. Sebab mereka yang punya hak suara," kata Anas seperti ditirukan sumber detikcom.

Nah, dengan kejadian yang menimpa Nazar saat ini beberapa kalangan di internal PD menganggap sebagai bagian dari skenario untuk menyingkirkan Anas. Sebab Nazar dianggap sebagai orang dekat Anas, sehingga apapun yang dilakukan Nazar melekat pada Anas.

Jangan heran kalau Anas jadi gamang ketika ada desakan untuk memecat Nazar dari kepengurusan partai. Anas pun berulangkali menolak usulan untuk memberi sanksi Nazar yang disuarakan sebagian besar anggota DK PD.

"Di DK PD itu kan mayoritas pendukungnya Andi Mallarangeng, seperti Amir Syamsudin, Jero Wacik, dan EE Mangindaan. Kalau SBY netral. Wajar saja kalau mereka mau buru-buru kasih sanksi ke Nazar. Karena target utamanya adalah Mas Anas," beber Ketua DPP PD Bidang Kominfo Ruhut Sitompul kepada detikcom.

Menurut Ruhut, sekalipun DK telah memecat Nazar namun Anas sebagai Ketua Umum DPP belum mau mengambil sikap. "DPP saat ini belum memberikan sanksi apapun kepada Nazar. Jadi sebenarnya putusan DK tidak serta merta menjadi putusan DPP," tegas Ruhut.

Politisi yang juga pemain sinetron ini membenarkan kalau upaya untuk mendelegitimasi atau melengserkan Anas memang sudah terlihat sejak kasus Nazar bergulir. Ruhut menuding mereka berasal dari kubu Menpora Andi Mallarangeng yang kalah dalam perebutan kursi ketua umum di Kongres PD setahun lalu.

"Orang-orangnya Andi,seperti Denny Kailimang, Kastorius Sinaga, Andi Nurpati, dan anak-anak LSM yang baru kemarin sore masuk Demokrat. Mereka inilah orang-orangnya Andi dan memberi pernyataan ke mana-mana. Padahal mereka itu orang baru," keluh Ruhut.

Terhadap adanya upaya untuk menggeser Anas, Ruhut berharap semua harus dilakukan sesuai mekanisme. Misalnya di Kongres. "Kalau mau bertindak jantan. Tunggu saja Kongres PD 4 tahun lagi. Baru itu ksatria.Jangan menggunting dalam lipatan," pungkasnya.

Denny Kailimang pun membantah tudingan Ruhut. Menurutnya tidak benar kelompok Andi Mallarangeng ingin menyerang Nazar untuk menggoyang Anas. Ia juga menegaskan tidak ada perpecahan di PD. "Saya diangkat di DPP dan patuh atas semua perintah Ketua Umum Pak Anas," kata Denny.

sumber
Reply With Quote