Ternyata ada bahasa emosi yang dikenal oleh bangsa-bangsa di seluruh dumia, yaitu emosi yang diwujudkan dalam bentuk ekspresi wajah yang didalamnya mengandung emosi takut :dingin:, marah :shout:, sedih :sorry:, dan senang :ngakak:. Ekspresi wajah seperti itu benar- benar dikenal oleh bangsa-bangsa di seluruh dunia meskipun memiliki budaya yang berbeda-beda, bahkan termasuk bangsa-bangsa yang buta huruf, tidak terpengaruh oleh film, dan siaran tv. Artinya ekspresi wajah sebagai representasi dari emosi itu memiliki universalitas tentang perasaan emosi tersebut.
A. Emosi Marah :shout:
Emosi marah lebih mudah timbul dibandingkan emosi-emosi lainnya dalam kehidupan remaja. Penyebab yang sering menimbulkan amarah pada remaja adalah kalau didepan teman sebaya mereka direndahkan, dipermalukan, dihina atau dipojokkan. Remaja yang matang menunjukkan cara marahnya tidak lagi dengan cara berkelahi secara fisik seperti sewaktu kanak-kanak, tetapi dengan cara menggerutu, mencacimaki, atau ungkapan-ungkapan verbal lainnya.
B. Emosi Takut :dingin:
Emosi takut pada remaja banyak yang menyangkut hal-hal seperti takut ujian, takut sakit, kurang uang, kurang berprestasi tidak dapat atau kehilangan pekerjaan, keadaan keluarga yang tidak harmonis, tidak populer dimata lawan jenis, tidak mendapat teman akrab, memikirkan kelemahan diri sendiri, merasa bodoh, kesepian, kehilangan pegangan agama, perubahan-perubahan fisik, pengalaman seksual masturbasi, selalu berkhayal, menemui kegagalan sekolah maupun karier, berbeda dari orang lain terutama dengan teman sebaya, takut diejek dan lain sebagainya
C. Emosi Cintahttp://ceri.ws/images/smilies/married.gif
Emosi cinta telah ada sejak masa bayi dan terus menerus berkembang. Perkembangan yang normal mengenai emosi cinta adalah sebagai berikut :
1. Objek cinta mula-mula adalah orang dewasa yang sejenis atau berbeda jenis: Bayi :bayi: :bayi:
2. Kemudian teman sebaya yang sama jenis: Pra remaja :fallinlove:
3. Menjadikan teman sebaya sebagai objek cinta: Remaja
http://ceri.ws/images/smilies/married.gif
Karakteristik Emosi Remaja
1. Periode praremaja: Mudah tersinggung, cengeng, cepat merasa senang bahkan meledak-ledak.
2. Periode remaja awal: Cenderung menyendiri sehingga merasa terasing, kurang perhatian dari orang lain, cepat marah dengan cara-cara yang kurang wajar.
3. Periode remaja tengah: Tuntutan peningkatan tanggung jawab mulai datang dari orangtua, anggota keluarga dan masyarakat. Sering terjadi kontradiksi antara nilai-nilai yang ada di masyarakat, sehingga remaja mulai meragukan apa yang disebut baik atau buruk. Akibatnya, remaja sering ingin membentuk nilai-nilai mereka sendiri yang mereka anggap benar, baik dan pantas untuk dikembangkan dikalangan mereka sendiri.
4. Periode remaja akhir: Mulai memandang diri sebagai orang dewasa dan mampu menunjukkan pemikiran, sikap dan perilaku yang makin matang. Oleh sebab itu, orangtua dan masyarakat memberikan kepercayaan yang selayaknya kepada mereka.
Faktor Perkembangan Emosi Remaja
1. Perubahan jasmani
2. Perubahan pola interaksi dengan orangtua
3. Perubahan interaksi dengan teman sebaya
4. Perubahan pandangan luar
5. Perubahan interaksi dengan sekolah