Indigofera tinctoria Tanaman Penghasil Pewarna Alami Batik (Blue Indigo)
Tarum (dari bahasa Sunda), nila, atau indigo (Indigofera, suku polong-polongan atau Fabaceae) merupakan tumbuhan penghasil warna biru alami. Orang Jawa menyebutnya sebagai tom. Penggunaan zat pewarna pakaian ini terutama dilakukan dalam pembuatan batik atau tenun ikat tradisional dari Nusantara. Zat pewarna indigo, sebagai produk dari tumbuhan ini, juga merupakan komoditi dagang yang penting.
Tarum atau indigo digunakan untuk nama berbagai jenis tumbuhan penghasil warna biru, kebanyakan dari marga Indigofera. Tarum atau indigo yang menghasilkan zat warna alami biru adalah Indigo tinctoria. Warna biru indigo diperoleh dari rendaman daun (dalam jumlah banyak).
Tumbuhan ini sangat baik karena menyuburkan tanah dan dapat menahan erosi.
Pada mulanya para pengusaha batik menggunakan pewarna alami untuk mewarnai kain batik mereka, yang terbesar berasal dari warna tarum. Kemudian zat pewarna buatan didatangkan dan diperkenalkan kepada para pengusaha batik. Di luar dugaan, pengusaha batik lebih memilih untuk menggunakan pewarna buatan. Ketika pemerintah kolonial Belanda menghentikan impor pewarna buatan pada tahun 1914, reaksi keras datang dari pengusaha batik. Sejak tahun 1914/1915 itulah, pamor tarum terus merosot dan tidak ada yang berusaha mengolah tarum secara lebih mudah. Bahkan kini, di bumi tarum sendiri, di Pataruman, di kawasan eks Tarumanagara, termasuk Sungai Citarum, tak ada lagi tumbuhan tarum sehingga masyarakatnya tak mengenalinya lagi.
Cara Budidaya Indigofera tinctoria
Quote:
Indigofera tinctoria bisa dibudidayakan dengan 2 cara yaitu :
1. Stek --> Stek yang digunakan diambil dari cabang yang paling kuat pertumbuhannya, dipotong sepanjang 30 cm dengan pisau yang tajam agar tidak sobek. Setelah dipotong, disimpan di tempat yang dingin dengan ujung stek diletakkan di bagian atas, dibiarkan selama 1-3 hari sampai permukaan potongan stek kering. Setelah itu, barulah 2-3 stek ditaman dalam satu lubang. Tunas tampak setelah 2 minggu.
2. Biji --> tiap lubang ditanami 3-4 butir, atau disemai terlebih dahulu. Semaian baru dipindahkan pada umur 1-1,5 bulan. Setelah itu, mulai disiangi dan barisan tanahnya dibentuk menjadi semacam pematang. Satu bulan kemudian disiangi dan ditinggikan lagi. Baru pada usia 4-5 bulan, tarum dapat dipotong.
Menentukan waktu panen yang tepat memang agak sulit karena sulit berharap daun merata hijaunya. Sementara itu, bila daunnya yang berwarna hijau tua itu mulai layu dan menguning, hasil indigo menjadi kurang.
Petani yang berpengalaman cukup meremas daunnya dengan jari, ia dapat menentukan waktu panen dengan melihat warna daun yang diremas dan aroma bau daunnya. Pengumpulan daun tarum dilakukan pagi hari dengan cara memotong cabang dekat batang.
Proses pembuatan zat warna alami dari daun Indigofera tinctoria
Quote:
Spoiler for open this:
Spoiler for open this:
for proses pembuatan zat warna alami blue indigo:
1. Proses fermentasi --> Daun indigo direndam dengan air selama semalam agar terjadi proses fermentasi enzimatik. Fungsi perendaman adalah untuk mengkonversi indicant glikosida yang secara alami ada pada daun indigo menjadi indigotin.