for
ss:
Pada akhirnya, tidak ada satupun prajurit Russia yang berani mendekati area-area dimana Hayha diperkirakan bersembunyi. Tentara Russia kemudian melaksanakan carpet-bombing di area-area yang diperkirakan sebagai tempat Hayha bersembunyi. Namun Hayha berhasil selamat dari taktik carpet-bombing Russia yang dilancarkan hanya untuk dirinya seorang.
Tanggal 6 Maret 1940, seseorang yang beruntung berhasil menembak Hayha di kepala dengan peluru peledak. Ketika ditemukan dan dibawa kembali ke markas, setengah dari kepala Hayha telah hancur. The White Death telah berhasil dihentikan ....... untuk seminggu, karena ia tidak mati. Hayha kembali siuman pada tanggal 13 Maret 1940, hari dimana perang berakhir. Hayha kemudian melewati masa-masatuanya sebagai pemburu dan peternak anjing setelah perang dunia kedua berakhir.
Sebuah catatan luar biasa dari Hayha adalah:
Hayha menghabisi ratusan prajurit Russia dengan hanya latihan militer tingkat dasar dari masa 1 tahun wajib militernya. Dan dia melakukan semuanya di suhu minus 40 derajat, ditemani sepucuk senapan. Dia adalah seorang sniper super paling berbakat yang pernah ada, kemampuannya begitu natural namun sangat menakutkan dan tidak terkalahkan.
Di medan perang ratusan pasukan khusus tak mampu membunuhnya. Ia menghabiskan masa tuanya di Ruokolahti, sebuah sebuah desa kecil di tenggara Finlandia yang dekat dengan perbatasan Rusia. Hayha, sang legenda ini meninggal dunia pada usia 96 tahun tepatnya pada 1 April 2002 lalu di sebuah RS di kota Hamina, Finlandia . . . bukan di medan perang. Jutaan tetesan air mata duka mengantarkan kepergian sang pahlawan.
Dalam sebuah wawancara yang sempat dilakukan 4 tahun sebelum ia meninggal dunia (1998), saat ditanya bagaimana ia bisa menjadi seorang penembak yang demikian hebat? Hayha menjawab singkat "LATIHAN!".