buat agan/sista :sebagai ceriwiser yang baik tolong dibudayakan memberikan komentar yang bermutu dan jgn nge-junk..
hati-hati buat agan/sista yang suka ngambil handuk hotel buat dibawa plg (koleksi ya gan)
Kenapa ? :tanya:
Well, ada kabar buruk bagi buat agan karena agan udah gk bisa lagi nilep tuh handuk, terutama bila menginap di hotel yang ada di Honolulu, Manhattan dan Miami.Kalo Hotel Di Indonesia ane lom tau udah ada yang make ato lom gan.
Soalnya Linen Technology Tracking telah membuat sebuah handuk hotel bisa ditelusuri keberadaannya dengan menanamkan teknologi RFID (Radio Frequency Identification) di dalam handuk dengan cara menjahit tag RFID tersebut.
RFID yang ada akan menyalakan alaram apabila anda membawa keluar handuk tersebut ke tempat yang tidak seharusnya anda bawa dan pastinya satpam hotel siap menegur anda.
Jangan pikir kenapa cuma nyolong handuk saja kok harus dibuat seperti ini tetapi pada kenyataannya hotel Honolulu berhasil hemat sekitar US$ 15.000 (sekitar Rp. 140 jutaan) setelah memasang RFID di setiap handuk yang mereka miliki.
katany ntar tahun brp gt RFID jg akan di tanamkan di manusia...
bs baca pikiran manusia...dll
ane nyoba nyari info ttg itu:
Quote:
Originally Posted by RFID Sebagai Peranti Pengenal Identitas
Penanaman RFID pernah dilakukan oleh Amal Graafstra, seorang teknopreneur.
Terkait dengan pemasangan RFID tag ke dalam tubuh manusia, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Mengenai tingkat keamanan RFID dlm tubuh manusia,
RFID tag memiliki lapisan pelindung yang terdiri dari kombinasi plastik dan kaca jenis khusus yang memiliki tingkat kekuatan tinggi. Untuk merusaknya membutuhkan kekuatan yang sebanding dengan kekuatan untuk mematahkan telapak tangan.
2. Mengenai keamanan transfer data antara RFID tag dan RFID reader.
Masalah yang lazim dihadapi oleh peralatan elektronik sejenis adalah usaha-usaha pencurian kode atau identitas dari peralatan tersebut. Kekurangan ini dapat diatasi dengan membuat enkripsi untuk transmisi data antara keduanya yang cukup sulit untuk dipecahkan oleh orang lain. Sebenarnya, penyadapan bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Untuk menyadap kode-kode yang ada di RFID tag maupun RFID reader, si penyadap harus berada sedekat mungkin dengan RFID tag. Karena transmisi data harus dilakukan dalam jarak antara 5 – 10 cm.
3. Efek sosial.
Penggunaan peralatan elektronik yang baru selalu membawa pro-kontra di masyarakat. Sama halnya dengan Amal, yang mendapat beragam tanggapan. Dari pujian dan kekaguman sampai cemoohan. Karena ada kekhawatiran, penggunaan RFID tag dalam tubuh akan mengurangi privasi pengguna. RFID tag akan memudahkan seseorang mengetahui posisi pengguna RFID tag tersebut.
Lagi, ternyata teknologi sekuriti terbaru seperti RFID masih juga tidak aman, beberapa tahun yang lalu, RFID dapat dikatakan sebagai teknologi terbaru yang sangat modern dan aman. RFID menjadi ide yang sangat menarik untuk mendigitalisasi proses pengiriman data dan membuatnya semakin efisien dan banyak digunakan untuk tracking tag. Lalu bagaimana jika kita memasukanya kedalam credit card, passport, ataupun tubuh kita? Para ahli telah hadir dengan ide ini pada tahun yang lalu dan saat ini telah banyak digunakan di berbagai kartu kredit, passport U.S, sebagai alternatif dari passport kertas, yang menggunakan RFID chip.
Pada tahun yang lalu proof-of-concept mengenai serangan RFID ini mulai ter ekspos saat RFID akan digunakan sebagai personal identification. Namun saat ini para hacker dapat dengan mudah mengambil data yang tersimpan dalam RFID untuk mengambil informasi kartu kredit dimanapun mereka berada, hanya undang undang dan ganjaran bahaya yang mampu menangani ini.
Saat ini RFID chips sedang melakukan peningkatan security, Passive chips yang dibuat saat ini ditemukan sangat dan ternyata tidak aman. Chris Paget, yang merupakan director dari research and development di Seattle-based IOActive, memerkan hack ini. Dengan menggunakan Motorola RFID reader dengan harga $250 USD dan sebuah antenna dia dapat mengekplorasi jalanan di San Francisco selama 20 minutes, dari situ dia mendapatkan 2 informasi U.S. passport cards. Informasi yang berhasil di kopi ini mampu di clone kedalam card lain dan akhinya dapat membuat passport palsu. Dari demontrasi itu, menunjukan betapa berbahayanya menggunakan RFID dengan membawa informasi rahasia didalamnya.
setahu aku memang dipakenya rame-rame gan, tetapi di laundry sendiri di dalam hotel, kalau memang handuk dibawa sama tamu biasanya ada charge ke kita. cara chargenya dari open kartu kredit pada saat kita check in di hotel. nah ini di hotel bintang 5 yang aku tahu, kalau di hotel lainnya atau hotel melati aye ngk tahu gan.
sedangkan kalau amenities seperti shampo sabun dan lain-lain boleh aja dibawa termasuk note pad dan ballpoint. saya sering denger malah yang paling banyak di bawa tamu adalah slipper atau sendal kamar
ehm, para tamu juga gak tau khan kalo handuknya itu kalo gak dipake dibuat apa dikamar mandi :ngakak:...cukup pihak hotel aja dehh yang tau ntar ane dikira bocorin :p
ceriwiser yg baca nih trit jd pada takut nyolong anduk hotel, bagus deh jadi pada takut dosa, tp ada juga yg makin kreatif dengan ide2nya yg gila2 ada yg bilang "kan masih ada TV, Telpon, Kulkas, AC, sampe2 mbak2 recepsionisnya :ganteng: buat apa ??? gila diembat juga " :ngakak: :ngakak:
ane kerja di hotel gan... yg namanya barang ilang itu bisa sampe nominal 20 jutaan sebulan..
kadang kalo ditempat lain itu memang di bebankan buat karyawan.. jadi ya kasian gan buat temen2 house keeping yang ga sempet ngecek item pas tamu cekout. apalagi rata2 HK gajinya cuma umr disuruh ganti barang2 mahal gitu..