Saya sudah beberapa kali mendapat panggilan untuk membuat LRB (Lubang resapan Biopori) mulai dari perumahan/komplek atau kawasan perkantoran, berdasarkan pengalaman saya ada beberapa tipe tanah yang terdapat di Jakarta, yaitu:
1. kawasan Bintaro (khususnya Bintaro Jaya) dengan kondisi tanah Lempung padat, dengan air permukaan tanah sekitar 50-60 cm.artinya pengeboran LRB saat kedalaman 50-60 cm sudah terdapat air, hal ini tentunya dilihat dari musim (penghujan atau kemarau). dan juga saat itu lokasinya yang tidak terlalu jauh dengan aliran sungai pesanggrahan (kurang lebih 150-200m).kondisi ini sangat baik dibuatkan LRB untuk mencegah air langsung menuju sungai, dan benar saja, wilayat tersebut sering terjadi banjir jika hujan dengan intesitas tinggi (1-2 jam hujan tak berenti juga)
2. kawasan cilandak
sebagian perumahanya berada di daerah aliran sungai, sehingga air permukaannya juga pendek 50-60 cm, dengan tanah yang bervariatif, bila perumahan tananya lempung berpasir, dan untuk perkantorannya terdapat puing dan berpasir. kendala pembuatan LRB memang daerah yang berpuing, karena alat LRB tidak dapat menembus puing2 oleh karena itu digunakan linggis secara manual puing disingkirkan dari LRB
3. Bersambung
[spoiler=open this] for kendala pembuatan LRB:
1. Lahan Berpuing dan berpasir
2. Lahan yang dahulunya adalah rumah yang di urug dengan puing dan pelur bekas lantai masih ada,kita harus menjebol lantai tersebut agar mendapati tanah dibawah lantai tersebut