Spesies Badak di Dunia Sangat Terancam Punah
Badak/Rhinoceros
Klasifikasi ilmiah Kingdom: Animalia Phylum: Chordata Class: Mammalia Infraclass: Eutheria Order: Perissodactyla Suborder: Ceratomorpha Superfamily: Rhinocerotoidea Family: Rhinocerotidae Ciri khas keluarga badak ditandai dengan ukuran badannya yang besar (salah satu megafauna terbesar yang tersisa), dengan berat mencapai satu ton atau lebih berat; herbivora, dan mempunyai kulit pelindung yang tebal, 1,5-5 cm, serta terbentuk dari lapisan kolagen yang diposisikan dalam struktur kisi; otak relatif kecil untuk ukuran mamalia ini (400-600 g), dan tanduk besar. Mereka umumnya mengonsumsi tumbuh-tumbuhan.Tidak seperti perissodactyls lain, spesies Afrika kurangnya gigi badak di depan mulut mereka, mengandalkan hanya pada gigi mereka yang kuat premolar dan molar untuk menggiling makanan tanaman. Badak dibunuh oleh manusia untuk tanduk mereka, yang dibeli dan dijual di pasar gelap, dan yang digunakan oleh beberapa kebudayaan untuk tujuan pengobatan .Tanduk terbuat dari keratin, jenis yang sama protein yang membentuk rambut dan kuku. Kedua spesies Afrika dan Badak Sumatera memiliki dua tanduk, sementara India dan Jawa Badak memiliki tanduk tunggal. Daftar Merah IUCN mengidentifikasi tiga dari spesies badak di dunia "sangat terancam". Badak Jawa [/spoiler] Spoiler for open this:
Spoiler for open this:
Spoiler for open this:
Spoiler for open this:
http://1.bp.blogspot.com/-x1Zsf23_5N...%2BKambas1.JPG YABI didedikasikan untuk konservasi badak di Indonesia yaitu Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus, Desmarest ) dan badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) YABI telah dibentuk dan diresmikan pada 28 Desember 2006 berdasarkan Akte Notaris No 34 dan disahkan oleh Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia pada tanggal 20 Maret 2007. YABI sedang digabung dari tiga organisasi konservasi badak mantan, mereka Yayasan Mitra Rhino (YMR), Yayasan Suaka Rhino Sumatera (YSRS), dan Program Konservasi Badak Indonesia (PKBI). badak jawa dapat hidup selama 30-45 tahun di alam liar. mereka hidup di hutan hujan dataran rendah dan padang rumput basah . java rhino biasanya menghindari manusia, tetapi akan menyerang manusia jika mereka merasa dilecehkan. Peneliti mengalami kesulitan untuk melakukan pengamatan secara langsung karena kelangkaan mereka dan bahaya mengganggu spesies ini. Peneliti menggunakan kamera dan sampel kotoran java Rhino untuk mengukur kesehatan dan perilaku. Kita sebagai generasi penerus bangsa harus peduli tentang hal ini. badak adalah salah satu kekayaan bangsa kita yang telah terancam punah. Sejauh ini, hanya beberapa orang yang peduli tentang masalah ini. Bahkan pemerintah tidak campur tangan untuk konservasi badak di Indonesia. Dana untuk pelestarian badak masih terlindung dari organisasi asing seperti IRF (International Rhino Foundation). sumber:D </div> |
| All times are GMT +7. The time now is 12:20 AM. |